10 Format Penulisan Jurnal SINTA yang Benar (Panduan Lengkap SINTA 1–6)

Publikasi Indonesia

Format Penulisan Jurnal SINTA
Format Penulisan Jurnal SINTA

Naskah ditolak editor sebelum sempat direview. Bukan karena penelitiannya buruk, bukan karena datanya lemah tapi karena format penulisan tidak sesuai standar jurnal.

Ini adalah kesalahan paling umum sekaligus paling mudah dihindari. Memahami format penulisan jurnal SINTA yang benar adalah investasi waktu yang sepadan karena satu kesalahan format bisa membuat kerja keras berbulan-bulan sia-sia di tahap desk review.

Di panduan ini kamu akan menemukan: 10 bagian utama artikel jurnal SINTA beserta cara menulis setiap bagian dengan benar, contoh konkret, format teknis standar (margin, font, spasi), cara menyesuaikan dengan gaya selingkung jurnal, 5 kesalahan fatal yang sering terjadi, dan checklist lengkap sebelum submit. Semua dalam satu panduan yang bisa dibaca dari awal sampai selesai.

⚠️ Penting! Format penulisan bersifat spesifik per jurnal. Panduan ini membahas standar umum yang berlaku di sebagian besar jurnal SINTA. Selalu unduh Author Guidelines resmi dari jurnal yang kamu tuju sebelum mulai menulis.

Mengapa Format Penulisan Sepenting Konten Penelitian?

Banyak akademisi yang menganggap format adalah formalitas belaka yang penting kontennya bagus. Ini adalah persepsi yang bisa sangat merugikan.

Kenyataannya, editor jurnal memproses ratusan naskah per bulan. Di desk review tahap penyaringan pertama sebelum masuk ke reviewer naskah yang tidak sesuai format langsung dikembalikan tanpa direview lebih lanjut. Tidak peduli seberapa bagus data atau argumennya.

❌ Tanpa Format yang Benar

  • Ditolak di desk review
  • Waktu berbulan-bulan terbuang
  • Harus format ulang dari awal
  • Kehilangan slot terbit

✅ Dengan Format yang Tepat

  • Lolos desk review
  • Masuk ke tahap peer review
  • Meningkatkan kesan profesional
  • Mempercepat proses editorial
💡 Prinsip utama: Buka template resmi jurnal yang kamu tuju sebelum mulai menulis bukan setelah naskah selesai. Untuk panduan menemukan dan menggunakan template, baca artikel template jurnal SINTA →

Gambaran Umum Struktur Artikel Jurnal SINTA

Sebagian besar jurnal SINTA menggunakan struktur IMRAD yang merupakan standar penulisan ilmiah internasional. Berikut 10 bagian utamanya:

NoBagianFungsi UtamaPanjang Ideal
1JudulMendeskripsikan isi penelitian secara ringkas10–15 kata
2AbstrakRingkasan keseluruhan artikel150–250 kata (2 bahasa)
3Kata KunciMembantu indeksasi di database ilmiah3–6 kata/frasa
4PendahuluanLatar belakang, gap penelitian, tujuan10–15% total artikel
5Metode PenelitianBagaimana penelitian dilakukan15–20% total artikel
6Hasil PenelitianTemuan data secara objektif20–25% total artikel
7PembahasanInterpretasi dan makna temuan25–30% total artikel
8KesimpulanJawaban atas tujuan penelitian5–10% total artikel
9Ucapan Terima KasihPenghargaan ke pihak pendukungOpsional — 2–4 kalimat
10Daftar PustakaSemua sumber yang dikutipMinimal 15–20 sumber (tergantung jurnal)

Panduan Lengkap 10 Bagian Format Penulisan Jurnal SINTA

📌 Bagian 1 Judul Artikel

Judul adalah kesan pertama. Editor dan reviewer menilai relevansi naskah dari judul sebelum membaca satu kata pun dari isinya. Judul yang buruk = naskah tidak dibaca dengan serius.

Kriteria Judul yang BaikPenjelasan
Spesifik & TerukurSebutkan variabel, subjek, konteks, atau metode yang digunakan
10–15 KataTidak terlalu panjang, tidak terlalu singkat. Cukup untuk mendeskripsikan isi
Mengandung Kata Kunci UtamaMembantu visibilitas di Google Scholar, SINTA, dan database akademik
Tanpa Singkatan Tidak UmumKecuali singkatan yang sudah sangat baku di bidang tersebut
Contoh perbandingan:
“Pengaruh Media terhadap Belajar” terlalu umum, tidak ada konteks
“Pengaruh Penggunaan Video Animasi terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika UNY” — spesifik, terukur, ada kata kunci

📌 Bagian 2  Abstrak

Abstrak adalah mini-artikel. Harus bisa dipahami tanpa membaca artikel utama. Reviewer sering memutuskan apakah akan membaca lebih lanjut hanya dari abstrak.

Latar BelakangKonteks singkat masalah
TujuanApa yang ingin dicapai
MetodePendekatan yang digunakan
HasilTemuan utama
KesimpulanImplikasi temuan
Hal yang TIDAK boleh ada di abstrak: referensi/sitasi, singkatan yang tidak umum, gambar atau tabel, dan pernyataan yang tidak ada di artikel utama.Panjang standar: 150–250 kata. Wajib ditulis dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris). Jangan mengandalkan Google Translate abstrak versi Inggris harus diedit oleh native speaker atau proofreader yang kompeten.

📌 Bagian 3 Kata Kunci (Keywords)

Kata kunci bukan sekadar formalitas. Ini adalah “label” yang menentukan apakah artikelmu muncul ketika orang mencari topik tertentu di database ilmiah.

  • Gunakan 3–6 kata atau frasa kunci terlalu sedikit kurang terindeks, terlalu banyak menjadi tidak fokus
  • Pilih istilah yang spesifik dan terstandar di bidangmu bukan istilah yang kamu ciptakan sendiri
  • Hindari kata yang sudah ada di judul (untuk memperluas cakupan indeksasi)
  • Susun dari yang paling spesifik ke paling umum
Contoh: Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek; motivasi belajar; pendidikan matematika; sekolah menengah; Indonesia

📌 Bagian 4 Pendahuluan

Pendahuluan yang kuat menjawab satu pertanyaan mendasar: “Mengapa penelitian ini penting dan apa yang belum pernah diteliti sebelumnya?”

Struktur pendahuluan yang efektif mengikuti pola corong: dari yang umum ke yang spesifik.

🔺 Konteks umum & signifikansi topik
📚 Kajian literatur — apa yang sudah diketahui
🔍 Research gap — apa yang BELUM diketahui
🎯 Tujuan penelitian + pernyataan novelty eksplisit
Tips kritis: Pernyataan novelty harus eksplisit. Tulis kalimat seperti: “Berbeda dari penelitian sebelumnya yang hanya mengkaji X, penelitian ini secara khusus meneliti Y dengan menggunakan pendekatan Z di konteks A.” Tanpa pernyataan ini, reviewer SINTA 1–2 hampir pasti meminta major revision atau menolak langsung.

📌 Bagian 5 Metode Penelitian

Bagian metode harus ditulis cukup detail agar penelitian bisa direplikasi oleh peneliti lain. Ini bukan ringkasan — ini adalah dokumentasi ilmiah.

Komponen WajibKuantitatifKualitatif
Desain PenelitianEksperimen, survei, korelasionalFenomenologi, grounded theory, studi kasus
Subjek / SampelJumlah, teknik sampling, karakteristikInforman, kriteria purposive, jumlah
InstrumenKuesioner, uji validitas & reliabilitasPanduan wawancara, observasi
Analisis DataStatistik deskriptif, regresi, ANOVATematik, content analysis, triangulasi
Kesalahan umum: Menulis metode terlalu singkat seperti “Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara tematik”. Ini tidak cukup. Jelaskan berapa informan, bagaimana kriteria pemilihan, bagaimana proses coding, dan bagaimana triangulasi dilakukan.

📌 Bagian 6 Hasil Penelitian

Bagian hasil menyajikan data secara objektif tanpa interpretasi. Tanyakan pada diri sendiri: “Apakah saya sedang menyajikan fakta atau menjelaskan maknanya?” Kalau menjelaskan makna itu masuk Pembahasan, bukan Hasil.

  • Sajikan data dalam bentuk yang paling mudah dipahami: tabel, grafik, atau diagram
  • Setiap tabel dan gambar harus bernomor dan memiliki judul yang informatif
  • Tulis narasi yang merujuk ke tabel/gambar, bukan mengulang semua angkanya
  • Urutan penyajian mengikuti urutan pertanyaan/tujuan penelitian
Contoh yang salah: “Nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 82,5, sedangkan kelompok kontrol 71,3. Ini berarti pembelajaran berbasis proyek efektif.”Yang benar (pisahkan): Bagian Hasil: “Nilai rata-rata kelompok eksperimen (M=82,5; SD=4,2) lebih tinggi dari kelompok kontrol (M=71,3; SD=5,1) sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 2.” → Interpretasinya masuk ke Pembahasan.

