Tips Jurnal Terindeks Scopus

Jurnal Sinta 4 Manajemen

Kali ini admin Publikasi Indoneisa akan membahasa tentang tips jurnal terindeks scopus. Baik bagi mahasiswa maupun dosen, bisa memublikasikan jurnal yang terindeks oleh Scopus merupakan sebuah prestasi tersendiri. Namun, untuk bisa membuat jurnal yang tembus Scopus bukan hal yang mudah. Ada banyak langkah termasuk revisi yang mungkin harus kamu lalui untuk membuat jurnal yang kamu tulis dimuat.

Seperti yang kita ketahui, ada banyak sekali jurnal yang diterbitkan di dunia ini dengan riset berbeda-beda. Untuk meninjau sampai sejauh mana sebuah penelitian dilakukan serta mengecek data terbaru dari penelitian tertentu, dibutuhkan database. Database inilah yang menjadi tempat bagi para peneliti termasuk mahasiswa dan dosen untuk menerbitkan hasil tulisannya.

Pengertian Scopus

Ada banyak database yang selama ini dijadikan sebagai tempat publikasi artikel ilmiah dan jurnal. Ada WOS (Web of Science), SpeingerLink, Wiley, dan tentu saja Scopus. Dari database ini, peneliti bisa mencari artikel ilmiah maupun jurnal yang mereka butuhkan untuk penelitian mereka. Tak heran jika Scopus sangat diminati oleh para akademisi di berbagai belahan dunia.

Scopus sendiri merupakan layanan database dan pengindeks terbesar di dunia saat ini. Berada di bawah naungan perusahaan penerbit karya ilmiah Elsevier yang berpusat di Amsterdam, saat ini Scopus sudah mengindeks ribuan jurnal dan artikel dari seluruh dunia. Diperkirakan ada lebih dari 22.000 artikel jurnal yang berasal dari 5.000 penerbit yang terindeks Scopus.

Baca Juga : Syarat Pendirian Institut

Di Indonesia, memiliki jurnal yang terindeks Scopus merupakan prestasi tersendiri. Ketika kamu bisa tembus Scopus, artinya jurnal yang kamu tulis memiliki kualitas yang baik dan diakui secara internasional.

9+ Tips Jurnal Terindeks Scopus Yang Wajib Anda Coba!

Tips Jurnal Terindeks Scopus

Tips Jurnal Terindeks ScopusMeskipun banyak yang mengakui cukup sulit menembus Scopus, bukan berarti tidak ada trik yang bisa kamu coba. Simak beberapa di antaranya berikut ini!

1. Buat Jurnal dengan Minimal 20 Referensi

Menulis artikel atau jurnal dengan menggunakan 20 referensi memang bukan hal yang mudah. Namun, ini adalah langkah awal yang bisa kamu lakukan untuk menguatkan tulisanmu. Jumlah referensi menjadi pertimbangan yang penting agar tulisanmu diakui.

2. Tulis Artikel dengan Tim

Untuk membuat sebuah penelitian yang bagus, kamu biasanya akan memerlukan rekan. Dengan memiliki tim yang solid, tugas melakukan penelitian akan jadi lebih ringan. Kamu juga bisa mendapatkan masukan untuk menyempurnakan artikel ilmiah yang kamu buat. Kalau perlu, kamu bisa mengajak penulis lain yang sebelumnya sudah pernah memublikasikan tulisannya di Scopus. Cara ini umumnya cukup ampuh untuk membuat editor jurnal meloloskan tulisan kamu.

3. Nilai Plagiasi Maksimal 15%

Dalam penulisan jurnal ilmiah, plagiasi adalah hal yang tidak bisa diterima. Untuk memeriksa keaslian artikelmu, gunakan software plagiarism checker yang tersedia di internet. Kamu bisa menggunakan yang gratis maupun yang berbayar. Pastikan nilai plagiasi maksimal dari tulisanmu tidak lebih dari 15%.

Untuk saat ini, jurnal artikel dengan peringkat tertinggi Scopus mewajibkan nilai plagiasi tidak lebih dari 15%. Bahkan untuk artikel dengan peringkat terendah Scopus, nilai plagiasi maksimalnya hanya 20%.

4. Hindari Memasukkan Paper ke Predatory Journal

Predatory journal merupakan tempat publikasi jurnal yang tidak jelas asal-usulnya dan ini harus kamu hindari kalau tidak ingin tulisanmu ditolak Scopus. Bagaimana cara mengenali predatory journal ini? Jurnal yang berkualitas umumnya tidak akan mengirimkan ajakan kepada kamu untuk mengunduh paper di jurnal mereka.

5. Banyak Berlatih

Menulis jurnal yang bisa dipublikasikan di database internasional seperti Scopus tidak harus membahas tentang sains atau teknologi canggih saja. Kalau kamu belum terbiasa, berlatihlah menulis dengan membahas hal-hal yang mudah dan kamu kuasai. Bisa menulis jurnal yang menembus Scopus memang sebuah kebanggaan tersendiri. Meski kamu ditolak, jangan mudah menyerah dan coba lagi dengan menggunakan tips-tips di atas, ya!

6.  Ketahui Pangsa Pasar

Sebelum menulis jurnal sebaiknya pikirkan dahulu untuk siapa dan tujuannya apa. Dari sanalah kemudian Anda akan menemukan sasaran pasar jurnal yang tepat. Sederhananya cara ini dapat menentukan sasaran pasar, kepada siapa jurnal tersebut Anda tujukan. Penting untuk diketahui terkait minat pembaca, ketahui apa-apa yang paling diminati oleh kebanyakan pembaca dan ketika Anda menulis ingatlah calon pembacanya.

