

Publikasi jurnal SINTA 1 adalah puncak prestasi akademik dalam sistem akreditasi jurnal nasional Indonesia. Bagi dosen yang menargetkan jabatan Guru Besar, atau peneliti yang ingin karyanya diakui setara standar internasional, menerbitkan artikel di jurnal SINTA 1 bukan sekadar pilihan ini adalah keharusan. Namun, banyak yang mundur sebelum mencoba karena menganggap proses submit jurnal SINTA 1 terlalu sulit dan tidak tahu harus mulai dari mana.
Panduan cara publikasi jurnal SINTA 1 ini membahas tuntas: pengertian, syarat lengkap, langkah submit step-by-step, estimasi biaya APC, tips lolos review, cara mendapatkan LoA Resmi, dan perbandingan dengan SINTA 2.
Daftar Isi
SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem pengindeksan jurnal ilmiah nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia. Jurnal SINTA 1 berada di level tertinggi dalam hierarki ini dengan skor nilai antara 85 hingga 100.
Berdasarkan pedoman penilaian angka kredit dosen dari Kemendikbudristek, publikasi jurnal SINTA 1 memberikan 40 poin KUM nilai tertinggi yang bisa diperoleh dari satu artikel jurnal nasional. Jurnal SINTA 1 umumnya juga terindeks di Scopus atau Web of Science (WoS), menjadikannya setara dengan standar internasional.
| Level | Skor | KUM Dosen | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| ⭐ SINTA 1 | 85 sampai 100 | 40 poin | Profesor, Guru Besar, peneliti senior, dosen aktif riset tinggi |
| SINTA 2 | 70 sampai 85 | 25 poin | Lektor Kepala, dosen aktif riset |
| SINTA 3 | 60 sampai 70 | 20 poin | Dosen, mahasiswa S2/S3 |
| SINTA 4 | 50 sampai 60 | 15 poin | Dosen pemula, mahasiswa S1/S2/S3 |
| SINTA 5 | 40 sampai 50 | 10 poin | Kebutuhan administratif dasar |
| SINTA 6 | 30 sampai 40 | 5 poin | Publikasi perdana |
| No | Alasan | Penjelasan |
|---|---|---|
| 1 | Nilai KUM Tertinggi | 40 poin KUM per artikel, tertinggi dari semua kategori jurnal nasional, jauh di atas SINTA 2 (25 poin) hingga SINTA 6 (5 poin) |
| 2 | Syarat Wajib Guru Besar | Regulasi Kemendiktisaintek mengharuskan calon Guru Besar memiliki publikasi di jurnal SINTA 1 atau Scopus, tidak bisa diganti level lebih rendah |
| 3 | Setara Jurnal Internasional | Sebagian besar jurnal SINTA 1 juga terindeks Scopus atau WoS, satu artikel memenuhi kewajiban nasional sekaligus internasional |
| 4 | Dampak Sitasi Tinggi | Artikel di SINTA 1 lebih banyak disitasi peneliti nasional dan internasional, meningkatkan h-index dan visibilitas akademik secara signifikan |
| 5 | Mendukung Akreditasi Unggul | Publikasi dosen di SINTA 1 dihitung bobot tinggi dalam penilaian akreditasi BAN-PT dan LAM untuk meraih akreditasi Unggul |
Pertanyaan paling sering muncul: lebih baik SINTA 1 atau SINTA 2? Jawabannya tergantung kematangan naskah dan posisi akademik Anda saat ini.
| Aspek | SINTA 1 | SINTA 2 |
|---|---|---|
| Skor akreditasi | 85 sampai 100 | 70 sampai 85 |
| Nilai KUM dosen | 40 poin | 25 poin |
| Standar review | Sangat ketat, multi-round | Ketat, 2 sampai 3 round |
| Waktu review rata-rata | 12 sampai 24 minggu | 8 sampai 16 minggu |
| Biaya APC | Cenderung lebih tinggi, banyak yang dual-index Scopus | Umumnya lebih terjangkau |
| Indexing tambahan | Scopus / WoS (umum) | DOAJ / beberapa Scopus |
| Peluang diterima | Sangat selektif (<20%) | Selektif (20 sampai 35%) |
| Cocok untuk | Profesor, peneliti senior, naskah sangat matang | Lektor Kepala, dosen aktif riset |
Sebelum submit, pastikan naskah Anda memenuhi seluruh persyaratan berikut. Ketidaklengkapan di satu poin saja sudah cukup menjadi alasan penolakan di tahap desk review:
| Syarat | Ketentuan | Catatan |
|---|---|---|
| Orisinalitas | Belum pernah dipublikasikan di jurnal, prosiding, atau media ilmiah manapun | Termasuk versi bahasa lain dari naskah yang sudah terbit |
| Batas Plagiarisme | Maksimal 15% similaritas (Turnitin / iThenticate) | Mayoritas jurnal SINTA 1 menetapkan batas di bawah 10 sampai 15% |
| Novelty yang Kuat | Kontribusi ilmiah baru wajib ditegaskan secara eksplisit dan substantif | Replikasi studi tanpa inovasi metodologi/temuan baru hampir pasti ditolak |
| Kesesuaian Scope | Topik harus benar-benar sesuai fokus dan cakupan jurnal yang dituju | Penolakan desk review paling banyak terjadi karena ini |
| Format Template | Wajib menggunakan template resmi jurnal (biasanya LaTeX atau Word terstandar) | Download langsung dari website jurnal; jangan gunakan template dari sumber lain |
| Metodologi Kuat | Metode penelitian harus valid, reliabel, dan dijelaskan secara rinci dan reproducible | Reviewer SINTA 1 sangat kritis pada bagian metodologi |
| Referensi | Minimal 25 sampai 40 referensi, mayoritas dari jurnal Scopus/WoS/SINTA 1-2 dalam 5 tahun terakhir | Referensi primer dari jurnal bereputasi tinggi meningkatkan kredibilitas signifikan |
| Bahasa | Bahasa Indonesia atau Inggris (banyak yang mensyaratkan Inggris untuk jurnal dual-index) | Kualitas bahasa Inggris akademik harus sangat baik; proofreading profesional disarankan |
| ORCID ID | Hampir semua jurnal SINTA 1 mewajibkan ORCID ID untuk semua penulis | Daftar gratis di orcid.org sebelum submit |
| Etika Publikasi | Tidak submit ke dua jurnal sekaligus; authorship harus mencerminkan kontribusi nyata | Ghost authorship dan gift authorship adalah pelanggaran etika serius |
Berikut gambaran tingkatan biaya APC (Article Processing Charge) di jurnal SINTA 1 beserta faktor yang biasanya menyertainya. Daripada mematok angka pasti yang berubah dari jurnal ke jurnal, lebih berguna memahami apa yang membuat biaya sebuah jurnal lebih ringan atau lebih tinggi:
| Kategori Biaya | Tingkat Biaya | Keterangan | Persentase Jurnal |
|---|---|---|---|
| ✅ Gratis | Tanpa biaya | Dikelola kampus negeri besar atau mendapat hibah pemerintah; antrian panjang | ~20% |
| Berbayar Standar | Menengah | APC jurnal swasta dan yayasan nasional aktif | ~45% |
| Dual-Index (Scopus) | Lebih tinggi | Jurnal SINTA 1 yang juga terindeks Scopus; pengelolaan internasional | ~25% |
| Jalur Prioritas + Pendampingan | Paling tinggi | Termasuk proofreading, formatting, pendampingan revisi reviewer | ~10% |
Untuk berhasil melakukan publikasi jurnal SINTA 1, ikuti langkah sistematis berikut jangan asal kirim artikel tanpa persiapan:
Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id → filter S1 dan bidang ilmu sesuai topik riset. Pilih jurnal aktif, scope sesuai, histori terbitan rutin, dan tidak masuk daftar jurnal predator. Analisis 5 sampai 10 artikel terbaru yang sudah terbit.
