Mengetahui ciri-ciri jurnal terindeks SINTA adalah kemampuan dasar yang wajib dimiliki setiap akademisi sebelum memutuskan submit naskah. Tanpa memahami ciri-cirinya, kamu berisiko menerbitkan artikel di jurnal yang ternyata tidak diakui atau bahkan jurnal predator yang mengaku terakreditasi padahal tidak.
Artikel ini membahas secara komprehensif: 10 ciri jurnal yang benar-benar terindeks SINTA, perbedaan standar antar level SINTA, cara membedakan jurnal SINTA asli dari jurnal predator, dan cara verifikasi mandiri di portal resmi. Untuk konteks sistem peringkatan, baca dahulu panduan tingkatan jurnal SINTA.
Apa Itu Jurnal Terindeks SINTA?
SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem pengindeksan dan pemeringkatan jurnal ilmiah nasional yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek. Jurnal yang “terindeks SINTA” artinya jurnal tersebut sudah melalui proses akreditasi resmi oleh Arjuna (Akreditasi Jurnal Nasional) dan mendapatkan peringkat dari SINTA 1 (tertinggi) hingga SINTA 6 (terendah dalam sistem terakreditasi).
Yang penting dipahami: tidak semua jurnal dengan nama yang mengandung kata “SINTA” otomatis terakreditasi. Banyak jurnal mengklaim terindeks SINTA di website-nya padahal tidak bisa ditemukan di portal resmi. Ini yang menjadi dasar mengapa mengenali ciri-cirinya secara mendalam adalah penting.
10 Ciri-Ciri Jurnal Terindeks SINTA
Berikut 10 ciri yang dimiliki jurnal yang benar-benar terindeks SINTA, beserta penjelasan mengapa setiap ciri itu penting:
ISSN (International Standard Serial Number) adalah nomor pengenal 8-digit yang diberikan kepada publikasi berkala. Jurnal SINTA wajib memiliki ISSN yang terdaftar di LIPI (untuk ISSN Indonesia) baik ISSN cetak (p-ISSN) maupun ISSN online (e-ISSN).
Cara cek: Buka issn.lipi.go.id → masukkan nomor ISSN jurnal → verifikasi nama jurnal dan penerbitnya cocok.
Ini adalah ciri yang paling mudah diverifikasi. Jurnal SINTA yang sah bisa ditemukan di sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals dengan mencari nama jurnal atau nomor ISSN-nya. Profil jurnal akan menampilkan: peringkat aktif (S1–S6), nama penerbit, periode akreditasi, dan tautan ke website OJS jurnal.
Cara cek: Buka portal SINTA → cari via nama atau ISSN → profil jurnal tampil lengkap.
Jurnal SINTA wajib memiliki versi online yang bisa diakses publik melalui platform OJS (Open Journal System). Website ini harus memuat: halaman Editorial Board, Aims & Scope, Author Guidelines, Current Issue, dan arsip artikel sebelumnya yang bisa diunduh dalam format PDF.
Tanda bahaya: Jika website tidak bisa diakses, tidak ada halaman editorial, atau tampak terbengkalai — verifikasi ulang statusnya di portal SINTA.
Jurnal SINTA diterbitkan oleh entitas yang memiliki legitimasi akademis: perguruan tinggi (dan unit-unitnya), lembaga penelitian pemerintah, atau organisasi profesi keilmuan yang terdaftar. Penerbit perseorangan atau entitas tanpa legalitas akademis tidak bisa menerbitkan jurnal SINTA.
Cara cek: Profil penerbit tersedia di halaman About jurnal → cocokkan dengan nama institusi di profil SINTA.
Jurnal SINTA terbit secara terjadwal dan konsisten minimal 2 kali per tahun. Jurnal yang tidak menerbitkan edisi selama lebih dari 1 tahun bisa kehilangan statusnya di SINTA. Jadwal terbit yang konsisten adalah salah satu indikator pengelolaan yang profesional dan menjadi kriteria penilaian Arjuna.
Cara cek: Lihat halaman “Archives” atau “Current Issue” di OJS jurnal apakah ada edisi terbaru yang baru diterbitkan?
Dewan editorial jurnal SINTA harus terdiri dari para ahli di bidangnya yang berasal dari minimal dua institusi yang berbeda. Ini untuk memastikan tidak ada monopoli penilaian dari satu institusi saja. Nama editor harus dapat diverifikasi artinya keberadaan akademisnya bisa dicek di Google Scholar, SINTA author profile, atau website institusi.
Tanda bahaya: Editorial board berisi nama yang tidak bisa ditemukan di mana pun, atau semua berasal dari satu institusi yang sama.
Setiap edisi jurnal SINTA harus memuat artikel dari penulis yang berasal dari minimal dua institusi yang berbeda. Ini memastikan bahwa jurnal tidak menjadi “jurnal internal” satu kampus saja, dan bahwa proses peer-review berjalan secara independen dan tidak berkonfllik kepentingan.
Cara cek: Buka 2–3 edisi terbaru jurnal → lihat afiliasi penulis di setiap artikel — apakah beragam institusinya?
Jurnal SINTA menerapkan proses peer-review untuk setiap artikel yang masuk minimal single-blind review, idealnya double-blind. Proses review ini memastikan validitas ilmiah artikel sebelum diterbitkan. Jurnal SINTA 1 dan 2 umumnya menerapkan double-blind review dengan reviewer yang relevan di bidangnya.
Tanda bahaya: Jika jurnal mengklaim review selesai dalam 1–3 hari, hampir pasti tidak melalui proses review yang valid.
Jurnal SINTA yang sah menyediakan Author Guidelines yang lengkap dan dapat diunduh mencakup format penulisan, gaya sitasi, batasan jumlah kata, persyaratan abstrak, ketentuan tabel/gambar, dan kebijakan etika penulisan. Download template jurnal SINTA selalu tersedia di halaman ini.
Tanda bahaya: Author Guidelines tidak ada, kosong, atau hanya berisi satu kalimat umum tanpa detail teknis.
Setiap artikel yang diterbitkan di jurnal SINTA harus memiliki kontribusi nyata pada khasanah keilmuan bukan sekadar ulasan umum atau opini tanpa landasan riset. Artikel wajib didukung metodologi yang valid, referensi yang terverifikasi, dan novelty yang dapat dikonfirmasi oleh reviewer independen.
Intinya: Jurnal SINTA adalah wadah hasil penelitian ilmiah, bukan platform konten. Jika artikel yang terbit di suatu jurnal terasa seperti artikel blog biasa tanpa data dan metodologi itu tanda jurnal tersebut bermasalah.
Perbedaan Standar Ciri per Level SINTA
Meski semua jurnal SINTA memiliki 10 ciri dasar di atas, standar tiap ciri berbeda per level. Berikut perbandingannya:
Cara Membedakan Jurnal SINTA Asli vs Jurnal Predator
Jurnal predator yang mengaku “terindeks SINTA” adalah ancaman nyata. Berikut perbandingan sistematis yang bisa kamu jadikan panduan:
Cara Verifikasi Mandiri di Portal SINTA
Berikut langkah-langkah paling akurat untuk memverifikasi jurnal sebelum submit naskah:
Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals → masukkan nomor ISSN di kolom pencarian → profil jurnal akan tampil beserta peringkat aktifnya. Ini lebih akurat dari nama karena banyak jurnal memiliki nama yang serupa.
Dari profil SINTA, cocokkan: (a) nama jurnal, (b) nama penerbit, (c) ISSN semua harus sama persis dengan yang tertera di website jurnal. Ketidakcocokan salah satu elemen = jangan submit.
Di profil jurnal SINTA, ada informasi periode akreditasi. Pastikan akreditasinya belum expired. Jurnal yang akreditasinya sudah expired akan tampil dengan status “tidak aktif” atau peringkatnya tidak ditampilkan.
Klik link website di profil SINTA bukan dari link yang dibagikan pihak ketiga. Ini memastikan kamu mengakses website jurnal yang benar, bukan website tiruan. Cek ada tidaknya edisi terbaru dan Author Guidelines yang lengkap.
Kesimpulan
Jurnal terindeks SINTA memiliki 10 ciri yang dapat diverifikasi: ISSN valid, terdaftar di portal SINTA, website OJS aktif, diterbitkan lembaga berwenang, terbit berkala, dewan editor dari ≥2 institusi, penulis dari ≥2 institusi, peer-review terstandar, author guidelines lengkap, dan memenuhi kaidah keilmuan.
Perbedaan antar level SINTA bukan sekadar soal peringkat, melainkan standar peer-review, indeksasi internasional, dan persyaratan editorial yang berbeda. SINTA 1–2 setara standar internasional karena umumnya sudah terindeks Scopus atau Web of Science.
Langkah praktis setelah memahami ciri-cirinya: verifikasi jurnal target via sinta.kemdiktisaintek.go.id, download template resmi, dan pastikan scope artikel sesuai sebelum submit. Untuk panduan proses lengkapnya, baca artikel cara submit jurnal SINTA.
📚 Langkah Logis Selanjutnya
Sudah paham ciri-cirinya?
Sekarang saatnya pilih jurnal dan mulai submit
Publikasi Indonesia membantu kamu menemukan jurnal SINTA yang tepat, menyesuaikan format, dan mendampingi proses submit hingga artikel benar-benar terbit dengan garansi 100%.
FAQ
Bagaimana cara cepat mengetahui jurnal terindeks SINTA atau tidak?
Cara paling cepat dan akurat: buka sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals → masukkan nomor ISSN jurnal di kolom pencarian → jika muncul profil dengan peringkat aktif (S1–S6), jurnal tersebut resmi terindeks SINTA. Jika tidak muncul sama sekali, tidak terdaftar meski jurnal mengklaim sebaliknya.
Apakah jurnal yang punya ISSN otomatis terindeks SINTA?
Tidak. ISSN adalah syarat dasar memiliki jurnal berkala, tapi bukan bukti terakreditasi SINTA. Ribuan jurnal di Indonesia punya ISSN tapi tidak terindeks SINTA karena belum atau tidak lolos proses akreditasi Arjuna. ISSN dan akreditasi SINTA adalah dua hal berbeda yang saling melengkapi.
Apa perbedaan SINTA dan Scopus?
SINTA adalah sistem indeks jurnal nasional milik Kemendikbudristek Indonesia cakupannya jurnal berbahasa Indonesia dan jurnal nasional bereputasi. Scopus adalah database indeks jurnal internasional milik Elsevier cakupannya global. Jurnal SINTA 1 umumnya sudah terindeks Scopus juga, tapi tidak semua jurnal Scopus terdaftar di SINTA (khususnya jurnal luar negeri).
Apakah jurnal SINTA bisa diturunkan peringkatnya?
Ya. Akreditasi SINTA ditinjau secara berkala oleh Arjuna. Jurnal yang tidak mempertahankan standar editorial (terbit tidak teratur, kualitas menurun, pengelolaan bermasalah) bisa diturunkan peringkatnya atau dicabut akreditasinya. Ini alasan mengapa verifikasi status jurnal sebelum submit bukan hanya sekali di awal adalah kebiasaan yang baik.
Berapa lama proses akreditasi agar jurnal bisa terindeks SINTA?
Proses akreditasi Arjuna untuk masuk SINTA umumnya membutuhkan waktu 6–18 bulan sejak jurnal mendaftarkan diri. Jurnal harus sudah aktif terbit minimal 2 tahun dan memenuhi seluruh kriteria teknis (ISSN, OJS, frekuensi terbit, editorial board, dll) sebelum bisa diajukan untuk akreditasi. Setelah lolos, akreditasi berlaku untuk periode tertentu dan harus diperpanjang.


