Syarat publikasi jurnal Sinta 2 pada dasarnya mencakup kualitas penelitian yang kuat, struktur artikel ilmiah sesuai standar, serta lolos proses peer review ketat.
Jurnal terindeks Sinta 2 berada pada level akreditasi tinggi di Indonesia sehingga standar seleksinya lebih kompetitif. Jika kamu mahasiswa, dosen, atau peneliti yang ingin meningkatkan reputasi akademik, memahami persyaratan ini adalah langkah awal yang krusial.
Publikasi di jurnal Sinta 2 bukan hanya soal kelulusan administrasi, tetapi juga tentang kontribusi ilmiah yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.
Apa Itu Jurnal Sinta 2?

Sinta adalah singkatan dari Science and Technology Index yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Sistem ini mengindeks dan mengukur kinerja jurnal nasional berdasarkan kualitas dan dampak sitasi.
Menurut pedoman akreditasi ARJUNA dari Kemendikbudristek, jurnal Sinta memiliki enam peringkat, dari Sinta 1 hingga Sinta 6. Sinta 2 berada satu tingkat di bawah Sinta 1 dan termasuk kategori jurnal nasional terakreditasi sangat baik.
Berdasarkan data SINTA tahun 2023, jurnal yang masuk kategori Sinta 2 umumnya telah memiliki manajemen editorial profesional, reviewer bereputasi, serta tingkat sitasi yang stabil.
Mengapa Publikasi di Sinta 2 Penting?

Publikasi di Sinta 2 memberikan dampak akademik yang signifikan.
- Mendukung syarat kelulusan S2 dan S3 di banyak perguruan tinggi.
- Menjadi poin penting dalam kenaikan jabatan fungsional dosen.
- Meningkatkan rekam jejak penelitian dan reputasi akademik.
- Memperluas jejaring kolaborasi ilmiah.
Menurut Peraturan Menteri PANRB tentang Jabatan Fungsional Dosen, publikasi di jurnal terakreditasi nasional seperti Sinta 2 memiliki bobot angka kredit yang tinggi.
Artinya, jurnal Sinta 2 bukan sekadar formalitas, tetapi investasi akademik jangka panjang.
Syarat Publikasi Jurnal Sinta 2

Berikut adalah syarat utama yang perlu kamu penuhi.
1. Artikel Orisinal dan Bebas Plagiarisme
Artikel harus merupakan hasil penelitian asli, bukan duplikasi atau publikasi ganda.
Sebagian besar jurnal Sinta 2 mensyaratkan tingkat kemiripan maksimal 20% hingga 25% berdasarkan pemeriksaan Turnitin atau iThenticate.
Menurut Committee on Publication Ethics (COPE), integritas akademik adalah fondasi utama publikasi ilmiah. Jika terdeteksi plagiarisme tinggi, artikel akan langsung ditolak tanpa review lanjutan.
2. Struktur Penulisan Sesuai Template Jurnal
Setiap jurnal memiliki template khusus. Umumnya terdiri dari:
- Judul
- Abstrak dalam Bahasa Indonesia dan Inggris
- Pendahuluan
- Metodologi
- Hasil dan Pembahasan
- Kesimpulan
- Daftar Pustaka
Kesalahan format sering menjadi alasan desk rejection. Karena itu, membaca author guidelines secara detail sangat penting sebelum submit.
3. Referensi Relevan dan Mutakhir
Mayoritas jurnal Sinta 2 mensyaratkan minimal 15 sampai 25 referensi, dengan proporsi 60% hingga 80% berasal dari jurnal 5 sampai 10 tahun terakhir.
Berdasarkan studi Elsevier tentang tren sitasi ilmiah, artikel dengan referensi mutakhir memiliki peluang sitasi 30% lebih tinggi dibanding artikel dengan referensi lama.
Gunakan database seperti Google Scholar, Scopus, atau DOAJ untuk memastikan kualitas referensi.
4. Metodologi yang Jelas dan Replikatif
Metode penelitian harus dijelaskan secara rinci agar bisa direplikasi oleh peneliti lain.
Menurut Creswell dalam buku Research Design, transparansi metode meningkatkan kredibilitas dan validitas penelitian.
Reviewer biasanya sangat kritis pada bagian ini. Jika metode tidak jelas, peluang revisi mayor atau penolakan cukup besar.
5. Lolos Proses Peer Review
Proses peer review di jurnal Sinta 2 umumnya bersifat double blind review.
Artinya, identitas penulis dan reviewer dirahasiakan. Proses ini bisa memakan waktu 4 minggu hingga 3 bulan tergantung kebijakan jurnal.
Reviewer akan mengevaluasi:
- Kebaruan penelitian
- Relevansi topik
- Kedalaman analisis
- Konsistensi data
- Kontribusi ilmiah
Tantangan Umum Saat Submit ke Jurnal Sinta 2

Banyak penulis gagal bukan karena penelitiannya buruk, tetapi karena kurang persiapan teknis.
Beberapa tantangan umum:
- Artikel langsung ditolak karena tidak sesuai scope jurnal
- Bahasa Inggris kurang akademik
- Referensi tidak mengikuti style yang diminta
- Argumen kurang tajam dalam pembahasan
Di sinilah pentingnya persiapan matang sebelum kamu mencoba publish jurnal ke Sinta 2.
Bagi yang ingin prosesnya lebih terarah, sebagian penulis memilih berdiskusi dengan mentor atau menggunakan pendampingan profesional agar naskah sesuai standar reviewer sejak awal.
Tips Agar Artikel Lebih Berpeluang Diterima

1. Pilih Jurnal yang Scope-nya Sesuai
Jangan asal pilih jurnal dengan peringkat tinggi. Pastikan topik penelitian kamu benar-benar sesuai fokus dan ruang lingkup jurnal tersebut.
2. Perkuat State of The Art
Tunjukkan celah penelitian yang belum dibahas sebelumnya.
Tuliskan dengan jelas:
Apa masalahnya?
Apa yang belum diteliti?
Apa kontribusi baru dari penelitian kamu?
3. Gunakan Bahasa Akademik yang Konsisten
Jika jurnal menggunakan Bahasa Inggris, pertimbangkan proofreading profesional. Kesalahan grammar sering menjadi catatan revisi.
4. Respons Revisi dengan Argumentatif
Jika mendapat revisi, jawab setiap komentar reviewer dengan sopan dan berbasis data.
Menurut pengalaman banyak editor jurnal nasional, artikel yang direvisi dengan respons detail memiliki peluang diterima hingga 60% lebih besar dibanding respons singkat tanpa penjelasan.
Jika ingin pendampingan yang sesuai standar jurnal Sinta 2, beberapa penulis memilih menggunakan layanan profesional agar proses revisi lebih sistematis dan efisien
Kesimpulan
Syarat publikasi jurnal Sinta 2 mencakup orisinalitas penelitian, struktur penulisan sesuai template, referensi mutakhir, metodologi jelas, serta lolos peer review ketat. Standarnya tinggi karena jurnal ini berada pada kategori akreditasi nasional unggul.
Jika kamu ingin meningkatkan peluang diterima, persiapan matang sejak awal sangat menentukan. Mulai dari pemilihan jurnal yang tepat, penguatan analisis, hingga kesiapan menghadapi revisi.
Bagi penulis yang ingin prosesnya lebih terarah dan minim kesalahan teknis, mempertimbangkan pendampingan profesional untuk publish jurnal bisa menjadi langkah strategis agar naskah benar-benar siap menghadapi standar Sinta 2.
Pada akhirnya, publikasi bukan hanya tentang lolos review, tetapi tentang kontribusi ilmiah yang berdampak dan membangun reputasi akademik kamu secara berkelanjutan.
FAQ
1. Apakah mahasiswa S1 bisa publikasi di Sinta 2?
Bisa, selama penelitian memenuhi standar kualitas dan biasanya didampingi dosen pembimbing sebagai co-author.
2. Berapa lama proses review jurnal Sinta 2?
Rata-rata 1 sampai 3 bulan, tergantung kebijakan editorial dan kecepatan reviewer.
3. Apakah semua jurnal Sinta 2 berbayar?
Tidak semua. Ada jurnal yang gratis, ada juga yang menerapkan article processing charge sesuai kebijakan masing-masing.
4. Apakah publikasi di Sinta 2 setara dengan jurnal internasional?
Tidak sepenuhnya setara dengan jurnal Scopus, tetapi Sinta 2 termasuk kategori jurnal nasional terakreditasi tinggi dan diakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia.
5. Apakah artikel pasti diterima jika sudah sesuai template?
Belum tentu. Template hanya syarat administratif. Kualitas substansi dan kontribusi ilmiah tetap menjadi faktor utama.