Baca panduan penulis dengan sangat teliti: format sitasi (APA/Vancouver/IEEE), batas kata, ketentuan gambar/tabel resolusi tinggi, dan prosedur submit. Setiap jurnal SINTA 1 memiliki persyaratan yang berbeda-beda.
Gunakan template resmi sejak awal menulis. Susun dengan struktur IMRAD yang kuat. Tegaskan novelty di pendahuluan, jelaskan metodologi secara rinci dan reproducible, diskusikan temuan secara kritis, dan tulis kesimpulan yang impactful.
Untuk jurnal berbahasa Inggris, lakukan proofreading oleh native speaker atau layanan editing profesional. Kualitas bahasa yang buruk adalah alasan penolakan yang paling mudah dihindari namun paling sering diabaikan.
Jalankan melalui Turnitin atau iThenticate. Target similaritas di bawah 10 sampai 15%. Parafrase bagian yang bermasalah, jangan hapus referensi hanya untuk menurunkan angka similaritas karena ini justru melemahkan naskah.
Buat akun di sistem submission jurnal (OJS atau portal khusus). Isi metadata secara lengkap: judul, abstrak, kata kunci, data semua penulis beserta ORCID ID, dan unggah semua file yang dipersyaratkan sesuai panduan.
Editor memeriksa kesesuaian scope, kelengkapan format, kualitas awal, dan level novelty. Penolakan di tahap desk review sangat umum terjadi di jurnal SINTA 1, lebih dari 50% naskah gugur di tahap ini.
Minimal 2 sampai 3 reviewer pakar menilai naskah secara anonim. Proses ini lebih panjang dan ketat dibanding jurnal SINTA lainnya. Hasil: accepted, minor revision, major revision, atau rejected.
Tanggapi setiap komentar reviewer dalam tabel response-to-reviewers yang terstruktur. Jangan mengabaikan satu komentar pun. Untuk major revision, prosesnya bisa multi-round, siapkan waktu dan energi yang cukup.
Setelah final accepted, lakukan proofread galley proof dengan sangat teliti. LOA diterbitkan secara resmi setelah tahap ini. Artikel terbit di edisi berikutnya, bisa online first sebelum terbit di volume/nomor resmi.
Letter of Acceptance (LOA) dari jurnal SINTA 1 memiliki nilai yang sangat tinggi dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan akademik resmi:
| Keperluan LOA | Keterangan |
|---|---|
| Kenaikan Jabatan ke Guru Besar | LOA dari SINTA 1 atau Scopus diakui sebagai dokumen pendukung pengajuan angka kredit jabatan Guru Besar, bahkan sebelum artikel terbit resmi |
| Sidang Disertasi S3 | Hampir semua kampus mewajibkan LOA minimal SINTA 2 untuk sidang doktor; LOA SINTA 1 tentu lebih dari memenuhi syarat tersebut |
| Laporan BKD Dosen | Beban Kerja Dosen semester berjalan; LOA diakui sebagai bukti aktivitas riset yang sedang berjalan dan akan terbit |
| Hibah Penelitian Kompetitif | Skema hibah BRIN dan Kemendikbudristek mensyaratkan track record publikasi SINTA 1 atau Scopus untuk proposal kompetitif tingkat nasional |
Memilih jurnal yang tepat baru langkah pertama. Tantangan utama ada pada kualitas naskah, jurnal SINTA 1 menerapkan standar review yang jauh lebih ketat dibanding SINTA 2 sampai 6:
| No | Strategi | Detail & Tips |
|---|---|---|
| 1 | Analisis Jurnal Target | Baca 5 sampai 10 artikel terbaru yang dimuat di jurnal target. Pahami gaya penulisan, kedalaman analisis, jenis metodologi, dan kontribusi ilmiah yang diterima editor. |
| 2 | Tegaskan Novelty Eksplisit | Di akhir pendahuluan, tulis kalimat yang sangat jelas: “Studi ini berkontribusi pada literatur melalui…”, jangan biarkan reviewer menebak-nebak kontribusi unik penelitian Anda. |
| 3 | Metodologi Reproducible | Jelaskan setiap langkah metode secara rinci sehingga peneliti lain dapat mereplikasi studi Anda. Sertakan justifikasi pemilihan metode. Reviewer SINTA 1 sangat kritis pada aspek ini. |
| 4 | Referensi Primer Terkini | Minimal 25 sampai 40 referensi; 80 sampai 90% dari 5 tahun terakhir dari jurnal Scopus/WoS/SINTA 1-2. Hindari mendominasi referensi dari satu sumber saja. |
| 5 | Cek Plagiarisme <15% | SINTA 1 sangat ketat, batas ideal di bawah 10 sampai 15%, bukan 20%. Gunakan Turnitin atau iThenticate sebelum submit untuk menghindari penolakan otomatis. |
| 6 | Diskusi yang Mendalam | Jangan hanya melaporkan temuan, interpretasikan, bandingkan dengan literatur terdahulu, jelaskan implikasi teoritis dan praktis, dan akui keterbatasan dengan jujur. |
| 7 | Response-to-Reviewers Profesional | Buat tabel 3 kolom: Komentar Reviewer | Respons Penulis | Lokasi Perubahan. Tanggapi setiap komentar secara spesifik, termasuk yang tidak Anda setujui, berikan argumen yang kuat. |
✅ Pastikan semua poin berikut terpenuhi sebelum klik tombol Submit:
Ya, sekitar 20% jurnal SINTA 1 tidak membebankan biaya APC, umumnya yang dikelola universitas negeri besar seperti UI, UGM, dan ITB. Biaya operasional ditanggung institusi melalui anggaran kelembagaan. Namun antrian lebih panjang dan persaingan lebih ketat.
Rata-rata 8 hingga 14 bulan dari submission hingga terbit online. Lebih lama dari SINTA 2 karena proses review lebih ketat dan sering multi-round. LOA bisa diperoleh setelah artikel accepted, biasanya 4 sampai 6 bulan setelah submit.
SINTA 1 memberikan 40 poin KUM, sedangkan SINTA 2 hanya 25 poin KUM. Selisih 15 poin ini sangat signifikan untuk pengajuan jabatan Guru Besar yang membutuhkan akumulasi poin KUM yang sangat besar dalam waktu terbatas.
Tidak otomatis, tapi sangat umum. Banyak jurnal SINTA 1 juga terindeks Scopus atau Web of Science, namun tidak semua. Selalu cek halaman indexing di website jurnal untuk memastikan apakah jurnal tersebut juga terindeks di basis data internasional.
Bisa, terutama jika artikel merupakan hasil disertasi berkualitas tinggi dengan bimbingan promotor yang berpengalaman. Banyak jurnal SINTA 1 menerima artikel dari mahasiswa doktoral, namun standar kualitas naskah tetap sama ketatnya dengan penulis dosen senior.
Publikasi jurnal SINTA 1 adalah target tertinggi yang wajib diraih oleh setiap akademisi serius di Indonesia. Dengan nilai KUM 40 poin per artikel, pengakuan setara standar internasional, dan dampak sitasi yang tinggi, SINTA 1 adalah investasi terbaik untuk membangun rekam jejak akademik hingga jenjang Guru Besar.
Kunci suksesnya ada pada persiapan yang matang dan sistematis: pilih jurnal dengan scope yang benar-benar sesuai, bangun novelty yang kuat dan eksplisit, metodologi yang solid dan reproducible, referensi terkini dari sumber bereputasi, serta selalu responsif terhadap editor dan reviewer di setiap tahapan proses.
Publikasi Indonesia
Ribuan dosen dan peneliti sudah berhasil terbit bersama kami.
Kirim naskah Anda untuk dinilai dan dapatkan estimasi biayanya, gratis via WhatsApp.
Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.