Cara Menganalisis Jurnal

  • Whatsapp
cara menganalisis jurnal

Pada artikel kali ini kami akan membahas cara menganalisis jurnal nasional dan internasional yang baik dan benar lengkap beserta contohnya.

Hal pertama yang harus kamu pahami sebelum belajar menulis karya ilmiah adalah memahami karya tulis ilmiah itu sendiri melalui contoh cara menganalisis jurnal.

Bacaan Lainnya

Artikel ilmiah biasanya terpublikasi di jurnal. Jurnal ilmiah adalah majalah terbitan dengan ketentuan tertentu dan biasanya memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah).

KTI sebenarnya memuat data dan informasi ilmiah dan teknis yang disampaikan, ditulis dan diterbitkan secara berkala sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah. Oleh karena itu, beberapa dosen atau pengajar akan memberikan pekerjaan rumah kepada mahasiswanya untuk menganalisis jurnal tersebut. Tanggung jawab tugas tersebut meliputi:

  • Sediakan bagi siswa pengantar jurnal yang sebenarnya.
  • Dapat meningkatkan kemampuan analitik mahasiswa dalam menghasilkan jurnal ilmiah.
  • Mahasiswa dapat menemukan kelemahan dan kelebihan jurnal yang dianalisis.

Oleh karena itu, untuk memudahkan Kamu dalam memahami analisis jurnal, mohon perhatikan pengertian analisis jurnal berikut ini:

Pengertian Singkat Cara Menganalisis Jurnal

Menganalis jurnal adalah kegiatan untuk memperhatikan esensi utama dari penelitian yang telah dipublikasikan oleh sumber daya ilmiah, kemudian memadukannya dengan gagasan dan gagasan penganalisis. Dalam analisis jurnal, kita akan memberikan pernyataan singkat dan deskriptif dari jurnal.

Dengan cara ini, pembaca analisis dapat memahami arti dari keseluruhan isi jurnal tanpa perlu repot membaca keseluruhan isinya. Ini adalah metode untuk menganalisis artikel jurnal agar lebih efektif, jelas, dan bermanfaat. Arti dari analisis jurnal mengacu pada proses pemecahan topik penelitian atau materi kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk lebih memahami hasil penelitian yang telah diusulkan.

Teknik analisis jurnal ini telah digunakan dalam penelitian pendidikan masa Aristoteles (384-322 SM), meskipun analisis sebagai konsep formal merupakan perkembangan yang relatif baru dalam karya ilmiah baik dalam bentuk jurnal internasional maupun nasional.

Baca Juga : “Tempat Submit Jurnal Nasional dan Internasional”

Cara Menganalisis Jurnal Nasional dan Internasional Yang Baik dan Benar

Dari penjelasan pernyataan tersebut diatas dapat dikatakan bahwa ada beberapa ketrampilan menulis yang dibutuhkan ketika melakukan analisis jurnal, yaitu antara lain:

1. Pastikan standar kualitas

Disadari atau tidak, kebanyakan jurnal sangat terspesialisasi, seperti politik, hukum, ekonomi, dan kewirausahaan. Meskipun beberapa jurnal menerbitkan artikel dan berbagai jenis karya ilmiah di berbagai bidang ilmiah, Jurnal ilmiah yang mengandung unsur artikel peer-review untuk memastikan bahwa artikel tersebut memenuhi stkamur kualitas jurnal dan validitas ilmiah. Oleh karena itu, sebelum menganalisis dan mereview jurnal pastikan jurnal tersebut memenuhi stkamur ilmiah yang akan kita kaji.

2. Berikan informasi rinci

Penerbitan hasil penelitian merupakan bagian penting dari semua jenis metode penelitian ilmiah. Oleh karena itu, ketika mendeskripsikan percobaan atau perhitungan, informasi yang cukup rinci harus disediakan sehingga peneliti independen dapat mengulangi percobaan atau perhitungan tersebut untuk memverifikasi hasil. Detail ini seperti menuliskan kekuatan dan kelemahan serta mencatat temuannya dalam buku catatan.

3. Cara Menganalisis Jurnal – Pastikan Ilmiah

Terakhir, saat menulis laporan analisis untuk setiap artikel jurnal, harap pastikan bahwa metode bahasa yang digunakan memenuhi stkamur bahasa yang kita yakini. Misalnya untuk Indonesia, menurut PUBI atau KBBI, ini karena catatan artikel kita adalah bagian dari catatan ilmiah yang permanen.

Contoh Cara menganalisis Jurnal dan Penerapannya

cara menganalisis jurnal

Sebelum menerapkan analisis jurnal yang sesuai, lakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Baca ringkasannya. Abstrak adalah salah satu elemen dalam jurnal yang berbentuk paragraf pendek. Keuntungan dari abstrak adalah Kamu dapat memahami sebagian kecil dari jurnal. Secara umum, abstrak diekspresikan dalam 200 kata.
  2. Latar belakang penelitian. Pada tahap ini, coba aktifkan penganalisis untuk memahami dengan cermat dan akurat subjek yang disajikan. Salah satu contohnya adalah mengetahui mengapa penelitian dilakukan dan apakah didasarkan pada tema integrasi penunjukan penelitian lainnya.
  3. Menarik kesimpulan secara langsung. Menarik kesimpulan secara langsung dapat menghemat waktu Kamu untuk memahami atau sekedar memahami abstrak dari keseluruhan kajian (jurnal).
  4. Temukan poin atau posisi utama artikel. Dengan memahami dan menguasai makna argumen utama. Analis akan dapat lebih memahami dan menguasai isi jurnal. Ini akan mencegah Kamu mengulanginya di buku harian. Meski begitu, tidak ada salahnya membaca ulang catatan tersebut, agar konten yang Kamu analisis bisa lebih dalam dan efektif.
  5. Tinjau argumennya. Setelah menyelesaikan operasi di atas, harap membaca faktor-faktor penting dalam jurnal, dan kemudian meninjau poin-poin penting yang dicatat oleh peneliti.

1. Judul Analisis Jurnal – Contoh Cara Menganalisis Jurnal

Penerapan Metode Audiovisual STM dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ilmiah Siswa SDN 4 Tingkat Nuda Penida

2. Rangkuman Isi jurnal

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar sains siswa dengan menerapkan metode STM berbantuan audio visual. The Society of Science and Technology (STM) merupakan bagian terjemahan dari Society of Science and Technology (STS). Upaya ini bertujuan untuk mengenalkan iptek dalam pengalaman dan kehidupan sehari-hari manusia, dengan tetap lebih memperhatikan permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini. Intinya, yang memiliki komponen iptek itu lokal, regional, nasional atau global. Dalam metode STM, media dapat membantu proses pembelajaran sains melalui metode STM di kelas yaitu melalui penggunaan media audiovisual.

3. Tuliskan Kelebihan Jurnal

Siswa dapat menemukan dan menyusun apa yang telah dipelajari dari kegiatan pembelajaran. Melatih siswa untuk peka terhadap dampak lingkungan akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Susunan kelompok lebih beragam, memberikan kesempatan kepada siswa yang masih kurang kemampuan bertanya atau mengutarakan pendapat, serta merefleksikan semua hasil karya siswa.

4. Tuliskan Kelemahan Jurnal

Penerapan metode STM tentunya akan sangat bermanfaat untuk pembelajaran, karena selalu menghubungkan materi dengan kehidupan nyata dan lingkungan dunia siswa. Namun dalam kegiatan pembelajaran tidak mungkin secara langsung mengajak siswa untuk berpartisipasi pada objek pembelajaran utama yang terdapat di lingkungan setiap hari.

5. Menyarankan dan Solusi

Guru dapat memberikan materi pembelajaran yang berkaitan dengan kehidupan nyata, karena dalam proses pembelajaran tidak dapat secara langsung mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam objek pembelajaran utama di lingkungan setiap hari. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu untuk mewujudkan metode STM, karena media merupakan wadah dari pesan tersebut, dan sumber atau saluran yang diharapkan dapat meneruskannya kepada sasaran atau penerima pesan tersebut.

Cara Menerbitkan Jurnal

Contoh Cara Menganalisis Jurnal Pendidikan

1. Isi     :

Model Pembelajaran Arias sangat cocok digunakan untk memaksimalkan penanaman pemahaman konsep IPA kelas IV SD. Model pembelajaran Arias merupakan model pembelajaran sederhana, sistematik, bermakna, dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Untuk menunjang pembelajaran Arias, diperlukan suatu media pembelajaran yaitu media karikatur. Media karikatur adalah salah satu jenis media pembelajaran visual karena dapat dilihat, dipkamung, diperhatikan dan disimak oleh siswa tentunya akan disenangi peserta didik. Penggunaan media ini karena siswa lebih menyukai gambar daripada tulisan, sehingga menambah semangat siswa. Media karikatur yang digunakan dalam proses pembelajaran contohnya berkaitan tentang gambar makhluk hidup atau gambar alam yang dijadikan sebagai objek. Gambar tersebut menyiratkan sebuah pesan mendalam tentang makhluk hidup dan lingkungannya.

Arias singkatan dari (siswa tidak akan malu lagi dalam menyampaikan pengetahuan yang telah mereka miliki (assurance), mengembangkan daya nalar (relevance), menyampaikan ide melalui kegiatan diskusi kelompok, membangkitkan minat siswa selama pembelajaran berlangsung (interest), memberikan kesempatan untuk melakukan presentasi, mengemukakan pendapat. Setelah proses tersebut diberikan tes (assessment), siswa diberikan penghargaan untuk dapat menumbuhkan rasa bangga pada siswa terhadap hasil yang telah dicapai (satisfaction).

2. Hasil

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas IV di Gugus X Kecamatan Mengwi. Kecamatan tersebut terdistribusi dalam empat sekolah yaitu SD No. 1 Penarungan, SD No. 2 Penarungan, SD No. 3 Penarungan, dan SD No. 4 Penarungan. Dari rata-rata pemahaman konsep IPA, diketahui kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Arias berbantuan media karikatur lebih tinggi dari kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional.

3. Kelebihan

Siswa dapat menemukan dan menkonstruksikan pengetahuannya sendiri, dapat menanamkan rasa percaya diri pada siswa serta menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya pada materi tertentu, adanya hubungan antara materi pembelajaran dengan kehidupan siswa, membuat mereka merasa apa yang mereka pelajari berguna dan bermanfaat bagi kehidupannya, mencegah kebosanan.

4. Kelemahan:

Memerlukan waktu yang cukup banyak, membutuhkan bahan dan fasilitas yang lengkap sehingga memerlukan biaya yang sangat mahal, guru masih belum dapat mengembangkan kreativitas yang dimilikinya.

5. Saran

Agar siswa selalu semangat dalam pembelajaran, guru harus memberikan suatu model dalam proses belajar yang inovatif dan kreatif salah satunya adalah model Arias. Namun, guru juga diharapkan dapat mengatur waktu menggunakan model tersebut semaksimal mungkin untuk meminimalisir siswa dalam kebosanan, selain itu bahan atau fasilitas juga harus tetap ekonomis, selain murah, bahan yang dibuat juga bervariasi (seperti menggunakan kertas karton warna, barang-barang bekas). Secara otomatis guru didorong untuk selalu mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya dan siswa juga dituntut untuk tetap kritis, mandiri, dan bersungguh-sungguh selama mengikuti pelajaran.

Akhir Kata

Demikianlah cara mengalisis jurnal nasional dan internasional yang baik dan benar, cara ini bisa relate dengan berbagai rumpun ilmu ya. Misalnya pendidikan, ekonomi, akuntansi, dan lain sebagainya.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

Sumber : https://www.jojonomic.com/ dan https://karyatulisku.com/

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *