

Naskah ditolak editor sebelum sempat direview. Bukan karena penelitiannya buruk, bukan karena datanya lemah tapi karena format penulisan tidak sesuai standar jurnal.
Ini adalah kesalahan paling umum sekaligus paling mudah dihindari. Memahami format penulisan jurnal SINTA yang benar adalah investasi waktu yang sepadan karena satu kesalahan format bisa membuat kerja keras berbulan-bulan sia-sia di tahap desk review.
Di panduan ini kamu akan menemukan: 10 bagian utama artikel jurnal SINTA beserta cara menulis setiap bagian dengan benar, contoh konkret, format teknis standar (margin, font, spasi), cara menyesuaikan dengan gaya selingkung jurnal, 5 kesalahan fatal yang sering terjadi, dan checklist lengkap sebelum submit. Semua dalam satu panduan yang bisa dibaca dari awal sampai selesai.
Daftar Isi
ToggleBanyak akademisi yang menganggap format adalah formalitas belaka yang penting kontennya bagus. Ini adalah persepsi yang bisa sangat merugikan.
Kenyataannya, editor jurnal memproses ratusan naskah per bulan. Di desk review tahap penyaringan pertama sebelum masuk ke reviewer naskah yang tidak sesuai format langsung dikembalikan tanpa direview lebih lanjut. Tidak peduli seberapa bagus data atau argumennya.
❌ Tanpa Format yang Benar
✅ Dengan Format yang Tepat
Sebagian besar jurnal SINTA menggunakan struktur IMRAD yang merupakan standar penulisan ilmiah internasional. Berikut 10 bagian utamanya:
| No | Bagian | Fungsi Utama | Panjang Ideal |
|---|---|---|---|
| 1 | Judul | Mendeskripsikan isi penelitian secara ringkas | 10–15 kata |
| 2 | Abstrak | Ringkasan keseluruhan artikel | 150–250 kata (2 bahasa) |
| 3 | Kata Kunci | Membantu indeksasi di database ilmiah | 3–6 kata/frasa |
| 4 | Pendahuluan | Latar belakang, gap penelitian, tujuan | 10–15% total artikel |
| 5 | Metode Penelitian | Bagaimana penelitian dilakukan | 15–20% total artikel |
| 6 | Hasil Penelitian | Temuan data secara objektif | 20–25% total artikel |
| 7 | Pembahasan | Interpretasi dan makna temuan | 25–30% total artikel |
| 8 | Kesimpulan | Jawaban atas tujuan penelitian | 5–10% total artikel |
| 9 | Ucapan Terima Kasih | Penghargaan ke pihak pendukung | Opsional — 2–4 kalimat |
| 10 | Daftar Pustaka | Semua sumber yang dikutip | Minimal 15–20 sumber (tergantung jurnal) |
Judul adalah kesan pertama. Editor dan reviewer menilai relevansi naskah dari judul sebelum membaca satu kata pun dari isinya. Judul yang buruk = naskah tidak dibaca dengan serius.
| Kriteria Judul yang Baik | Penjelasan |
|---|---|
| Spesifik & Terukur | Sebutkan variabel, subjek, konteks, atau metode yang digunakan |
| 10–15 Kata | Tidak terlalu panjang, tidak terlalu singkat. Cukup untuk mendeskripsikan isi |
| Mengandung Kata Kunci Utama | Membantu visibilitas di Google Scholar, SINTA, dan database akademik |
| Tanpa Singkatan Tidak Umum | Kecuali singkatan yang sudah sangat baku di bidang tersebut |
Abstrak adalah mini-artikel. Harus bisa dipahami tanpa membaca artikel utama. Reviewer sering memutuskan apakah akan membaca lebih lanjut hanya dari abstrak.
Kata kunci bukan sekadar formalitas. Ini adalah “label” yang menentukan apakah artikelmu muncul ketika orang mencari topik tertentu di database ilmiah.
Pendahuluan yang kuat menjawab satu pertanyaan mendasar: “Mengapa penelitian ini penting dan apa yang belum pernah diteliti sebelumnya?”
Struktur pendahuluan yang efektif mengikuti pola corong: dari yang umum ke yang spesifik.
Bagian metode harus ditulis cukup detail agar penelitian bisa direplikasi oleh peneliti lain. Ini bukan ringkasan — ini adalah dokumentasi ilmiah.
| Komponen Wajib | Kuantitatif | Kualitatif |
|---|---|---|
| Desain Penelitian | Eksperimen, survei, korelasional | Fenomenologi, grounded theory, studi kasus |
| Subjek / Sampel | Jumlah, teknik sampling, karakteristik | Informan, kriteria purposive, jumlah |
| Instrumen | Kuesioner, uji validitas & reliabilitas | Panduan wawancara, observasi |
| Analisis Data | Statistik deskriptif, regresi, ANOVA | Tematik, content analysis, triangulasi |
Bagian hasil menyajikan data secara objektif tanpa interpretasi. Tanyakan pada diri sendiri: “Apakah saya sedang menyajikan fakta atau menjelaskan maknanya?” Kalau menjelaskan makna itu masuk Pembahasan, bukan Hasil.
Pembahasan adalah jantung artikel ilmiah. Di sinilah kamu menunjukkan kedalaman analisismu bukan sekadar mengulang hasil, tapi memaknai, membandingkan, dan menjelaskan implikasinya.
Jelaskan mengapa hasilnya seperti itu. Apa yang menyebabkan temuan tersebut? Ada faktor apa yang mungkin berpengaruh?
Apakah temuan kamu sejalan atau bertentangan dengan penelitian sebelumnya? Kalau berbeda, jelaskan kemungkinan penyebabnya.
Apa implikasi praktis dan teoretis dari temuan ini? Apa keterbatasan penelitian yang perlu diakui secara jujur?
Kesimpulan bukan ringkasan artikel. Kesimpulan adalah jawaban langsung atas tujuan penelitian yang kamu tulis di pendahuluan.
Ucapan Terima Kasih (Acknowledgement) bersifat opsional digunakan jika penelitian mendapat pendanaan hibah, bantuan institusi, atau kontribusi signifikan dari pihak lain. Tulis dalam 2–4 kalimat yang ringkas.
Daftar Pustaka adalah elemen yang paling sering menyebabkan masalah teknis. Beberapa hal yang wajib diperhatikan:
Di luar struktur konten, ada elemen teknis yang sama pentingnya. Ini yang paling sering diabaikan:
| Elemen Teknis | Standar Umum | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Font & Ukuran | Times New Roman 10–12pt / Cambria | Ikuti template resmi jangan diganti |
| Spasi | Single space (1,0) atau 1,15 | Berbeda antar jurnal cek template |
| Layout Kolom | 1 kolom atau 2 kolom | Eksakta/teknik sering 2 kolom; sosial/humaniora sering 1 kolom |
| Panjang Artikel | 10–20 halaman (termasuk daftar pustaka) | Cek author guidelines masing-masing jurnal |
| Format File | .doc atau .docx (Word) | PDF hanya jika diminta khusus |
| Plagiarisme | Similarity maksimal 20–25% | SINTA 1–2 sering mensyaratkan <15% |
Gaya selingkung (house style) adalah panduan editorial khusus milik setiap jurnal yang mengatur segala hal tentang format, gaya bahasa, dan ketentuan teknis artikel. Dua jurnal yang sama-sama SINTA 2 bisa punya gaya selingkung yang sangat berbeda.
Cara mempelajari gaya selingkung jurnal yang kamu tuju:
Halaman ini biasanya ada di menu “For Authors” atau “Submissions” di website OJS jurnal. Baca sampai selesai, jangan di-skip.
Ini cara paling akurat memahami karakter jurnal. Lihat bagaimana mereka menulis pendahuluan, seberapa detail metodenya, dan gaya penulisan pembahasan yang disukai editor.
Jangan tulis di dokumen terpisah lalu copy-paste ke template. Copy-paste membawa format tersembunyi yang bisa merusak layout. Tulis dan edit langsung di dalam file template sejak awal.
Dari ribuan naskah yang beredar, ini adalah 5 kesalahan yang paling sering menyebabkan penolakan di tahap desk review:
| Kesalahan | Mengapa Fatal | Cara Menghindari |
|---|---|---|
| 1. Tidak pakai template resmi | Langsung dikembalikan editor tanpa masuk review | Download template dari OJS sebelum mulai menulis |
| 2. Similarity di atas 25% | Ditolak otomatis karena dianggap plagiat | Cek Turnitin/iThenticate sebelum submit, target <20% |
| 3. Hasil & Pembahasan dicampur | Reviewer menilai penulis tidak memahami standar ilmiah | Hasil = sajikan data; Pembahasan = interpretasikan data |
| 4. Referensi tidak konsisten | Menunjukkan kurangnya perhatian terhadap detail | Gunakan Mendeley/Zotero dari awal penulisan |
| 5. Tidak ada pernyataan novelty | Editor tidak tahu apa bedanya dengan penelitian lain | Tulis kalimat novelty eksplisit di akhir pendahuluan |
Gunakan checklist ini sebagai langkah terakhir sebelum kamu menekan tombol submit. Centang setiap poin kalau ada yang belum, selesaikan dulu.
📋 Format & Teknis
📝 Konten & Struktur
📚 Referensi
✅ Kualitas & Etika
✨ Penawaran Eksklusif Publikasi Indonesia
🎯 Spesial Tahun 2026 | Tersedia Berbagai Bidang Keilmuan
💰 Biaya sudah termasuk pelayanan:
Kamu sudah membaca panduan ini sampai akhir artinya kamu serius mempersiapkan naskahmu. Tapi mengetahui formatnya dan mengeksekusinya dengan sempurna adalah dua hal yang berbeda. Bahkan peneliti berpengalaman pun sering membutuhkan pendampingan untuk memastikan setiap detail format sesuai standar jurnal yang dituju.
Publikasi Indonesia hadir untuk memastikan naskahmu tidak hanya memahami format yang benar, tapi benar-benar terbit. Dari penyesuaian template, cek plagiarisme, proofreading, hingga pendampingan revisi reviewer semua ditangani tim profesional. Pelajari prosesnya di panduan publikasi jurnal SINTA →
⚡ Untuk setiap bulannya, kami hanya menerima 4 naskah saja. Dan untuk bulan ini, hanya tersisa 1 slot naskah. Jika kamu berhasil mendapatkannya, kemungkinan besar naskahmu akan terbit bulan ini.
Kami menerima semua rumpun ilmu mulai dari Agama, Ekonomi, Sastra, Kesehatan, Psikologi, Sosial dan lain sebagainya.
Bagi kamu yang tertarik dengan penawaran kami, bisa langsung konsultasikan melalui Whatsapp di bawah ini!
Format penulisan jurnal SINTA bukan hambatan birokrasi ini adalah standar yang memastikan artikel ilmiah bisa dipahami, dievaluasi, dan dikutip secara konsisten oleh komunitas akademik di seluruh dunia.
10 bagian utama judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih, dan daftar pustaka masing-masing memiliki fungsi spesifik yang tidak bisa dipertukarkan. Memahami mengapa setiap bagian ada akan membantumu menulis dengan jauh lebih baik dibanding sekadar mengikuti template secara mekanis.
Ingat: tidak ada satu format universal yang berlaku untuk semua jurnal SINTA. Panduan ini membahas standar umum selalu unduh template resmi dan baca author guidelines dari jurnal yang kamu tuju sebelum mulai menulis.
Tidak. SINTA hanya mengindeks dan memberi peringkat format sepenuhnya ditentukan oleh masing-masing pengelola jurnal. Dua jurnal SINTA 2 bisa punya template dan gaya selingkung yang sangat berbeda. Selalu unduh template resmi dari OJS jurnal yang dituju.
Standar umum adalah 150–250 kata untuk setiap versi bahasa (Indonesia dan Inggris). Abstrak harus memuat latar belakang singkat, tujuan penelitian, metode, hasil utama, dan kesimpulan tanpa sitasi atau referensi apapun.
Bagian Hasil hanya menyajikan data secara objektif angka, tabel, grafik tanpa interpretasi. Bagian Pembahasan menginterpretasikan data tersebut, membandingkannya dengan penelitian sebelumnya, dan menjelaskan implikasinya. Mencampurkan keduanya adalah kesalahan yang sangat sering menjadi catatan reviewer.
Standar umum adalah di bawah 20–25%. Untuk jurnal SINTA 1–2, banyak yang mensyaratkan di bawah 15%. Cek menggunakan Turnitin atau iThenticate sebelum submit. Ingat: kutipan langsung dari peraturan atau dokumen resmi bisa menaikkan similarity kurangi kutipan langsung dan perbanyak parafrase.
Format APA 7th edition adalah yang paling banyak digunakan jurnal SINTA, terutama di bidang pendidikan, sosial, humaniora, dan kesehatan. Bidang teknik sering menggunakan IEEE, bidang hukum kadang menggunakan Chicago atau footnote. Cek author guidelines jurnal yang kamu tuju untuk kepastian, dan gunakan Mendeley atau Zotero untuk memastikan konsistensi.
Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.