Format Penulisan Jurnal SINTA

Format Penulisan Jurnal SINTA

Hallo Sobat Publikasi! Bagi kamu yang masih bertanya-tanya mengenai bagaimana Format Penulisan Jurnal SINTA 1, 2, 3, 4, 5, dan 6, maka ini merupakan artikel yang tepat untukmu! Yuk simak sampai habis!

Bagi Akademisi salah satunya Dosen, menulis Jurnal Ilmiah bukan hal yang mudah di lakukan. Hal ini karena membuat Jurnal harus dengan structural yang benar.

Sehingga susunan setiap bab harus berurutan serta menggunakan bahasa yang mudah di pahami oleh pembaca. Bahkan, untuk melakukan penelitian sendiri membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Baca Juga : Cara Mudah Sinkronisasi Google Scholar Dengan SINTA

Format Penulisan Jurnal Sinta (Manuscript Jurnal)

Format Penulisan Jurnal SINTA

Mengutip dari Prof. Arif, jika kamu ingin mendapatkan naskah Jurnal yang bagus, maka kamu harus memperhatikan beberapa indikator penting dalam penulisan Jurnal.

Beberapa di antaranya adalah:

Format Penulisan Jurnal SINTA 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 yang pertama adalah Judul Artikel,

1. Judul Artikel

Buatlah Judul Artikel yang menarik atensi dan bersifat provokatif, menggambarkan isi atau temuan, tidak berupa singkatan dan nama peraturan, dan tanpa nama objek atau lokasi penelitian.

2. Abstrak

Format Penulisan Jurnal SINTA yang kedua adalah Abstrak

Ini bagian paling penting di dalam sebuah Jurnal. Abstrak bisa di katakan sebagai intisari dari penelitian tersebut. Pertama kali membaca, pasti para reviewer akan terfokus bagian tersebut terlebih dahulu.

3. Keyword

Format penulisan Jurnal SINTA yang ketiga adalah Keyword

Selain abstrak, perhatikan kata kunci dengan baik. Kata kunci atau Keyword ini sangat penting untuk mengetahui arah perbincangan Jurnal yang akan di buat.

4. Pendahuluan

Adalah bagian pertama dalam sebuah Jurnal. Di bagian ini akan terlihat jelas, bagaimana pembahasan Jurnal tersebut.

5. Metode Penelitian

Bagian penting selanjutnya adalah metode penelitian. Pada metode penelitian ini, Kamu harus memastikan bahwa metode yang Kamu gunakan di dalam penelitian tersebut sudah sesuai.

Baca Juga : 3 Perbedaan SINTA dan SCOPUS Pengertian, Tips, Cara

6. Hasil dan pembahasan

Dalam menuliskan Jurnal, hasil dan pembahasan sangatlah penting untuk mengetahui arah penelitian tersebut. Selain itu, hasil dan pembahasan ini juga sangat penting untuk mengetahui hasil penemuan di penelitian tersebut.

7. Diskusi

Pembahasan pada bagian berikut ini sangatlah penting untuk membuat Jurnal tersebut lebih mudah di pahami. Untuk itu, di perlukan uraian yang jelas di bagian tersebut.

8. Simpulan

Dalam sebuah Jurnal tentunya juga di ikuti dengan simpulan. Penulisan simpulan ini harus benar-benar di perhatikan agar Jurnal tersebut mudah di serap oleh pembaca.

9. Ucapan terima kasih

Selain simpulan, ucapan terima kasih juga di tuliskan di sini. Ucapan terima kasih biasanya berisikan beberapa pihak yang sudah ikut membantu dalam proses pembuatan Jurnal.

10. Referensi

Tak kalah penting dari yang lain. Bagian referensi juga sangat penting untuk membuat jurnal yang di tulis lebih trusted. Jadi Kamu bisa menyertakan beberapa referensi yang sudah di gunakan untuk menulis jurnal tersebut. 

Prof. Arif mengatakan hal lain yang perlu di perhatikan untuk memudahkan dalam menulis dan melakukan Publikasi Ilmiah. Yakni, dapat menggunakan tools untuk membantu menulis paper.

“Saya menyarankan empat tools untuk membantu menulis jurnal yaitu: Mendeley, Grammarly, Turnitin, Word (Comparing).” Pungkasnya

Baca Juga : Hanya 2 Menit! Ini lah Cara Cek Merk Dagang!

Cara Menulis Jurnal untuk Publikasi di SCOPUS & SINTA

  • Akademisi perlu pandai dalam memilih jurnal dan penerbit

Banyak Penerbit yang menyediakan secara gratis. Ada juga kegiatan hibah penelitian yang memberi dana untuk melakukan penulisan Jurnal, dan mengikuti konferensi Internasional.

Peluang-peluang ini tersedia luas dan bisa dengan mudah di temui di internet. Walaupun demikian, memang perlu ketekunan dan ketelitian dalam mengumpulkan informasi tersebut.

  • Belajar dari penolakan 

Mirip dengan menerbitkan opini di media massa, penerbitan Jurnal juga bisa di tolak. Prof. Arif menjelaskan bahwa hal ini  sangat wajar. Setelah di tolak, akademisi harus bangkit dan refleksi diri. Kamu harus belajar dari kenapa jurnal Kamu di tolak.

  • Memilih target Jurnal yang tepat dan sesuai kemampuan

Lagi-lagi, hamper sama dengan media massa dimana kolom opini di koran Nasional ternama tentu lebih sulit di tembus di banding media lainnya, hal yang sama juga terjadi untuk jurnal.

Akademisi harus mengetahui bagaimana target Jurnal yang di pilih. Mulai dari tingkat kesulitannya, gaya selingkung, preferensi redaksi, hingga batasan-batasan yang ada dalam jurnal tersebut.

  •  Menyiapkan paper dan menyusun manuscript

Ketika menulis sebuah Jurnal, memang tak sama saat menulis buku pada umumnya. Penulisan sebuah paper atau jurnal harus di siapkan dengan baik. Terutama dalam penulisan abstrak dan penyusuan manuscript.

Kesimpulan

Cukup sekian pembahasan kami mengenai Format Penulisan Jurnal SINTA 1, 2, 3, 4, 5, 6. Semoga bisa membantu para Sobat Publikasi yang tengah betanya-tanya. Dan masih bingung mengenai itu.


FAQ

Apa nama Website SINTA?

Untuk masuk ke website SINTA sendiri kamu perlu klik link ini https://sinta.kemdikbud.go.id/

ISSN itu apa?

ISSN adalah nomor unik untuk setiap judul terbitan berseri . Untuk pengajuan nomor baru ISSN diberikan pada edisi terbitan yang sedang dalam proses dan yang akan terbit.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *