10 Ciri-Ciri Jurnal Terindeks SINTA yang Perlu Diketahui

Publikasi Indonesia

Ciri Ciri Jurnal Terindeks SINTA
Ciri Ciri Jurnal Terindeks SINTA

Mengetahui ciri-ciri jurnal terindeks SINTA adalah kemampuan dasar yang wajib dimiliki setiap akademisi sebelum memutuskan submit naskah. Tanpa memahami ciri-cirinya, kamu berisiko menerbitkan artikel di jurnal yang ternyata tidak diakui atau bahkan jurnal predator yang mengaku terakreditasi padahal tidak.

Artikel ini membahas secara komprehensif: 10 ciri jurnal yang benar-benar terindeks SINTA, perbedaan standar antar level SINTA, cara membedakan jurnal SINTA asli dari jurnal predator, dan cara verifikasi mandiri di portal resmi. Untuk konteks sistem peringkatan, baca dahulu panduan tingkatan jurnal SINTA.

⚠️ Penting! Status akreditasi jurnal SINTA dapat berubah sewaktu-waktu. Satu-satunya cara verifikasi yang valid adalah melalui portal resmi sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals.

Apa Itu Jurnal Terindeks SINTA?

SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem pengindeksan dan pemeringkatan jurnal ilmiah nasional yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek. Jurnal yang “terindeks SINTA” artinya jurnal tersebut sudah melalui proses akreditasi resmi oleh Arjuna (Akreditasi Jurnal Nasional) dan mendapatkan peringkat dari SINTA 1 (tertinggi) hingga SINTA 6 (terendah dalam sistem terakreditasi).

Yang penting dipahami: tidak semua jurnal dengan nama yang mengandung kata “SINTA” otomatis terakreditasi. Banyak jurnal mengklaim terindeks SINTA di website-nya padahal tidak bisa ditemukan di portal resmi. Ini yang menjadi dasar mengapa mengenali ciri-cirinya secara mendalam adalah penting.

📌 Perbedaan SINTA dan ARJUNA: SINTA adalah sistem indeks dan tampilan profil jurnal. ARJUNA adalah sistem yang mengelola proses akreditasi-nya. Untuk mengecek status akreditasi jurnal, gunakan SINTA. Untuk memahami proses pengajuan akreditasi jurnal itu sendiri, lihat ARJUNA.

10 Ciri-Ciri Jurnal Terindeks SINTA

Berikut 10 ciri yang dimiliki jurnal yang benar-benar terindeks SINTA, beserta penjelasan mengapa setiap ciri itu penting:

1
Memiliki ISSN yang Valid dan Aktif

ISSN (International Standard Serial Number) adalah nomor pengenal 8-digit yang diberikan kepada publikasi berkala. Jurnal SINTA wajib memiliki ISSN yang terdaftar di LIPI (untuk ISSN Indonesia) baik ISSN cetak (p-ISSN) maupun ISSN online (e-ISSN).

Cara cek: Buka issn.lipi.go.id → masukkan nomor ISSN jurnal → verifikasi nama jurnal dan penerbitnya cocok.

2
Terdaftar dan Dapat Ditemukan di Portal Resmi SINTA

Ini adalah ciri yang paling mudah diverifikasi. Jurnal SINTA yang sah bisa ditemukan di sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals dengan mencari nama jurnal atau nomor ISSN-nya. Profil jurnal akan menampilkan: peringkat aktif (S1–S6), nama penerbit, periode akreditasi, dan tautan ke website OJS jurnal.

Cara cek: Buka portal SINTA → cari via nama atau ISSN → profil jurnal tampil lengkap.

3
Memiliki Website OJS yang Aktif dan Terstruktur

Jurnal SINTA wajib memiliki versi online yang bisa diakses publik melalui platform OJS (Open Journal System). Website ini harus memuat: halaman Editorial Board, Aims & Scope, Author Guidelines, Current Issue, dan arsip artikel sebelumnya yang bisa diunduh dalam format PDF.

Tanda bahaya: Jika website tidak bisa diakses, tidak ada halaman editorial, atau tampak terbengkalai — verifikasi ulang statusnya di portal SINTA.

4
Diterbitkan oleh Lembaga yang Berwenang

Jurnal SINTA diterbitkan oleh entitas yang memiliki legitimasi akademis: perguruan tinggi (dan unit-unitnya), lembaga penelitian pemerintah, atau organisasi profesi keilmuan yang terdaftar. Penerbit perseorangan atau entitas tanpa legalitas akademis tidak bisa menerbitkan jurnal SINTA.

Cara cek: Profil penerbit tersedia di halaman About jurnal → cocokkan dengan nama institusi di profil SINTA.

5
Terbit Secara Berkala dengan Jadwal Konsisten

Jurnal SINTA terbit secara terjadwal dan konsisten minimal 2 kali per tahun. Jurnal yang tidak menerbitkan edisi selama lebih dari 1 tahun bisa kehilangan statusnya di SINTA. Jadwal terbit yang konsisten adalah salah satu indikator pengelolaan yang profesional dan menjadi kriteria penilaian Arjuna.

Cara cek: Lihat halaman “Archives” atau “Current Issue” di OJS jurnal apakah ada edisi terbaru yang baru diterbitkan?

6
Memiliki Dewan Editor dari Minimal 2 Institusi Berbeda

Dewan editorial jurnal SINTA harus terdiri dari para ahli di bidangnya yang berasal dari minimal dua institusi yang berbeda. Ini untuk memastikan tidak ada monopoli penilaian dari satu institusi saja. Nama editor harus dapat diverifikasi artinya keberadaan akademisnya bisa dicek di Google Scholar, SINTA author profile, atau website institusi.

Tanda bahaya: Editorial board berisi nama yang tidak bisa ditemukan di mana pun, atau semua berasal dari satu institusi yang sama.

7
Memuat Artikel dari Penulis Minimal 2 Institusi Berbeda

Setiap edisi jurnal SINTA harus memuat artikel dari penulis yang berasal dari minimal dua institusi yang berbeda. Ini memastikan bahwa jurnal tidak menjadi “jurnal internal” satu kampus saja, dan bahwa proses peer-review berjalan secara independen dan tidak berkonfllik kepentingan.

Cara cek: Buka 2–3 edisi terbaru jurnal → lihat afiliasi penulis di setiap artikel — apakah beragam institusinya?

8
Menerapkan Sistem Peer-Review yang Terstandar

Jurnal SINTA menerapkan proses peer-review untuk setiap artikel yang masuk minimal single-blind review, idealnya double-blind. Proses review ini memastikan validitas ilmiah artikel sebelum diterbitkan. Jurnal SINTA 1 dan 2 umumnya menerapkan double-blind review dengan reviewer yang relevan di bidangnya.

Tanda bahaya: Jika jurnal mengklaim review selesai dalam 1–3 hari, hampir pasti tidak melalui proses review yang valid.

9
Memiliki Panduan Penulisan (Author Guidelines) yang Jelas

Jurnal SINTA yang sah menyediakan Author Guidelines yang lengkap dan dapat diunduh mencakup format penulisan, gaya sitasi, batasan jumlah kata, persyaratan abstrak, ketentuan tabel/gambar, dan kebijakan etika penulisan. Download template jurnal SINTA selalu tersedia di halaman ini.

Tanda bahaya: Author Guidelines tidak ada, kosong, atau hanya berisi satu kalimat umum tanpa detail teknis.

10
Memenuhi Kaidah Keilmuan & Memiliki Nilai Akademis

Setiap artikel yang diterbitkan di jurnal SINTA harus memiliki kontribusi nyata pada khasanah keilmuan bukan sekadar ulasan umum atau opini tanpa landasan riset. Artikel wajib didukung metodologi yang valid, referensi yang terverifikasi, dan novelty yang dapat dikonfirmasi oleh reviewer independen.

Intinya: Jurnal SINTA adalah wadah hasil penelitian ilmiah, bukan platform konten. Jika artikel yang terbit di suatu jurnal terasa seperti artikel blog biasa tanpa data dan metodologi itu tanda jurnal tersebut bermasalah.


Perbedaan Standar Ciri per Level SINTA

Meski semua jurnal SINTA memiliki 10 ciri dasar di atas, standar tiap ciri berbeda per level. Berikut perbandingannya:

AspekSINTA 1SINTA 2SINTA 3–4SINTA 5–6
Skor Akreditasi85–10070–8550–7030–50
Sistem Peer-ReviewDouble-blind + reviewer internasionalDouble-blind, reviewer nasionalDouble/Single blindSingle blind
Indeksasi tambahanScopus/WoS wajibDOAJ disarankanDOAJ atau Google ScholarGoogle Scholar cukup
Editor dari luar negeri✅ Diperlukan⚠️ Dianjurkan❌ Tidak wajib❌ Tidak wajib
Bahasa artikelInggris / bilingualInggris / bilingualIndonesia + abstrak InggrisIndonesia + abstrak Inggris
Nilai KUM dosen40 poin25 poin15–20 poin5–10 poin
💡 Poin penting: Perbedaan terbesar antara SINTA 1–2 dengan SINTA 3–6 bukan sekadar skor melainkan pada indeksasi internasional dan standar reviewer. SINTA 1 umumnya sudah terindeks Scopus atau Web of Science, artinya standarnya setara jurnal internasional bereputasi. Baca perbandingan lengkap di panduan tingkatan jurnal SINTA.

Cara Membedakan Jurnal SINTA Asli vs Jurnal Predator

Jurnal predator yang mengaku “terindeks SINTA” adalah ancaman nyata. Berikut perbandingan sistematis yang bisa kamu jadikan panduan:

Indikator✅ Jurnal SINTA Asli❌ Jurnal Predator / Palsu
Verifikasi di SINTABisa ditemukan dengan ISSN di sinta.kemdiktisaintek.go.idTidak ada di portal SINTA meski mengklaim terakreditasi
Waktu review2 minggu – beberapa bulan (tergantung level)“Review 1–3 hari” tidak ada peer-review yang valid
Kebijakan biayaBiaya APC (jika ada) diminta setelah artikel diterimaBiaya diminta sebelum review selesai
Editorial boardNama dapat diverifikasi di Google Scholar / institusiNama tidak dapat ditemukan atau fiktif
Kontak editorEmail institusi resmi (ac.id, go.id, org)Hanya email Gmail/Yahoo tanpa domain resmi
DOI artikelDOI valid, bisa di-resolve di doi.orgTidak ada DOI, atau DOI tidak bisa dibuka
⚠️ Konsekuensi nyata: Artikel yang diterbitkan di jurnal predator tidak diakui untuk keperluan BKD, kenaikan jabatan, atau syarat kelulusan. Bahkan beberapa institusi memberikan sanksi akademis jika dosen/mahasiswanya terbukti menerbitkan di jurnal predator. Verifikasi di portal SINTA adalah langkah wajib, bukan opsional.

Cara Verifikasi Mandiri di Portal SINTA

Berikut langkah-langkah paling akurat untuk memverifikasi jurnal sebelum submit naskah:

1
Cari via ISSN (paling akurat)

Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals → masukkan nomor ISSN di kolom pencarian → profil jurnal akan tampil beserta peringkat aktifnya. Ini lebih akurat dari nama karena banyak jurnal memiliki nama yang serupa.

2
Cocokkan 3 elemen penting

Dari profil SINTA, cocokkan: (a) nama jurnal, (b) nama penerbit, (c) ISSN semua harus sama persis dengan yang tertera di website jurnal. Ketidakcocokan salah satu elemen = jangan submit.

3
Cek masa berlaku akreditasi

Di profil jurnal SINTA, ada informasi periode akreditasi. Pastikan akreditasinya belum expired. Jurnal yang akreditasinya sudah expired akan tampil dengan status “tidak aktif” atau peringkatnya tidak ditampilkan.

4
Kunjungi website OJS jurnal langsung dari profil SINTA

Klik link website di profil SINTA bukan dari link yang dibagikan pihak ketiga. Ini memastikan kamu mengakses website jurnal yang benar, bukan website tiruan. Cek ada tidaknya edisi terbaru dan Author Guidelines yang lengkap.


Kesimpulan

Jurnal terindeks SINTA memiliki 10 ciri yang dapat diverifikasi: ISSN valid, terdaftar di portal SINTA, website OJS aktif, diterbitkan lembaga berwenang, terbit berkala, dewan editor dari ≥2 institusi, penulis dari ≥2 institusi, peer-review terstandar, author guidelines lengkap, dan memenuhi kaidah keilmuan.

Perbedaan antar level SINTA bukan sekadar soal peringkat, melainkan standar peer-review, indeksasi internasional, dan persyaratan editorial yang berbeda. SINTA 1–2 setara standar internasional karena umumnya sudah terindeks Scopus atau Web of Science.

Langkah praktis setelah memahami ciri-cirinya: verifikasi jurnal target via sinta.kemdiktisaintek.go.id, download template resmi, dan pastikan scope artikel sesuai sebelum submit. Untuk panduan proses lengkapnya, baca artikel cara submit jurnal SINTA.

📚 Langkah Logis Selanjutnya

Sudah paham ciri-cirinya?
Sekarang saatnya pilih jurnal dan mulai submit

Publikasi Indonesia membantu kamu menemukan jurnal SINTA yang tepat, menyesuaikan format, dan mendampingi proses submit hingga artikel benar-benar terbit dengan garansi 100%.

✅ SINTA 1 – 6 tersedia
💰 IDR 1.499.000 – 17.999.000
⚡ LoA 3–7 hari kerja
🏆 Garansi 100% sampai terbit

FAQ

Bagaimana cara cepat mengetahui jurnal terindeks SINTA atau tidak?

Cara paling cepat dan akurat: buka sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals → masukkan nomor ISSN jurnal di kolom pencarian → jika muncul profil dengan peringkat aktif (S1–S6), jurnal tersebut resmi terindeks SINTA. Jika tidak muncul sama sekali, tidak terdaftar meski jurnal mengklaim sebaliknya.

Apakah jurnal yang punya ISSN otomatis terindeks SINTA?

Tidak. ISSN adalah syarat dasar memiliki jurnal berkala, tapi bukan bukti terakreditasi SINTA. Ribuan jurnal di Indonesia punya ISSN tapi tidak terindeks SINTA karena belum atau tidak lolos proses akreditasi Arjuna. ISSN dan akreditasi SINTA adalah dua hal berbeda yang saling melengkapi.

Apa perbedaan SINTA dan Scopus?

SINTA adalah sistem indeks jurnal nasional milik Kemendikbudristek Indonesia cakupannya jurnal berbahasa Indonesia dan jurnal nasional bereputasi. Scopus adalah database indeks jurnal internasional milik Elsevier cakupannya global. Jurnal SINTA 1 umumnya sudah terindeks Scopus juga, tapi tidak semua jurnal Scopus terdaftar di SINTA (khususnya jurnal luar negeri).

Apakah jurnal SINTA bisa diturunkan peringkatnya?

Ya. Akreditasi SINTA ditinjau secara berkala oleh Arjuna. Jurnal yang tidak mempertahankan standar editorial (terbit tidak teratur, kualitas menurun, pengelolaan bermasalah) bisa diturunkan peringkatnya atau dicabut akreditasinya. Ini alasan mengapa verifikasi status jurnal sebelum submit bukan hanya sekali di awal adalah kebiasaan yang baik.

Berapa lama proses akreditasi agar jurnal bisa terindeks SINTA?

Proses akreditasi Arjuna untuk masuk SINTA umumnya membutuhkan waktu 6–18 bulan sejak jurnal mendaftarkan diri. Jurnal harus sudah aktif terbit minimal 2 tahun dan memenuhi seluruh kriteria teknis (ISSN, OJS, frekuensi terbit, editorial board, dll) sebelum bisa diajukan untuk akreditasi. Setelah lolos, akreditasi berlaku untuk periode tertentu dan harus diperpanjang.

Publikasi Indonesia Publikasi Indonesia

Publikasi Indonesia

Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.

Related Post