Mencari template journal Scopus yang tepat sering jadi langkah pertama yang bikin proses menulis molor berminggu-minggu bukan karena template-nya susah ditemukan, tapi karena banyak yang salah kaprah menyamakan template satu jurnal dengan jurnal lainnya.
Padahal setiap jurnal terindeks Scopus punya gaya selingkung, struktur, dan ketentuan formatnya sendiri. Artikel ini membahas tuntas cara menemukan template resmi, elemen wajib yang hampir selalu dicek editor di tahap screening, serta kesalahan format yang paling sering bikin naskah ditolak sebelum masuk ke tahap review.
🔍 Buru-buru butuh template? Lewati teorinya kalau naskahmu sudah siap tinggal konsultasikan langsung format & jurnal tujuannya.
Apa Itu Template Jurnal Scopus?
Template jurnal Scopus adalah dokumen format baku biasanya berupa file Word, LaTeX, atau PDF yang disediakan oleh penerbit jurnal internasional terindeks Scopus sebagai panduan struktur penulisan naskah. Istilah ini sering dipakai secara umum untuk menyebut file format yang dipakai jurnal-jurnal bereputasi internasional.
Karena Scopus adalah basis data pengindeks (dikelola oleh Elsevier), bukan penerbit tunggal, template-nya otomatis mengikuti kebijakan tiap jurnal yang terindeks di dalamnya bukan satu format nasional seperti pada jurnal SINTA di Indonesia.
Cara Menemukan Template Resmi Jurnal Scopus
Berikut dua jalur paling umum untuk menemukan template resmi sesuai jurnal tujuanmu.
🟢 Jalur 1: Langsung ke Website Jurnal
Cek dulu status indeksasinya di scopus.com/sources pastikan jurnal masih aktif terindeks, bukan yang sudah discontinued.
Biasanya terletak di sidebar kanan halaman jurnal, atau di menu For Authors / Submission. File template umumnya tersedia dalam format Doc, PDF, atau LaTeX.
Jangan cuma unduh templatenya perhatikan juga batas kata abstrak, jumlah kata kunci, dan format referensi yang diminta.
🔵 Jalur 2: Lewat Situs Pengindeks Jurnal
Kalau belum punya jurnal tujuan spesifik, situs pengindeks bisa membantu menemukan opsi jurnal beserta template-nya sekaligus:
Struktur Umum & Checklist Format yang Wajib Dicek
Meski tiap jurnal punya template berbeda, mayoritas jurnal Scopus di bidang sains dan sosial menggunakan struktur IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) atau variasinya.
🔍
Introduction
Latar belakang, gap penelitian, novelty, tujuan
⚙️
Methods
Desain, sampel, instrumen, teknik analisis
📊
Results
Data, tabel, grafik tanpa interpretasi berlebih
💬
Discussion
Interpretasi, perbandingan literatur, implikasi
☑ Abstrak sesuai batas kata (biasanya 150–250 kata) + 4–6 kata kunci
☑ Heading dan sub-heading memakai style bawaan template, bukan diformat manual
☑ Tabel dan gambar diletakkan dekat teks yang membahasnya, sesuai format
☑ Gaya sitasi konsisten di seluruh naskah (jangan campur APA & IEEE)
☑ Metadata penulis lengkap: afiliasi, email korespondensi, ORCID
☑ Similarity index sudah dicek (idealnya di bawah 10–15% untuk jurnal Scopus)
Kesalahan Umum Saat Memakai Template Jurnal Scopus
Template dari jurnal A dipakai untuk submit ke jurnal B karena dianggap sama-sama Scopus. Editor biasanya langsung tahu dan bisa meminta reformat ulang bahkan menolak.
Menyalin isi dari draft lama ke template baru sering membawa format tersembunyi (hidden styles) yang mengacaukan tampilan akhir.
Jurnal kadang memperbarui template-nya. Selalu unduh versi terbaru langsung dari website resmi, jangan pakai file lama yang tersimpan di laptop.
Template cuma mengatur format tampilan. Ketentuan seperti batas similarity, kebijakan data availability, atau ethical statement biasanya tertulis terpisah di Author Guidelines.
💼 Kenapa Banyak yang Pilih Pendampingan
Kesalahan format di atas adalah alasan paling sering di balik “reformat request” yang bikin proses review molor berbulan-bulan. Tim kami sudah membantu ribuan naskah dosen dan mahasiswa S1–S3 memformat ulang sesuai gaya selingkung jurnal tujuan, sebelum submit bukan sesudah ditolak.
Kesimpulan
Template jurnal Scopus bukan file yang bisa disamaratakan antar jurnal. Yang menentukan naskahmu lolos tahap screening editor adalah kesesuaian format dengan jurnal tujuan spesifik bukan seberapa rapi template itu terlihat secara umum.
Langkah paling aman: verifikasi status indeksasi jurnal, unduh template resmi langsung dari website-nya, ikuti Author Guidelines secara menyeluruh, dan tulis naskah langsung di dalam template sejak awal.
- Cara Publikasi Jurnal Scopus Agar Cepat Terbit panduan lengkap dari submit sampai LOA
- Contoh List Journal Scopus referensi jurnal berdasarkan bidang ilmu
- Cara Menemukan Journal Scopus Free untuk yang mencari jurnal tanpa APC
✨ Pendampingan Publikasi Indonesia
Kesulitan Menyesuaikan Naskah dengan Template Jurnal Scopus?
Diskusikan naskahmu bersama tim kami sekarang dari cek kesesuaian format hingga pendampingan sampai terbit.
💼 Yang kamu dapatkan:
Ribuan naskah dosen dan mahasiswa S1–S3 sudah kami dampingi hingga sesuai format dan terbit di jurnal terakreditasi, termasuk yang terindeks Scopus.
⏳ Kuota pendampingan naskah bulan ini terbatas konsultasi lebih awal supaya prosesnya tidak buru-buru mendekati deadline.
*Ganti tautan tombol di atas dengan link WhatsApp/kontak resmi kamu sebelum publish.
FAQ
Apakah semua jurnal Scopus punya template yang sama?
Tidak. Scopus adalah basis data pengindeks yang mencakup lebih dari 20.000 jurnal dari sekitar 5.000 penerbit setiap penerbit dan jurnal punya template serta gaya selingkung sendiri.
Di mana cara paling cepat menemukan template resmi?
Kunjungi website resmi jurnal tujuan, cari menu Author Guidelines atau Manuscript Template biasanya ada di sidebar kanan atau menu For Authors. Verifikasi dulu status indeksasinya di scopus.com/sources.
Bolehkah pakai template jurnal Scopus lain sebagai acuan sementara?
Boleh untuk memahami struktur umum IMRaD, tapi jangan dipakai sebagai template final. Setiap jurnal punya ketentuan detail berbeda yang akan langsung terlihat oleh editor jika tidak disesuaikan.
Berapa batas similarity yang aman untuk jurnal Scopus?
Idealnya di bawah 10–15%, tergantung kebijakan masing-masing jurnal. Selalu cek similarity via Turnitin atau iThenticate sebelum submit.
Apa bedanya template jurnal Scopus dan template jurnal SINTA?
Template jurnal SINTA mengikuti ketentuan penerbit nasional yang terdaftar di Kemendikbudristek, sementara template jurnal Scopus mengikuti kebijakan penerbit internasional yang jauh lebih beragam standar dan formatnya juga cenderung lebih ketat, terutama soal referensi dan bahasa Inggris akademik.