Naskah ditolak editor sebelum sempat direview. Bukan karena penelitiannya buruk, bukan karena datanya lemah tapi karena format penulisan tidak sesuai standar jurnal.
Ini adalah kesalahan paling umum sekaligus paling mudah dihindari. Memahami format penulisan jurnal SINTA yang benar adalah investasi waktu yang sepadan karena satu kesalahan format bisa membuat kerja keras berbulan-bulan sia-sia di tahap desk review.
Di panduan ini kamu akan menemukan: 10 bagian utama artikel jurnal SINTA beserta cara menulis setiap bagian dengan benar, contoh konkret, format teknis standar (margin, font, spasi), cara menyesuaikan dengan gaya selingkung jurnal, 5 kesalahan fatal yang sering terjadi, dan checklist lengkap sebelum submit. Semua dalam satu panduan yang bisa dibaca dari awal sampai selesai.
Mengapa Format Penulisan Sepenting Konten Penelitian?
Banyak akademisi yang menganggap format adalah formalitas belaka yang penting kontennya bagus. Ini adalah persepsi yang bisa sangat merugikan.
Kenyataannya, editor jurnal memproses ratusan naskah per bulan. Di desk review tahap penyaringan pertama sebelum masuk ke reviewer naskah yang tidak sesuai format langsung dikembalikan tanpa direview lebih lanjut. Tidak peduli seberapa bagus data atau argumennya.
❌ Tanpa Format yang Benar
- Ditolak di desk review
- Waktu berbulan-bulan terbuang
- Harus format ulang dari awal
- Kehilangan slot terbit
✅ Dengan Format yang Tepat
- Lolos desk review
- Masuk ke tahap peer review
- Meningkatkan kesan profesional
- Mempercepat proses editorial
Gambaran Umum Struktur Artikel Jurnal SINTA
Sebagian besar jurnal SINTA menggunakan struktur IMRAD yang merupakan standar penulisan ilmiah internasional. Berikut 10 bagian utamanya:
Panduan Lengkap 10 Bagian Format Penulisan Jurnal SINTA
📌 Bagian 1 Judul Artikel
Judul adalah kesan pertama. Editor dan reviewer menilai relevansi naskah dari judul sebelum membaca satu kata pun dari isinya. Judul yang buruk = naskah tidak dibaca dengan serius.
❌ “Pengaruh Media terhadap Belajar” terlalu umum, tidak ada konteks
✅ “Pengaruh Penggunaan Video Animasi terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika UNY” — spesifik, terukur, ada kata kunci
📌 Bagian 2 Abstrak
Abstrak adalah mini-artikel. Harus bisa dipahami tanpa membaca artikel utama. Reviewer sering memutuskan apakah akan membaca lebih lanjut hanya dari abstrak.
📌 Bagian 3 Kata Kunci (Keywords)
Kata kunci bukan sekadar formalitas. Ini adalah “label” yang menentukan apakah artikelmu muncul ketika orang mencari topik tertentu di database ilmiah.
- Gunakan 3–6 kata atau frasa kunci terlalu sedikit kurang terindeks, terlalu banyak menjadi tidak fokus
- Pilih istilah yang spesifik dan terstandar di bidangmu bukan istilah yang kamu ciptakan sendiri
- Hindari kata yang sudah ada di judul (untuk memperluas cakupan indeksasi)
- Susun dari yang paling spesifik ke paling umum
📌 Bagian 4 Pendahuluan
Pendahuluan yang kuat menjawab satu pertanyaan mendasar: “Mengapa penelitian ini penting dan apa yang belum pernah diteliti sebelumnya?”
Struktur pendahuluan yang efektif mengikuti pola corong: dari yang umum ke yang spesifik.
📌 Bagian 5 Metode Penelitian
Bagian metode harus ditulis cukup detail agar penelitian bisa direplikasi oleh peneliti lain. Ini bukan ringkasan — ini adalah dokumentasi ilmiah.
📌 Bagian 6 Hasil Penelitian
Bagian hasil menyajikan data secara objektif tanpa interpretasi. Tanyakan pada diri sendiri: “Apakah saya sedang menyajikan fakta atau menjelaskan maknanya?” Kalau menjelaskan makna itu masuk Pembahasan, bukan Hasil.
- Sajikan data dalam bentuk yang paling mudah dipahami: tabel, grafik, atau diagram
- Setiap tabel dan gambar harus bernomor dan memiliki judul yang informatif
- Tulis narasi yang merujuk ke tabel/gambar, bukan mengulang semua angkanya
- Urutan penyajian mengikuti urutan pertanyaan/tujuan penelitian
📌 Bagian 7 Pembahasan
Pembahasan adalah jantung artikel ilmiah. Di sinilah kamu menunjukkan kedalaman analisismu bukan sekadar mengulang hasil, tapi memaknai, membandingkan, dan menjelaskan implikasinya.
Jelaskan mengapa hasilnya seperti itu. Apa yang menyebabkan temuan tersebut? Ada faktor apa yang mungkin berpengaruh?
Apakah temuan kamu sejalan atau bertentangan dengan penelitian sebelumnya? Kalau berbeda, jelaskan kemungkinan penyebabnya.
Apa implikasi praktis dan teoretis dari temuan ini? Apa keterbatasan penelitian yang perlu diakui secara jujur?
📌 Bagian 8 Kesimpulan
Kesimpulan bukan ringkasan artikel. Kesimpulan adalah jawaban langsung atas tujuan penelitian yang kamu tulis di pendahuluan.
📌 Bagian 9 & 10 Ucapan Terima Kasih & Daftar Pustaka
Ucapan Terima Kasih (Acknowledgement) bersifat opsional digunakan jika penelitian mendapat pendanaan hibah, bantuan institusi, atau kontribusi signifikan dari pihak lain. Tulis dalam 2–4 kalimat yang ringkas.
Daftar Pustaka adalah elemen yang paling sering menyebabkan masalah teknis. Beberapa hal yang wajib diperhatikan:
- Gunakan reference manager (Mendeley atau Zotero) sejak awal jangan manual
- Format yang paling umum di jurnal SINTA: APA 7th edition
- Minimal 15–25 sumber, tergantung ketentuan jurnal
- Minimal 50–60% dari jurnal internasional terindeks (Scopus, WoS, DOAJ)
- Minimal 60–70% dari 5–10 tahun terakhir
- Setiap sumber di daftar pustaka harus dikutip di teks tidak boleh ada yang tidak dikutip
Format Teknis Standar Jurnal SINTA
Di luar struktur konten, ada elemen teknis yang sama pentingnya. Ini yang paling sering diabaikan:
Memahami Gaya Selingkung dan Cara Menyesuaikannya
Gaya selingkung (house style) adalah panduan editorial khusus milik setiap jurnal yang mengatur segala hal tentang format, gaya bahasa, dan ketentuan teknis artikel. Dua jurnal yang sama-sama SINTA 2 bisa punya gaya selingkung yang sangat berbeda.
Cara mempelajari gaya selingkung jurnal yang kamu tuju:
Halaman ini biasanya ada di menu “For Authors” atau “Submissions” di website OJS jurnal. Baca sampai selesai, jangan di-skip.
Ini cara paling akurat memahami karakter jurnal. Lihat bagaimana mereka menulis pendahuluan, seberapa detail metodenya, dan gaya penulisan pembahasan yang disukai editor.
Jangan tulis di dokumen terpisah lalu copy-paste ke template. Copy-paste membawa format tersembunyi yang bisa merusak layout. Tulis dan edit langsung di dalam file template sejak awal.
5 Kesalahan Fatal dalam Format Penulisan Jurnal SINTA
Dari ribuan naskah yang beredar, ini adalah 5 kesalahan yang paling sering menyebabkan penolakan di tahap desk review:
Checklist Lengkap Sebelum Submit ke Jurnal SINTA
Gunakan checklist ini sebagai langkah terakhir sebelum kamu menekan tombol submit. Centang setiap poin kalau ada yang belum, selesaikan dulu.
📋 Format & Teknis
- ☐ Menggunakan template resmi jurnal
- ☐ Font, ukuran, dan spasi sesuai template
- ☐ Layout kolom sesuai ketentuan
- ☐ Panjang artikel sesuai batas halaman
- ☐ File dalam format .doc / .docx
📝 Konten & Struktur
- ☐ Judul 10–15 kata, mengandung kata kunci
- ☐ Abstrak 150–250 kata, dua bahasa
- ☐ 3–6 kata kunci per bahasa
- ☐ Novelty dinyatakan eksplisit di pendahuluan
- ☐ Hasil & Pembahasan dipisah dengan jelas
📚 Referensi
- ☐ Format sitasi konsisten (APA/Chicago/IEEE)
- ☐ Minimal 50% referensi dari jurnal internasional
- ☐ Minimal 60% referensi dari 5 tahun terakhir
- ☐ Semua sitasi ada di daftar pustaka & sebaliknya
- ☐ Menggunakan Mendeley/Zotero
✅ Kualitas & Etika
- ☐ Similarity <20% (cek Turnitin/iThenticate)
- ☐ Sudah proofread oleh orang lain
- ☐ Abstrak bahasa Inggris sudah diedit
- ☐ Jurnal yang dituju sesuai focus & scope
- ☐ Tidak submit ke jurnal lain bersamaan
✨ Penawaran Eksklusif Publikasi Indonesia
Layanan Publikasi
Jurnal Terakreditasi
SINTA 2
SINTA 3
SINTA 4
SINTA 5
SINTA 6
🎯 Spesial Tahun 2026 | Tersedia Berbagai Bidang Keilmuan
💰 Biaya sudah termasuk pelayanan:
Kamu sudah membaca panduan ini sampai akhir artinya kamu serius mempersiapkan naskahmu. Tapi mengetahui formatnya dan mengeksekusinya dengan sempurna adalah dua hal yang berbeda. Bahkan peneliti berpengalaman pun sering membutuhkan pendampingan untuk memastikan setiap detail format sesuai standar jurnal yang dituju.
Publikasi Indonesia hadir untuk memastikan naskahmu tidak hanya memahami format yang benar, tapi benar-benar terbit. Dari penyesuaian template, cek plagiarisme, proofreading, hingga pendampingan revisi reviewer semua ditangani tim profesional. Pelajari prosesnya di panduan publikasi jurnal SINTA →
⚡ Untuk setiap bulannya, kami hanya menerima 4 naskah saja. Dan untuk bulan ini, hanya tersisa 1 slot naskah. Jika kamu berhasil mendapatkannya, kemungkinan besar naskahmu akan terbit bulan ini.
Kami menerima semua rumpun ilmu mulai dari Agama, Ekonomi, Sastra, Kesehatan, Psikologi, Sosial dan lain sebagainya.
Bagi kamu yang tertarik dengan penawaran kami, bisa langsung konsultasikan melalui Whatsapp di bawah ini!
Kesimpulan
Format penulisan jurnal SINTA bukan hambatan birokrasi ini adalah standar yang memastikan artikel ilmiah bisa dipahami, dievaluasi, dan dikutip secara konsisten oleh komunitas akademik di seluruh dunia.
10 bagian utama judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih, dan daftar pustaka masing-masing memiliki fungsi spesifik yang tidak bisa dipertukarkan. Memahami mengapa setiap bagian ada akan membantumu menulis dengan jauh lebih baik dibanding sekadar mengikuti template secara mekanis.
Ingat: tidak ada satu format universal yang berlaku untuk semua jurnal SINTA. Panduan ini membahas standar umum selalu unduh template resmi dan baca author guidelines dari jurnal yang kamu tuju sebelum mulai menulis.
Download template jurnal di panduan template jurnal SINTA → |
Cari jurnal yang tepat di daftar jurnal SINTA 2 → |
Cek biaya publikasi di biaya publikasi jurnal SINTA 1–6 →
FAQ
Apakah semua jurnal SINTA menggunakan format yang sama?
Tidak. SINTA hanya mengindeks dan memberi peringkat format sepenuhnya ditentukan oleh masing-masing pengelola jurnal. Dua jurnal SINTA 2 bisa punya template dan gaya selingkung yang sangat berbeda. Selalu unduh template resmi dari OJS jurnal yang dituju.
Berapa panjang ideal abstrak jurnal SINTA?
Standar umum adalah 150–250 kata untuk setiap versi bahasa (Indonesia dan Inggris). Abstrak harus memuat latar belakang singkat, tujuan penelitian, metode, hasil utama, dan kesimpulan tanpa sitasi atau referensi apapun.
Apa perbedaan antara bagian Hasil dan Pembahasan?
Bagian Hasil hanya menyajikan data secara objektif angka, tabel, grafik tanpa interpretasi. Bagian Pembahasan menginterpretasikan data tersebut, membandingkannya dengan penelitian sebelumnya, dan menjelaskan implikasinya. Mencampurkan keduanya adalah kesalahan yang sangat sering menjadi catatan reviewer.
Berapa maksimal similarity (plagiarisme) yang diizinkan?
Standar umum adalah di bawah 20–25%. Untuk jurnal SINTA 1–2, banyak yang mensyaratkan di bawah 15%. Cek menggunakan Turnitin atau iThenticate sebelum submit. Ingat: kutipan langsung dari peraturan atau dokumen resmi bisa menaikkan similarity kurangi kutipan langsung dan perbanyak parafrase.
Format sitasi apa yang paling umum digunakan jurnal SINTA?
Format APA 7th edition adalah yang paling banyak digunakan jurnal SINTA, terutama di bidang pendidikan, sosial, humaniora, dan kesehatan. Bidang teknik sering menggunakan IEEE, bidang hukum kadang menggunakan Chicago atau footnote. Cek author guidelines jurnal yang kamu tuju untuk kepastian, dan gunakan Mendeley atau Zotero untuk memastikan konsistensi.