📌 Bagian 7 Pembahasan

Pembahasan adalah jantung artikel ilmiah. Di sinilah kamu menunjukkan kedalaman analisismu bukan sekadar mengulang hasil, tapi memaknai, membandingkan, dan menjelaskan implikasinya.

1
Interpretasi Hasil

Jelaskan mengapa hasilnya seperti itu. Apa yang menyebabkan temuan tersebut? Ada faktor apa yang mungkin berpengaruh?

2
Perbandingan dengan Literatur

Apakah temuan kamu sejalan atau bertentangan dengan penelitian sebelumnya? Kalau berbeda, jelaskan kemungkinan penyebabnya.

3
Implikasi & Keterbatasan

Apa implikasi praktis dan teoretis dari temuan ini? Apa keterbatasan penelitian yang perlu diakui secara jujur?

📌 Bagian 8 Kesimpulan

Kesimpulan bukan ringkasan artikel. Kesimpulan adalah jawaban langsung atas tujuan penelitian yang kamu tulis di pendahuluan.

❌ Kesimpulan yang salah: “Dalam penelitian ini telah dilakukan analisis terhadap pengaruh pembelajaran berbasis proyek. Data dikumpulkan dari 60 responden dan dianalisis menggunakan SPSS…” Ini ringkasan, bukan kesimpulan.✅ Kesimpulan yang benar: “Pembelajaran berbasis proyek terbukti secara signifikan meningkatkan motivasi belajar mahasiswa (p<0,05) dengan effect size sebesar d=0,72. Temuan ini mengimplikasikan bahwa perguruan tinggi perlu mengintegrasikan pendekatan project-based learning secara sistematis dalam kurikulum…”

📌 Bagian 9 & 10 Ucapan Terima Kasih & Daftar Pustaka

Ucapan Terima Kasih (Acknowledgement) bersifat opsional digunakan jika penelitian mendapat pendanaan hibah, bantuan institusi, atau kontribusi signifikan dari pihak lain. Tulis dalam 2–4 kalimat yang ringkas.

Daftar Pustaka adalah elemen yang paling sering menyebabkan masalah teknis. Beberapa hal yang wajib diperhatikan:

  • Gunakan reference manager (Mendeley atau Zotero) sejak awal jangan manual
  • Format yang paling umum di jurnal SINTA: APA 7th edition
  • Minimal 15–25 sumber, tergantung ketentuan jurnal
  • Minimal 50–60% dari jurnal internasional terindeks (Scopus, WoS, DOAJ)
  • Minimal 60–70% dari 5–10 tahun terakhir
  • Setiap sumber di daftar pustaka harus dikutip di teks tidak boleh ada yang tidak dikutip
💡 Tips Mendeley/Zotero: Pasang plugin di Microsoft Word sejak awal penulisan. Ini akan menghemat waktu berjam-jam di akhir dan menghilangkan risiko inkonsistensi format sitasi. Gratis dan bisa diunduh di mendeley.com atau zotero.org.

Format Teknis Standar Jurnal SINTA

Di luar struktur konten, ada elemen teknis yang sama pentingnya. Ini yang paling sering diabaikan:

Elemen TeknisStandar UmumCatatan Penting
Font & UkuranTimes New Roman 10–12pt / CambriaIkuti template resmi jangan diganti
SpasiSingle space (1,0) atau 1,15Berbeda antar jurnal cek template
Layout Kolom1 kolom atau 2 kolomEksakta/teknik sering 2 kolom; sosial/humaniora sering 1 kolom
Panjang Artikel10–20 halaman (termasuk daftar pustaka)Cek author guidelines masing-masing jurnal
Format File.doc atau .docx (Word)PDF hanya jika diminta khusus
PlagiarismeSimilarity maksimal 20–25%SINTA 1–2 sering mensyaratkan <15%
⚠️ Ingat: Format teknis di atas adalah standar umum. Setiap jurnal SINTA punya ketentuan spesifik yang bisa berbeda. Selalu unduh template resmi dari halaman author guidelines jurnal yang kamu tuju. Panduan lengkapnya ada di artikel template jurnal SINTA →

Memahami Gaya Selingkung dan Cara Menyesuaikannya

Gaya selingkung (house style) adalah panduan editorial khusus milik setiap jurnal yang mengatur segala hal tentang format, gaya bahasa, dan ketentuan teknis artikel. Dua jurnal yang sama-sama SINTA 2 bisa punya gaya selingkung yang sangat berbeda.

Cara mempelajari gaya selingkung jurnal yang kamu tuju:

1
Baca Author Guidelines secara menyeluruh

Halaman ini biasanya ada di menu “For Authors” atau “Submissions” di website OJS jurnal. Baca sampai selesai, jangan di-skip.

2
Baca 2–3 artikel terbaru yang sudah diterima

Ini cara paling akurat memahami karakter jurnal. Lihat bagaimana mereka menulis pendahuluan, seberapa detail metodenya, dan gaya penulisan pembahasan yang disukai editor.

3
Tulis langsung di dalam file template

Jangan tulis di dokumen terpisah lalu copy-paste ke template. Copy-paste membawa format tersembunyi yang bisa merusak layout. Tulis dan edit langsung di dalam file template sejak awal.


 5 Kesalahan Fatal dalam Format Penulisan Jurnal SINTA

Dari ribuan naskah yang beredar, ini adalah 5 kesalahan yang paling sering menyebabkan penolakan di tahap desk review:

KesalahanMengapa FatalCara Menghindari
1. Tidak pakai template resmiLangsung dikembalikan editor tanpa masuk reviewDownload template dari OJS sebelum mulai menulis
2. Similarity di atas 25%Ditolak otomatis karena dianggap plagiatCek Turnitin/iThenticate sebelum submit, target <20%
3. Hasil & Pembahasan dicampurReviewer menilai penulis tidak memahami standar ilmiahHasil = sajikan data; Pembahasan = interpretasikan data
4. Referensi tidak konsistenMenunjukkan kurangnya perhatian terhadap detailGunakan Mendeley/Zotero dari awal penulisan
5. Tidak ada pernyataan noveltyEditor tidak tahu apa bedanya dengan penelitian lainTulis kalimat novelty eksplisit di akhir pendahuluan

 Checklist Lengkap Sebelum Submit ke Jurnal SINTA

Gunakan checklist ini sebagai langkah terakhir sebelum kamu menekan tombol submit. Centang setiap poin kalau ada yang belum, selesaikan dulu.

📋 Format & Teknis

  • ☐ Menggunakan template resmi jurnal
  • ☐ Font, ukuran, dan spasi sesuai template
  • ☐ Layout kolom sesuai ketentuan
  • ☐ Panjang artikel sesuai batas halaman
  • ☐ File dalam format .doc / .docx

📝 Konten & Struktur

  • ☐ Judul 10–15 kata, mengandung kata kunci
  • ☐ Abstrak 150–250 kata, dua bahasa
  • ☐ 3–6 kata kunci per bahasa
  • ☐ Novelty dinyatakan eksplisit di pendahuluan
  • ☐ Hasil & Pembahasan dipisah dengan jelas

📚 Referensi

  • ☐ Format sitasi konsisten (APA/Chicago/IEEE)
  • ☐ Minimal 50% referensi dari jurnal internasional
  • ☐ Minimal 60% referensi dari 5 tahun terakhir
  • ☐ Semua sitasi ada di daftar pustaka & sebaliknya
  • ☐ Menggunakan Mendeley/Zotero

✅ Kualitas & Etika

  • ☐ Similarity <20% (cek Turnitin/iThenticate)
  • ☐ Sudah proofread oleh orang lain
  • ☐ Abstrak bahasa Inggris sudah diedit
  • ☐ Jurnal yang dituju sesuai focus & scope
  • ☐ Tidak submit ke jurnal lain bersamaan

✨ Penawaran Eksklusif Publikasi Indonesia

Layanan Publikasi
Jurnal Terakreditasi

SINTA 1
SINTA 2
SINTA 3
SINTA 4
SINTA 5
SINTA 6

🎯 Spesial Tahun 2026  |  Tersedia Berbagai Bidang Keilmuan

💰 Biaya sudah termasuk pelayanan:

✅ Review Naskah
✅ Editing Template
✅ Mendeley
✅ Proofreading
✅ Cek Turnitin
✅ Revisi Minor
✅ Sertifikasi
Garansi Publish 100%

Kamu sudah membaca panduan ini sampai akhir artinya kamu serius mempersiapkan naskahmu. Tapi mengetahui formatnya dan mengeksekusinya dengan sempurna adalah dua hal yang berbeda. Bahkan peneliti berpengalaman pun sering membutuhkan pendampingan untuk memastikan setiap detail format sesuai standar jurnal yang dituju.

Publikasi Indonesia hadir untuk memastikan naskahmu tidak hanya memahami format yang benar, tapi benar-benar terbit. Dari penyesuaian template, cek plagiarisme, proofreading, hingga pendampingan revisi reviewer semua ditangani tim profesional. Pelajari prosesnya di panduan publikasi jurnal SINTA →

Untuk setiap bulannya, kami hanya menerima 4 naskah saja. Dan untuk bulan ini, hanya tersisa 1 slot naskah. Jika kamu berhasil mendapatkannya, kemungkinan besar naskahmu akan terbit bulan ini.

Kami menerima semua rumpun ilmu  mulai dari Agama, Ekonomi, Sastra, Kesehatan, Psikologi, Sosial dan lain sebagainya.

Bagi kamu yang tertarik dengan penawaran kami, bisa langsung konsultasikan melalui Whatsapp di bawah ini!

📲 Konsultasi Gratis Sekarang

Kesimpulan

Format penulisan jurnal SINTA bukan hambatan birokrasi ini adalah standar yang memastikan artikel ilmiah bisa dipahami, dievaluasi, dan dikutip secara konsisten oleh komunitas akademik di seluruh dunia.

10 bagian utama judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih, dan daftar pustaka masing-masing memiliki fungsi spesifik yang tidak bisa dipertukarkan. Memahami mengapa setiap bagian ada akan membantumu menulis dengan jauh lebih baik dibanding sekadar mengikuti template secara mekanis.

Ingat: tidak ada satu format universal yang berlaku untuk semua jurnal SINTA. Panduan ini membahas standar umum selalu unduh template resmi dan baca author guidelines dari jurnal yang kamu tuju sebelum mulai menulis.

📌 Langkah berikutnya:
Download template jurnal di panduan template jurnal SINTA →  |
Cari jurnal yang tepat di daftar jurnal SINTA 2 →  |
Cek biaya publikasi di biaya publikasi jurnal SINTA 1–6 →

FAQ

Apakah semua jurnal SINTA menggunakan format yang sama?

Tidak. SINTA hanya mengindeks dan memberi peringkat format sepenuhnya ditentukan oleh masing-masing pengelola jurnal. Dua jurnal SINTA 2 bisa punya template dan gaya selingkung yang sangat berbeda. Selalu unduh template resmi dari OJS jurnal yang dituju.

Berapa panjang ideal abstrak jurnal SINTA?

Standar umum adalah 150–250 kata untuk setiap versi bahasa (Indonesia dan Inggris). Abstrak harus memuat latar belakang singkat, tujuan penelitian, metode, hasil utama, dan kesimpulan tanpa sitasi atau referensi apapun.

Apa perbedaan antara bagian Hasil dan Pembahasan?

Bagian Hasil hanya menyajikan data secara objektif angka, tabel, grafik tanpa interpretasi. Bagian Pembahasan menginterpretasikan data tersebut, membandingkannya dengan penelitian sebelumnya, dan menjelaskan implikasinya. Mencampurkan keduanya adalah kesalahan yang sangat sering menjadi catatan reviewer.

Berapa maksimal similarity (plagiarisme) yang diizinkan?

Standar umum adalah di bawah 20–25%. Untuk jurnal SINTA 1–2, banyak yang mensyaratkan di bawah 15%. Cek menggunakan Turnitin atau iThenticate sebelum submit. Ingat: kutipan langsung dari peraturan atau dokumen resmi bisa menaikkan similarity kurangi kutipan langsung dan perbanyak parafrase.

Format sitasi apa yang paling umum digunakan jurnal SINTA?

Format APA 7th edition adalah yang paling banyak digunakan jurnal SINTA, terutama di bidang pendidikan, sosial, humaniora, dan kesehatan. Bidang teknik sering menggunakan IEEE, bidang hukum kadang menggunakan Chicago atau footnote. Cek author guidelines jurnal yang kamu tuju untuk kepastian, dan gunakan Mendeley atau Zotero untuk memastikan konsistensi.

Publikasi Indonesia Publikasi Indonesia

Publikasi Indonesia

Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.

Related Post