Daftar Isi
ToggleNah, biar kamu nggak bingung lagi saat nulis laporan atau skripsi, yuk kita bahas pelan-pelan apa aja perbedaan hasil dan pembahasan, lengkap dengan contoh dan cara menulisnya!

Bagian hasil adalah tempat di mana peneliti menyajikan data atau temuan penelitian secara objektif.
Artinya, kamu cuma menampilkan apa yang kamu temukan, bukan menjelaskan kenapa hasilnya begitu.
Misalnya kamu melakukan penelitian tentang “pengaruh durasi tidur terhadap konsentrasi belajar mahasiswa.”
Maka di bagian hasil, kamu hanya perlu menunjukkan data yang diperoleh, seperti:
“Mahasiswa yang tidur selama 7–8 jam memiliki tingkat konsentrasi sebesar 85%, sedangkan mahasiswa yang tidur kurang dari 5 jam memiliki tingkat konsentrasi 60%.”
Di sini, kamu tidak perlu menjelaskan kenapa hasilnya bisa begitu.
Cukup tampilkan angka, tabel, grafik, atau ringkasan data dari penelitianmu.
Jadi, bisa dibilang bagian “hasil” itu semacam laporan murni dari apa yang ditemukan selama penelitian berlangsung.
Pahami perbedaan jurnal nasional dan internasional agar kamu tahu perbedaan standar, jangkauan, dan kredibilitasnya sebelum memilih tempat publikasi karya ilmiahmu.

Kalau bagian itu hanya menyajikan data, maka pembahasan adalah tempat kamu menafsirkan dan menjelaskan makna dari data tersebut.
Di sinilah kamu mulai menjawab pertanyaan “kenapa hasilnya bisa seperti itu?” dan “apa arti dari temuan ini?”
Bagian pembahasan berfungsi untuk menghubungkan hasil penelitianmu dengan teori, penelitian terdahulu, atau hipotesis yang kamu buat sebelumnya.
Misalnya dari contoh tadi, kamu bisa menjelaskan:
“Mahasiswa yang tidur 7–8 jam memiliki konsentrasi yang lebih tinggi karena kualitas tidur yang cukup membantu proses pemulihan otak. Hasil ini sejalan dengan teori X yang menyebutkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan fungsi kognitif.”
Nah, di sini kamu mulai menganalisis dan memberikan makna terhadap hasil yang kamu dapat.
Kamu juga bisa membandingkan dengan penelitian lain, atau menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi hasil tersebut.

Banyak mahasiswa atau peneliti pemula yang masih bingung membedakan antara hasil dan pembahasan karena keduanya memang sangat berdekatan.
Biasanya mereka menulis hasil dan langsung menambahkan penjelasan panjang di bawahnya — padahal itu udah masuk ke pembahasan!
Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pemahaman tentang struktur laporan ilmiah.
Beberapa orang mengira bisa digabung, padahal dalam penulisan yang baik dan sistematis, keduanya punya peran yang berbeda.
Untuk memudahkan, kamu bisa bayangkan seperti ini:
Dengan cara berpikir seperti itu, kamu akan lebih mudah menulis kedua bagian ini secara terpisah tapi tetap nyambung.
Agar lebih jelas, berikut ini perbandingan sederhana antara hasil dan pembahasan:
| Aspek | Bagian Hasil | Bagian Pembahasan |
|---|---|---|
| Fungsi | Menyajikan data penelitian | Menafsirkan dan menjelaskan hasil |
| Isi | Data mentah, angka, tabel, grafik | Analisis, makna, perbandingan, teori |
| Sifat | Objektif dan faktual | Analitis dan interpretatif |
| Bahasa | Singkat dan padat | Lebih bebas dan argumentatif |
| Tujuan | Menunjukkan temuan penelitian | Menjelaskan mengapa hasil muncul dan apa artinya |
| Contoh Kalimat | “Rata-rata konsentrasi meningkat 25%.” | “Peningkatan ini disebabkan oleh pola tidur yang lebih teratur.” |
Dari tabel di atas, kamu bisa lihat kalau bagian hasil dan pembahasan saling melengkapi, tapi tidak sama.
Tanpa hasil, pembahasan tidak punya dasar. Sebaliknya, tanpa pembahasan, hasilmu tidak punya makna.

Nah, sekarang kita masuk ke bagian paling praktis cara menulis hasil dan pembahasan yang benar dan mudah dipahami.
Gunakan tabel, diagram, atau grafik agar pembaca mudah memahami hasil penelitianmu.
Pastikan data yang kamu tampilkan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.
Kalau kamu ingin menjelaskan kenapa hasilnya begitu, tahan dulu itu masuk ke pembahasan.
Fokus dulu menampilkan angka dan fakta apa adanya.
Di bagian pembahasan, jangan hanya menjelaskan “mengapa”, tapi juga bandingkan hasilmu dengan teori atau penelitian sebelumnya.
Misalnya:
“Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan X (2020) yang menunjukkan bahwa kualitas tidur berpengaruh terhadap fokus belajar mahasiswa.”
Supaya tulisanmu enak dibaca, gunakan kata transisi seperti:
Kata-kata ini bikin tulisanmu lebih natural dan terhubung antar paragrafnya.
Setelah menjelaskan semua poin, tutup dengan kesimpulan sementara dari pembahasan.
Misalnya:
“Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa durasi tidur yang cukup berkontribusi signifikan terhadap peningkatan konsentrasi belajar.”
Perbedaan antara hasil dan pembahasan terletak pada fungsi dan tujuannya.
Hasil menampilkan apa yang ditemukan, sedangkan pembahasan menjelaskan mengapa hasil itu muncul dan apa maknanya.
Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.