7.  Manuscript Jurnal yang Bagus

Langkah selanjutnya, Anda perlu membuat manuscript jurnal yang mudah dipahami. Pembuatan manuscript jurnal yang baik akan memudahkan pembaca dalam memahami isinya. Perlu Anda cermati dua hal penting agar pembuatan manuscript dapat optimal yaitu konten dan presentasi. Anda juga bisa membaca beberapa jurnal yang telah masuk scopus sebagai referensi penulisan.

Konten jurnal yang Anda buat perlu dipikirkan mengenai kemanfaatannya di masyarakat secara umum. Jika sudah memiliki kemanfaatan yang tinggi, tuliskan dalam bentuk narasi yang semenarik mungkin. Supaya paper atau jurnal Anda mudah dipahami oleh pembaca, sampaikan informasi melalui tulisan secara jelas dan dapat diterima oleh akal sehat. Dengan begitu, jurnal Anda akan dicari dan dapat direkomendasikan di scopus.

8.  Buatlah Pembaca Tertarik dengan Jurnal Anda

Membuat tertarik pembaca jurnal adalah hal yang penting, apalagi jika Anda ingin jurnal masuk ke dalam Scopus. Pembaca jurnal adalah koreksi terbaik untuk jurnal Anda, karena tidak ada yang membaca jurnal Anda lebih teliti dari pembaca.

Akan lebih menarik lagi jika jurnal yang Anda buat menggunakan referensi dari hasil penelitian pembaca. Boleh kok dilakukan, asalkan benar-benar mendukung paper yang Anda buat tadi.

9.  Sejauh Mungkin Hindari Plagiarimse

Poin yang harus sangat-sangat diperhatikan. Apapun karya ilmiah yang Anda tulis, jangan sampai hasil plagiat alias copy-paste. Ibaratnya, sebaik apapun karya ilmiah yang Anda tulis, jika hasil dari copy-paste karya orang lain pasti tidak akan mendapatkan apresiasi dari khalayak umum. Bahkan Anda masih dianggap plagiat jika copy-paste dari hasil karya Anda sendiri yang sudah publish. Maka dari itu, sebisa mungkin hindarilah tindakan tersebut.

9 Alasan Mengapa Jurnal Gagal Masuk Scopus

Berikut hal-hal yang bisa membuat publikasi ilmiah gagal masuk Scopus dikutip dari laman undip.ad.ic:

  1. Tidak adanya motivasi dan niat
  2. Tidak percaya diri (merasa dirinya kecil)
  3. Tidak memiliki pembimbing berpengalaman
  4. Rasa takut ditolak
  5. Tidak memiliki ide
  6. Bahasa, dana, modal
  7. Terlalu perfeksionis
  8. Tekanan harus segera lulus (syarat lulus)
  9. Promotor/supervisor serta aturan yang membatasi

Konten yang cocok untuk publikasi jurnal Scopus

  • 1.           Konten jurnal harus memiliki masalah yang jelas, hipotesis muncul
  • 2.           Memiliki kontribusi/novelty, umumnya pada metode riset paper, analisis dalam pada review paper
  • 3.           Dijelaskan dengan detail dan menarik
  • 4.           Memiliki komparasi sehingga kontribusi lebih mudah diukur menggunakan dataset public atau replica metode, khususnya pada penelitian kuantitatif bidang computer dan Teknik
  • 5.           Memiliki daftar pustaka berkualitas, mayoritas memiliki kualitas yang sama atau lebih baik dari jurnal yang dituju

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih jurnal:

  • 1.           Sesuaikan topik riset dengan AIM dan SCOPE Jurnal, pastikan melakukan searching pada journal archive artikel-artikel yang memiliki topik sama
  • 2.           Pastikan jurnal terindex scopus
  • 3.           Cek di Scimagojr dan scopus.com
  • 4.           Memastikan jurnal bukan predator, cek https://beallslist.net/
  • 5.           Memastikan APC sesuai budget, jurnal Scopus banyak yang gratis, umumnya publisher besar milik Elsevier/ Springer/Emerald dan lainnya memiliki opsi publish gratis dengan mode subscription
  • 6.           Jika jurnal akan digunakan sebagai syarat mengajukan LK atau GB bisa cek di https://pak.kemendikbud.go.id/portalv2/jurnal-yang-harus-dihindari/ atau https://pak.kemdikbud.go.id/portalv2/jurnal-yang-direkomendasi/

Perhatikan kondisi ini saat mensubmit jurnal:

  • 1.           Manuskrip sudah sesuai dengan author guidline dan template jurnal
  • 2.           Menyiapkan cover letter jika perlu
  • 3.           Memastikan sesuai aim dan Scope jurnal serta secara etik jurnal tidak boleh disubmit kedua kali atau lebih jurnal

Alur proses publikasi jurnal:

  • 1.           Dari author ke editor (submission)
  • 2.           Editor ke reviewer (lolos preview), jika tidak lolos berarti reject
  • 3.           Reviewer, setidaknya dua atau lebih reviewer
  • 4.           Editor decision (reject/accept/revise) jika reject kembali ke author atau jika accept ke jurnal production dan jika revisi, lakukan revisi sesuai komentar
  • 5.           Proofread
  • 6.           Publish

Kesimpulan

Nah, demikianlah pembahasan kami mengenai tips jurnal terindeks scopus yang semoga bisa bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian

Bagi kalian yang memiliki masalah publikasi scopus, bisa konsultasi dengan kami

Sumber : graduate.binus.ac.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *