Perbedaan PhD dan Professor

Halo sobat publlikasi, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai perbedaan PhD dan Profesor. Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan PhD

Publikasi Indonesia

[addtoany]

Perbedaan PhD dan Professor

Halo sobat publlikasi, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai perbedaan PhD dan Profesor. Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan PhD dan Profesor, kamu dapat membaca artikel ini sampai habis yah. Langsung saja mari kita simak pembahasannya berikut ini.

Pengertian Program PhD

perbedaan PhD dan Profesor

Dilansir dari internationaljournallabs.com, program PhD merupakan gelar akademik (S3) tertinggi pada pendidikan tinggi yang dicapai pada universitas-universitas di suatu negara.

 Jadi, mahasiswa magister yang melanjutkan pendidikan doktoralnya di luar negeri bisa mendapatkan gelar tersebut.

Namun perlu juga dilihat di negara mana program PhD tersebut diikuti. Sebab tidak semua negara memberikan gelar PhD kepada lulusan doktor di negaranya.

PhD sendiri merupakan perpanjangan dari ahli filosofi. Dalam bahasa Indonesia secara kasar dapat diartikan sebagai gelar Doktor Filsafat.

Akan tetapi, definisinya tidak seperti itu, karena gelar PhD tidak hanya diberikan kepada lulusan PhD bidang filsafat, tetapi juga bidang keilmuan lainnya.

Bagi kamu yang ingin mengetahui cara upload jurnal Sinta, kamu dapat mengunjungi website resmi kami yaitu publikasiindonesia.id atau klik link di atas yah.

Memperoleh gelar PhD praktis hanya dapat dilakukan di negara-negara yang memberikan gelar tersebut kepada lulusan PhD. Sebab sekali lagi, tidak semua negara menerapkan kebijakan seperti ini.

Dikutip dari Wikipedia, gelar PhD diterapkan di seluruh sistem pendidikan di Amerika Serikat dan juga Inggris.

Nah, bagi Anda yang kedepannya akan melanjutkan PhD di dua negara tersebut. Jadi setelah Anda lulus, Anda bisa mendapatkan gelar PhD atas nama Anda.

Sementara negara-negara di luar Amerika dan Inggris mayoritas memberikan gelar doktor kepada lulusan PhD, sama seperti di Indonesia.

Misalnya gelar Doktor Teknik, Doktor Ekonomi, Doktor Ilmu Pengetahuan Alam, dan seterusnya.

Dilihat dari persyaratannya, persyaratan untuk dapat mengikuti program PhD sama dengan persyaratan Program Doktor.

Yakni mahasiswa harus sudah menyelesaikan gelar sarjana dan magister yang tentunya dapat dibuktikan validitasnya.

 Jadi, jika Anda ingin studi doktoral di Inggris atau Amerika, pastikan Anda sudah menyelesaikan gelar master atau magister.

Baca Juga: Biaya Publikasi Jurnal Sinta

Apakah PhD sama dengan S3?

Setelah mengetahui apa itu PhD, Anda mungkin bertanya-tanya apakah PhD itu sama dengan PhD? Jadi, pada dasarnya keduanya berbeda karena PhD mengacu pada jenjang pendidikan tinggi yang dicapai atau dijalani seseorang.

Sedangkan PhD adalah gelar pendidikan yang diperoleh setelah menyelesaikan studi doktoral di universitas yang menerapkan gelar tersebut. Jadi, tidak semua mahasiswa PhD bisa mendapatkan gelar PhD, apalagi jika tidak lulus.

Untuk mendapatkan gelar PhD, seseorang harus mengikuti perkuliahan selama 6-14 semester. Artinya studi PhD memakan waktu sekitar 3-7 tahun dengan menyelesaikan disertasi.

Perbedaan PhD dan Profesor

Gelar profesor umumnya diberikan kepada lulusan PhD di Indonesia dan sejumlah negara lain di dunia. Sedangkan PhD sendiri akan diberikan kepada mereka yang telah menyelesaikan PhD di negara tertentu.

Amerika dan Inggris menjadi dua negara yang akan memberikan gelar PhD kepada lulusan mahasiswa doktoralnya. Jadi dapat dilihat bahwa salah satu perbedaan kedua gelar tersebut adalah tempat Anda mengambil pendidikan doktoral.

1. Akademik dan non Akademik

Gelar PhD sendiri merupakan gelar akademis. Gelar akademik adalah gelar yang diberikan kepada lulusan bidang studi akademik dari perguruan tinggi.

Sedangkan gelar profesor dapat berupa gelar akademis atau profesi. Gelar profesional adalah sebutan yang diberikan kepada lulusan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesi.

2. Perbedaan fokus Pembelajaran

Menurut American Psychological Association, PhD sendiri ditujukan bagi mahasiswa yang tertarik untuk menghasilkan pengetahuan baru, dan sangat teoretis serta hanya berfokus pada penelitian.

Meskipun gelar profesor profesional bersifat praktis, biasanya gelar doktor tersebut ditujukan untuk menerapkan penelitian pada situasi atau kebutuhan profesional tertentu.

3. Perbedaan Pandangan Kedua Derajat

Dikutip dari laman Waldenu, mahasiswa yang memiliki gelar ini biasanya akan menjadi peneliti atau pengembang ilmu baru setelah menyelesaikan studi doktoral dan memperoleh gelar PhD.

Syarat Memperoleh Gelar PhD

perbedaan PhD dan Profesor

Ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar PhD. Berikut detailnya:

1. Mengikuti Pelatihan Doktor Di Negara yang Tepat

Dari penjelasan tentang apa itu PhD yang dijelaskan di awal tentu dapat dipahami bahwa tidak semua universitas di semua negara memberikan gelar tersebut kepada lulusan PhD. Selama ini hanya diberikan oleh Amerika dan Inggris.

Jadi, cara pertama untuk mendapatkan gelar PhD adalah dengan belajar PhD di negara yang tepat. Cari tahu negara mana saja yang lulusan PhD-nya menerima gelar PhD setelah menemukan daftarnya.

Lalu cari tahu dulu daftar universitas di negara tersebut, dan temukan jurusan yang diinginkan di salah satunya. Tidak ada salahnya memprioritaskan universitas dengan kualitas terbaik.

Sehingga Anda dapat menikmati kegiatan belajar terbaik dengan dukungan fasilitas yang lengkap dan modern. Setiap negara mempunyai banyak universitas, sama seperti di Indonesia.

Menariknya, tidak semua perguruan tinggi di suatu negara mempunyai kualitas yang tinggi. Oleh karena itu Anda harus berhati-hati dalam memilih kampus untuk belajar doktoral Anda di luar negeri. Semakin baik kualitasnya, semakin tepat untuk dipilih.

2. Publikasi Jurnal Internasional

Salah satu syarat untuk dapat lulus gelar doktor adalah mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal internasional. Gelar PhD dapat diperoleh dengan memenuhi persyaratan ini karena sebagian besar universitas yang memberikan gelar PhD memerlukan publikasi.

Jadi cobalah memahami cara mempublikasikan artikel di jurnal internasional. Jika Anda sudah mengetahuinya, Anda hanya perlu melakukannya untuk memenuhi persyaratan umum untuk lulus doktor dan mendapatkan gelar PhD.

Publikasi ini bisa berupa 1 jurnal internasional, namun ada pula universitas yang memerlukan lebih dari satu. Ada yang mengharuskan publikasi di 2 jurnal, 3 jurnal, atau bahkan lebih.

Jadi, kembali ke poin pertama dalam memilih kampus untuk mendapatkan gelar PhD. Periksa reputasinya dan periksa juga persyaratan untuk lulus gelar doktor di dalamnya. Tidak berlebihan jika mencari universitas yang syarat publikasinya hanya 1 jurnal internasional.

Jumlah publikasi yang lebih sedikit tentunya lebih mudah untuk dipenuhi, karena artikel ilmiah tersebut tentunya merupakan artikel yang relevan dengan bidang keilmuan yang diambil. Di dalamnya juga memuat data-data hasil penelitian, baik penelitian mandiri maupun penelitian dan pengembangan kolaboratif.

3. Menyerahkan Tesis

Cara mendapatkan gelar PhD selanjutnya adalah dengan menyerahkan tesis, dimana tesis tersebut merupakan tugas akhir untuk lulus dari jenjang Magister. Jadi, untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral, Anda harus membuktikan bahwa Anda telah menyelesaikan tesis di universitas sebelumnya.

Jadi, setelah Anda benar-benar paham apa itu PhD, Anda bisa langsung memenuhi syarat untuk mendapatkannya. Syarat ketiga adalah menyerahkan tesis yang sudah selesai ketika Anda lulus dari Magister.

Skripsi ini dapat diserahkan ke bagian akademik masing-masing fakultas untuk segera diproses. Jika belum anda bisa langsung melakukannya, jika iya nyatakan saja anda sudah mengajukannya dengan memenuhi syarat sebagai berikut.

4. Lulus Pembelaan PhD (sesi tertutup)

Cara atau syarat untuk mendapatkan gelar PhD selanjutnya adalah dengan lulus atau dinyatakan lulus pembelaan PhD. Yang dimaksud dengan PhD Defense adalah sidang tertutup untuk menentukan lolos atau tidaknya mutu tesis yang disusun.

Disebut sidang tertutup karena sidang ini merupakan proses pemaparan skripsi di hadapan para profesor. Oleh karena itu hanya disaksikan dan diikuti oleh dosen pembimbing dan dosen yang melakukan tes wawancara.

Jumlah dosen pewawancara bisa 3 orang dan bisa juga lebih sesuai kebutuhan. Jika dosen mengatakan hasil wawancara bagus dan Anda dinyatakan lulus, Anda dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

5. Lulus Sesi Terbuka

Setelah mengikuti sidang tertutup dan dinyatakan lulus, tahap kedua untuk memperoleh gelar PhD adalah mengikuti sidang terbuka. Lebih tepatnya, cobalah untuk sukses di sesi terbuka.

Sidang terbuka merupakan proses penyajian tesis di hadapan beberapa guru besar dari fakultas keilmuan yang sama. Kemudian dilanjutkan dengan proses tanya jawab mengenai isi skripsi.

Sidang terbuka untuk memperoleh gelar PhD ini dihadiri dan disaksikan lebih banyak orang. Jumlah profesor yang mengikuti sidang terbuka lebih banyak dan di beberapa universitas mahasiswa lain dapat menyaksikannya.

Pastikan Anda membuat presentasi yang baik dan melakukan persiapan yang matang. Selain itu, Anda juga perlu benar-benar memahami isi disertasi yang Anda persiapkan agar dapat mempresentasikannya dengan baik.

Di saat yang sama, Anda juga bisa menjawab pertanyaan dengan lancar dan percaya diri. Jika hasil presentasi dan sesi tanya jawab baik dan memuaskan. Maka besar kemungkinan Anda dinyatakan lolos uji coba terbuka dan bisa melanjutkan ke tahap akhir.

6. Mengikuti Upacara Wisuda

Tahap terakhir sebagai syarat memperoleh gelar PhD adalah kehadiran pada acara wisuda. Seperti halnya upacara wisuda lainnya, upacara pelantikan diadakan dan gelar PhD diberikan kepada siswa yang telah lulus uji coba.

Wisuda merupakan tahap akhir yang harus diikuti oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan persiapan tugas akhirnya. Oleh karena itu, apapun keadaannya, kehadiran pada wisuda adalah wajib.

Wisuda di masa pandemi dapat dilakukan secara daring atau luring, sesuai kebijakan kampus. Bagi mahasiswa yang studinya dilakukan secara online, besar kemungkinannya juga akan diwisuda secara online.

Kesimpulan

Mungkin itu saja yang dapat kami sampaikan mengenai perbedaan PhD dn Profesor. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua.

FAQ

Gelar PhD setara dengan apa?

Istilah PhD sering merujuk pada sebutan profesor universitas. Gelar PhD yang diterapkan di berbagai negara setara dengan gelar doktor di Indonesia. Kriteria dan persyaratan untuk meraih gelar ini dapat beragam di setiap negara, universitas dan fakultas yang menguji calon akademisi.

Apakah PhD sama dengan Profesor?

Kedua gelar tersebut sama-sama lulusan S3. Pada dasarnya doktor (Dr. atau Ph.D.) dan profesor (Prof.) adalah dua hal yang berbeda. Gelar doktor didapat ketika seseorang telah menyelesaikan pendidikan S3, sementara profesor adalah gelar yang diberikan untuk seorang guru besar yang telah memenuhi sejumlah persyaratan.

Gelar profesor itu apa?

Profesor adalah merupakan istilah lain dari guru besar, yang merupakan seorang guru senior, dosen dan/atau peneliti yang biasanya dipekerjakan oleh lembaga-lembaga atau institusi pendidikan perguruan tinggi. Di Indonesia, gelar profesor merupakan jabatan fungsional, bukan gelar akademis.

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar