Publikasi pada jurnal SINTA 2 bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari rekam jejak akademik yang menentukan arah karier dosen dan peneliti.
Dalam sistem penilaian kinerja perguruan tinggi, publikasi pada jurnal terakreditasi nasional peringkat 2 memiliki kontribusi signifikan terhadap penilaian KUM, kenaikan jabatan fungsional, serta penguatan reputasi institusi.
Jurnal SINTA 2 berada pada kategori selektif dengan standar evaluasi substansi, metodologi, kebaruan penelitian, serta konsistensi sitasi yang ketat.
Oleh karena itu, proses publikasi tidak dapat dipandang sebagai tahapan administratif semata, melainkan sebagai proses akademik yang membutuhkan ketelitian, kedalaman analisis, dan kepatuhan terhadap standar ilmiah.
Daftar Isi
ToggleSINTA (Science and Technology Index) adalah sistem pemeringkatan jurnal ilmiah nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikti) Indonesia. Jurnal dinilai oleh sistem ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional) berdasarkan instrumen yang mencakup manajemen penerbitan, substansi artikel, dan dampak ilmiah (sitasi).
Jurnal SINTA 2 adalah peringkat kedua tertinggi dalam sistem ini, berada di bawah SINTA 1 namun di atas SINTA 3–6. Secara substansi dan reputasi, jurnal SINTA 2 memiliki standar yang ketat dan seringkali disetarakan dengan jurnal internasional bereputasi di bidang tertentu.
📌 Sumber Resmi
Akreditasi jurnal diverifikasi di laman resmi: sinta.kemdiktisaintek.go.id. Selalu cek masa berlaku akreditasi sebelum submit karena status jurnal dapat berubah setiap siklus penilaian.
Berdasarkan Permendikbud Ristek tentang Jabatan Akademik Dosen, bobot angka kredit (KUM) untuk publikasi di jurnal SINTA 2 adalah sebagai berikut:
| Peran Penulis | Nilai KUM | Keterangan |
|---|---|---|
| Penulis Pertama / Korespondensi | 25 | Paling besar kontribusinya |
| Penulis Pendamping | 10 | Per artikel, per penulis |
⚠️ Penting
Nilai KUM di atas mengacu pada regulasi terbaru. Selalu verifikasi ke peraturan jabatan akademik dosen yang berlaku, karena dapat direvisi oleh Kemdikti.

Kebutuhan publikasi di jurnal terakreditasi SINTA terus meningkat — untuk kepangkatan, BKD, hingga syarat kelulusan. Namun banyak penulis terhenti di pertanyaan yang sama: naskah saya sebenarnya masuk level SINTA berapa?
Salah menilai posisi naskah bisa berakibat panjang. Mengincar jurnal yang terlalu tinggi berujung penolakan berulang; memilih yang terlalu rendah membuat nilai naskah tidak optimal. Keduanya sama-sama menghabiskan waktu dan tenaga.
Publikasi Indonesia membantu Anda menilai kondisi naskah secara jujur sejak awal, merekomendasikan jurnal SINTA 2, 3, atau 4 yang paling sesuai, lalu mendampingi seluruh prosesnya — dari penyesuaian naskah hingga terbit — tanpa membiarkan Anda menebak-nebak di tengah jalan.
Yang Anda dapatkan:
✅ Rekomendasi jurnal SINTA 2, 3, atau 4 sesuai kondisi naskah
✅ LoA resmi dari pengelola jurnal
✅ Peer-review & pendampingan revisi minor
✅ Proofreading & cek Turnitin
✅ Link terbit, E-Certificate, dan Open Access
Kirimkan naskah Anda untuk dinilai terlebih dahulu — klik tombol WhatsApp di bawah, tim kami bantu petakan arahnya. 📲
| Peringkat | Standar Utama | Nilai KUM (Penulis Pertama) | Karakteristik |
|---|---|---|---|
| SINTA 1 | Setara jurnal internasional bereputasi (terindeks Scopus/WoS) | 40 | Sangat kompetitif, banyak terbit dalam bahasa Inggris |
| SINTA 2 | Standar nasional tertinggi, skor ARJUNA ≥ 70 | 25 | Peer review ketat, sitasi konsisten, manajemen profesional |
| SINTA 3 | Skor ARJUNA 60–69 | 15 | Syarat lebih longgar, cocok untuk peneliti awal |
| SINTA 4–6 | Skor ARJUNA 40–59 | 5–10 | Jurnal berkembang, standar minimal |
Berikut adalah daftar jurnal SINTA 2 yang dikelompokkan berdasarkan bidang ilmu. Selalu verifikasi status akreditasi terbaru di laman SINTA resmi sebelum melakukan submission.
| Nama Jurnal | Institusi | Bidang |
|---|---|---|
| Jurnal Hukum Ius Quia Iustum | UII Yogyakarta | Ilmu Hukum |
| Jurnal Dinamika Hukum | Unsoed Purwokerto | Hukum |
| PENA JUSTISIA | Univ. Pekalongan | Hukum |
| Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan | Balitbang Kemdikbud | Pendidikan |
| Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | UGM | Sosial-Politik |
| Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan | UNISBA | Sosial |
| Nama Jurnal | Institusi | Bidang |
|---|---|---|
| Jurnal Ekonomi Malaysia | UKM (Malaysia) | Ekonomi |
| Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi | UNS Solo | Pendidikan Ekonomi |
| Jurnal Akuntansi dan Keuangan | UK Petra | Akuntansi |
| Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan | UK Petra | Manajemen |
| Gadjah Mada International Journal of Business | UGM | Bisnis Internasional |
| Nama Jurnal | Institusi | Bidang |
|---|---|---|
| Indonesian Journal of Chemistry | UGM | Kimia |
| HAYATI Journal of Biosciences | IPB | Biologi |
| Jurnal Rekayasa Elektrika | Unsyiah | Teknik Elektro |
| Indonesian Journal on Computing | Telkom University | Ilmu Komputer |
| Jurnal Teknik Industri | UK Petra | Teknik Industri |
| Media Komunikasi Teknik Sipil | UNDIP | Teknik Sipil |
| Jurnal Kesehatan Masyarakat | UNNES | Kesehatan Masyarakat |
| Makara Journal of Health Research | UI | Kesehatan |
| Nama Jurnal | Institusi | Bidang |
|---|---|---|
| Agrivita Journal of Agricultural Science | Unibraw Malang | Pertanian |
| Indonesian Journal of Forestry Research | Kementerian LHK | Kehutanan |
| Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | UGM | Multi-Sains/PKM |
| Jurnal Teknologi dan Industri Pangan | IPB | Teknologi Pangan |
📋 Cara Mencari Jurnal SINTA 2 yang Tepat
Kunjungi sinta.kemdiktisaintek.go.id → Journals → Filter: Grade S2. Anda dapat memfilter berdasarkan bidang ilmu (subject area) dan melihat jurnal mana yang sedang membuka submission.
Novelty bukan berarti topik baru, melainkan kontribusi ilmiah baru. Ada tiga level novelty yang diterima jurnal SINTA 2:
❌ Novelty yang Sering Ditolak
“Penelitian ini belum pernah dilakukan di Indonesia” Pernyataan ini tidak cukup. Novelty harus dijelaskan secara substantif: apa yang belum diketahui sebelumnya dan bagaimana penelitian ini mengisinya.
| Kriteria | Standar Minimal SINTA 2 |
|---|---|
| Jumlah referensi | 25–40 sumber (tergantung jenis artikel) |
| Referensi dari jurnal primer | ≥ 80% dari total referensi |
| Kemutakhiran (recency) | ≥ 60% diterbitkan dalam 10 tahun terakhir |
| Referensi buku teks | Dibatasi, maksimal 20% |
| Referensi dari website/blog | Dihindari kecuali sumber resmi pemerintah/institusi |
| Gaya sitasi | APA 7th / Vancouver / IEEE (sesuai ketentuan jurnal) |
| Alat Cek | Batas Umum SINTA 2 | Catatan |
|---|---|---|
| Turnitin | < 15–20% | Tergantung kebijakan masing-masing jurnal |
| iThenticate | < 15% | Lebih ketat, banyak digunakan jurnal teknik |
| Plagiarism Checker X | < 20% |
Berikut contoh judul nyata dari berbagai bidang yang mencerminkan novelty, metodologi, dan spesifisitas yang dibutuhkan jurnal SINTA 2:
✅ Contoh judul kuat
“Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem-Based Learning Berbasis Digital terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA di Daerah 3T: Studi Quasi-Eksperimen di Kabupaten Sumba Timur”
❌ Lemah
“Pengaruh Metode Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Siswa”
✅ Kuat
“Efektivitas Flipped Classroom Berbasis Video Animasi terhadap Pemahaman Konsep Matematika pada Siswa Berkebutuhan Khusus Disleksia: RCT di Sekolah Inklusi Jakarta”
✅ Contoh judul kuat
“Moderasi Transparansi Keuangan pada Hubungan antara Tata Kelola Perusahaan dan Nilai Perusahaan: Bukti dari Emiten Sektor Manufaktur BEI 2018–2023”
✅ Contoh judul kuat
“Faktor Determinan Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir: Analisis Regresi Logistik Berganda pada 1.200 Rumah Tangga di Kabupaten Indramayu 2024”
✅ Contoh judul kuat
“Deteksi Disinformasi Berbahasa Indonesia Menggunakan Arsitektur BERT-IndoBERT dengan Augmentasi Data Sintetis: Evaluasi pada Dataset Berita Pemilu 2024”
Memahami alur OJS (Open Journal System) akan memudahkan Anda dalam memantau status naskah:
Editor memeriksa kesesuaian topik dengan scope jurnal, kelengkapan berkas, format template, dan hasil cek plagiasi awal. Di tahap ini ~20–30% naskah bisa langsung ditolak (desk reject) tanpa masuk review.
Editor mencari 2–3 reviewer yang relevan dengan bidang penelitian. Naskah dikirim secara anonim (Double-Blind Review): identitas penulis disembunyikan dari reviewer, dan sebaliknya.
Reviewer menilai naskah berdasarkan kebaruan, metodologi, kedalaman analisis, kualitas penulisan, dan relevansi referensi. Hasilnya: Accept, Minor Revision, Major Revision, atau Reject.
Penulis memperbaiki naskah dan mengirimkan response letter yang menjawab setiap komentar reviewer secara rinci. Tahap ini krusial lihat strategi di bagian berikutnya.
Editor membuat keputusan akhir berdasarkan hasil revisi. Jika diterima, naskah masuk antrean terbit (LoA diterbitkan) dan dijadwalkan dalam volume/nomor tertentu.
Artikel terbit di website jurnal dengan nomor DOI. Waktu tunggu bisa lebih lama jika slot terbitan sudah penuh. Pastikan tanyakan estimasi jadwal terbit saat menerima LoA.
Menembus Sinta 2 memang tidak mudah, namun dengan persiapan yang matang dan pemahaman teknis yang benar, naskah Anda pasti bisa terbit. Selain fokus pada Sinta 2, kami juga menyediakan layanan publikasi jurnal Sinta 3 agar peluang Anda semakin luas.
Tidak. Praktik ini disebut simultaneous submission dan merupakan pelanggaran etika publikasi ilmiah. Satu naskah hanya boleh disubmit ke satu jurnal pada satu waktu. Jika ditolak, baru boleh disubmit ke jurnal lain. Melanggar ini bisa mengakibatkan pencabutan artikel (retraction) dan reputasi akademik yang rusak.
Akreditasi jurnal berlaku selama 5 tahun dan dapat diperbarui atau berubah peringkat. Jurnal yang tidak mengajukan re-akreditasi dapat turun peringkat atau kehilangan status SINTA-nya. Selalu cek tanggal kadaluarsa di profil jurnal di website SINTA.
Bisa, tidak ada larangan formal. Namun secara praktis sangat jarang karena standar SINTA 2 yang tinggi. Umumnya mahasiswa S1 menargetkan SINTA 4–6, mahasiswa S2 menargetkan SINTA 3–4, dan mahasiswa S3 menargetkan SINTA 2–3 atau jurnal internasional.
Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.