Syarat publikasi jurnal Sinta 2 pada dasarnya mencakup kualitas penelitian yang kuat, struktur artikel ilmiah sesuai standar, serta lolos proses peer review ketat.
Jurnal terindeks Sinta 2 berada pada level akreditasi tinggi di Indonesia sehingga standar seleksinya lebih kompetitif. Jika kamu mahasiswa, dosen, atau peneliti yang ingin meningkatkan reputasi akademik, memahami persyaratan ini adalah langkah awal yang krusial.
Publikasi di jurnal Sinta 2 bukan hanya soal kelulusan administrasi, tetapi juga tentang kontribusi ilmiah yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.
Daftar Isi
Toggle
Sinta adalah singkatan dari Science and Technology Index yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Sistem ini mengindeks dan mengukur kinerja jurnal nasional berdasarkan kualitas dan dampak sitasi.
Menurut pedoman akreditasi ARJUNA dari Kemendikbudristek, jurnal Sinta memiliki enam peringkat, dari Sinta 1 hingga Sinta 6. Sinta 2 berada satu tingkat di bawah Sinta 1 dan termasuk kategori jurnal nasional terakreditasi sangat baik.
Berdasarkan data SINTA tahun 2023, jurnal yang masuk kategori Sinta 2 umumnya telah memiliki manajemen editorial profesional, reviewer bereputasi, serta tingkat sitasi yang stabil.

Publikasi di Sinta 2 memberikan dampak akademik yang signifikan.
Menurut Peraturan Menteri PANRB tentang Jabatan Fungsional Dosen, publikasi di jurnal terakreditasi nasional seperti Sinta 2 memiliki bobot angka kredit yang tinggi.
Artinya, jurnal Sinta 2 bukan sekadar formalitas, tetapi investasi akademik jangka panjang.

Berikut adalah syarat utama yang perlu kamu penuhi.
Artikel harus merupakan hasil penelitian asli, bukan duplikasi atau publikasi ganda.
Sebagian besar jurnal Sinta 2 mensyaratkan tingkat kemiripan maksimal 20% hingga 25% berdasarkan pemeriksaan Turnitin atau iThenticate.
Menurut Committee on Publication Ethics (COPE), integritas akademik adalah fondasi utama publikasi ilmiah. Jika terdeteksi plagiarisme tinggi, artikel akan langsung ditolak tanpa review lanjutan.
Setiap jurnal memiliki template khusus. Umumnya terdiri dari:
Kesalahan format sering menjadi alasan desk rejection. Karena itu, membaca author guidelines secara detail sangat penting sebelum submit.
Mayoritas jurnal Sinta 2 mensyaratkan minimal 15 sampai 25 referensi, dengan proporsi 60% hingga 80% berasal dari jurnal 5 sampai 10 tahun terakhir.
Berdasarkan studi Elsevier tentang tren sitasi ilmiah, artikel dengan referensi mutakhir memiliki peluang sitasi 30% lebih tinggi dibanding artikel dengan referensi lama.
Gunakan database seperti Google Scholar, Scopus, atau DOAJ untuk memastikan kualitas referensi.
Metode penelitian harus dijelaskan secara rinci agar bisa direplikasi oleh peneliti lain.
Menurut Creswell dalam buku Research Design, transparansi metode meningkatkan kredibilitas dan validitas penelitian.
Reviewer biasanya sangat kritis pada bagian ini. Jika metode tidak jelas, peluang revisi mayor atau penolakan cukup besar.
Proses peer review di jurnal Sinta 2 umumnya bersifat double blind review.
Artinya, identitas penulis dan reviewer dirahasiakan. Proses ini bisa memakan waktu 4 minggu hingga 3 bulan tergantung kebijakan jurnal.
Reviewer akan mengevaluasi:

Kebutuhan publikasi di jurnal terakreditasi SINTA terus meningkat — untuk kepangkatan, BKD, hingga syarat kelulusan. Namun banyak penulis terhenti di pertanyaan yang sama: naskah saya sebenarnya masuk level SINTA berapa?
Salah menilai posisi naskah bisa berakibat panjang. Mengincar jurnal yang terlalu tinggi berujung penolakan berulang; memilih yang terlalu rendah membuat nilai naskah tidak optimal. Keduanya sama-sama menghabiskan waktu dan tenaga.
Publikasi Indonesia membantu Anda menilai kondisi naskah secara jujur sejak awal, merekomendasikan jurnal SINTA 2, 3, atau 4 yang paling sesuai, lalu mendampingi seluruh prosesnya — dari penyesuaian naskah hingga terbit — tanpa membiarkan Anda menebak-nebak di tengah jalan.
Yang Anda dapatkan:
✅ Rekomendasi jurnal SINTA 2, 3, atau 4 sesuai kondisi naskah
✅ LoA resmi dari pengelola jurnal
✅ Peer-review & pendampingan revisi minor
✅ Proofreading & cek Turnitin
✅ Link terbit, E-Certificate, dan Open Access
Kirimkan naskah Anda untuk dinilai terlebih dahulu — klik tombol WhatsApp di bawah, tim kami bantu petakan arahnya. 📲

Banyak penulis gagal bukan karena penelitiannya buruk, tetapi karena kurang persiapan teknis.
Beberapa tantangan umum:
Di sinilah pentingnya persiapan matang sebelum kamu mencoba publish jurnal ke Sinta 2.
Bagi yang ingin prosesnya lebih terarah, sebagian penulis memilih berdiskusi dengan mentor atau menggunakan pendampingan profesional agar naskah sesuai standar reviewer sejak awal.

Jangan asal pilih jurnal dengan peringkat tinggi. Pastikan topik penelitian kamu benar-benar sesuai fokus dan ruang lingkup jurnal tersebut.
Tunjukkan celah penelitian yang belum dibahas sebelumnya.
Tuliskan dengan jelas:
Apa masalahnya?
Apa yang belum diteliti?
Apa kontribusi baru dari penelitian kamu?
Jika jurnal menggunakan Bahasa Inggris, pertimbangkan proofreading profesional. Kesalahan grammar sering menjadi catatan revisi.
Jika mendapat revisi, jawab setiap komentar reviewer dengan sopan dan berbasis data.
Menurut pengalaman banyak editor jurnal nasional, artikel yang direvisi dengan respons detail memiliki peluang diterima hingga 60% lebih besar dibanding respons singkat tanpa penjelasan.
Jika ingin pendampingan yang sesuai standar jurnal Sinta 2, beberapa penulis memilih menggunakan layanan profesional agar proses revisi lebih sistematis dan efisien
Syarat publikasi jurnal Sinta 2 mencakup orisinalitas penelitian, struktur penulisan sesuai template, referensi mutakhir, metodologi jelas, serta lolos peer review ketat. Standarnya tinggi karena jurnal ini berada pada kategori akreditasi nasional unggul.
Jika kamu ingin meningkatkan peluang diterima, persiapan matang sejak awal sangat menentukan. Mulai dari pemilihan jurnal yang tepat, penguatan analisis, hingga kesiapan menghadapi revisi.
Bagi penulis yang ingin prosesnya lebih terarah dan minim kesalahan teknis, mempertimbangkan pendampingan profesional untuk publish jurnal bisa menjadi langkah strategis agar naskah benar-benar siap menghadapi standar Sinta 2.
Pada akhirnya, publikasi bukan hanya tentang lolos review, tetapi tentang kontribusi ilmiah yang berdampak dan membangun reputasi akademik kamu secara berkelanjutan.
Bisa, selama penelitian memenuhi standar kualitas dan biasanya didampingi dosen pembimbing sebagai co-author.
Rata-rata 1 sampai 3 bulan, tergantung kebijakan editorial dan kecepatan reviewer.
Tidak semua. Ada jurnal yang gratis, ada juga yang menerapkan article processing charge sesuai kebijakan masing-masing.
Tidak sepenuhnya setara dengan jurnal Scopus, tetapi Sinta 2 termasuk kategori jurnal nasional terakreditasi tinggi dan diakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia.
Belum tentu. Template hanya syarat administratif. Kualitas substansi dan kontribusi ilmiah tetap menjadi faktor utama.
Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.