Langkah Langkah Membuat Jurnal

  • Whatsapp
Langkah Langkah Membuat Jurnal

Langkah langkah membuat jurnal – Ada berbagai jenis buku yang dapat dijadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan. Salah satu yang dapat dijadikan referensi adalah jurnal.

Bagi para sarjana, itu harus menjadi jurnal. Secara umum, terbitan berkala adalah terbitan berkala berupa artikel yang diterbitkan secara berkala.

Bacaan Lainnya

Dalam hal ini, jurnal biasanya diterbitkan pada interval tertentu, yaitu setiap 4 bulan atau setahun sekali. Anda dapat menemukan banyak jenis jurnal, yaitu Professional or Trade Journals, Popular Journals, dan Scholarly Journals.

Tujuan jurnal adalah untuk mengembangkan penelitian yang telah ditulis dan menjadi referensi bagi peneliti lain yang melakukan kegiatan penelitian sejenis.

Secara umum, jurnal memiliki materi yang sangat beragam tetapi sangat padat, hanya 6 sampai 8 halaman, tetapi setiap kalimat memiliki nilai ilmiah.

Saat menulis jurnal, tidak seperti membuat tulisan biasa. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Misalnya dalam penyusunan bab penulisan. Berikut langkah langkah membuat jurnal.

Langkah Langkah Membuat Jurnal

1. Judul

Jlangkah langkah membuat jurnal yang utama adalah judul. Judul akan memudahkan pembaca untuk memahami esensi jurnal tanpa harus membaca seluruh isi jurnal. Misalnya, Anda membuat judul  “Laporan Lab Fisika”.

Judul seperti ini kurang efektif bagi pembaca karena tidak menggambarkan isi jurnal. Beberapa pembaca terlalu malas untuk membaca jurnal karena judulnya saja tidak cukup detail.

Pilih judul yang jelas, seperti  “Pengaruh Gaya Sentrifugal Terhadap Angin”. Judul ini akan memudahkan pembaca yang ingin memahami gaya sentrifugal pada jurnal.

2. Abstrak

Setelah jurnal, yang harus diperhatikan adalah abstraknya. Sekilas abstrak hampir sama dengan abstrak, namun sebenarnya berbeda. Abstrak ini biasanya ditulis di akhir.

Bagian abstrak jurnal ilmiah digunakan untuk mencerna secara singkat isi jurnal. Abstrak ditulis sebagai penjelasan jurnal, tanpa mengacu pada jurnal. Anda harus mengajukan setidaknya 250 kata dalam abstrak, meringkas tujuan, metode, hasil dan kesimpulan.

Saat menulis abstrak, hindari penggunaan singkatan atau tanda kutip. Abstrak harus dapat eksis secara mandiri tanpa catatan kaki.

3. Pendahuluan

Setelah ringkasan, Anda dapat masuk ke bagian pendahuluan. Pendahuluan adalah pernyataan tentang kasus yang sedang Anda selidiki.

Di bagian ini, Anda harus memberikan informasi kepada pembaca untuk memahami tujuan spesifik dalam kerangka tooritis yang lebih besar.

Bagian ini juga mencakup latar belakang pertanyaan, seperti ringkasan penelitian yang telah dilakukan dan bagaimana eksperimen dapat membantu memperjelas atau memperluas pengetahuan di bidang umum.

Harap diingat untuk tidak membuat pendahuluan terlalu luas, agar pembaca tidak bingung keberadaannya.

Baca Juga : Tempat Publikasi Jurnal Nasional dan Internasional

4. Bahan dan Metode

Langkah selanjutnya adalah menentukan bahan dan metode. Pada bagian ini, Anda akan menjelaskan proses eksperimen yang sedang berlangsung. Informasi yang dijelaskan di sini meliputi desain eksperimen, peralatan yang digunakan, metode pengumpulan data, deskripsi lokasi, dan tipe kontrol.

Perlu dicatat bahwa pada bagian ini kita harus menjelaskan secara rinci dan jelas. Hindari penggunaan kata-kata yang membingungkan. Berbicara tentang ide, biarkan pembaca segera memahami informasi yang Anda tulis..

5. Hasil

Di bagian hasil, Anda dapat menampilkan ringkasan data dan ikhtisar dalam bentuk teks, tabel, atau gambar. Harap diingat bahwa informasi yang diberikan di bagian ini hanya hasil yang ditampilkan.

Tidak ada interpretasi data atau kesimpulan yang diambil dari data yang Anda peroleh. Harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan menggunakan teks naratif untuk menyajikan data informasi dalam bentuk tabel atau grafik.

6. Pembahasan

Dari data yang Anda dapatkan, Anda hanya bisa membahasnya secara detail di bagian pembahasan. Pada bagian pembahasan, Anda dapat menjelaskan data yang ada dengan menggunakan pola yang diamati.

Hal ini dapat dilihat dengan jelas dari hubungan antara masing-masing variabel eksperimen yang penting dan korelasi antar variabel.

Anda harus memberikan penjelasan yang berbeda untuk hipotesis atau hasil yang berbeda atau serupa untuk setiap eksperimen yang terkait dengan penelitian yang dilakukan oleh orang lain.

Namun, perlu dicatat bahwa setiap eksperimen yang dilakukan tidak harus mengacu pada hasil atau tren yang besar agar menjadi penting.

Jika Anda menemukan hasil negatif, Anda dapat menjelaskan apa penyebabnya. Mungkin dari hasil negatif tersebut sebenarnya Anda mendapatkan hasil penting yang harus diubah dalam kegiatan penelitian selanjutnya.

7. Kesimpulan

Menarik kesimpulan dari semua percobaan yang telah dilakukan. Kuncinya adalah peneliti akan mengacu pada pernyataan ketika menyajikan informasi apa pun yang dipelajari.

8. Daftar Pustaka

Saat membuat jurnal, jangan lupa mencantumkan daftar pustaka di halaman terakhir. Bagian bibliografi adalah kumpulan nama-nama dokumen yang kami gunakan sebagai referensi dalam buku harian.

Dari semua informasi yang berupa kutipan, kita harus menyusun daftar pustaka sesuai dengan kaidah kepustakaan yang benar.

Kalau belum tahu cara membuat daftar pustaka dari jurnal silahkan klik artikelnya.

Unsur yang harus ada di dalam jurnal

Jika jurnal-jurnal tersebut terdaftar dengan benar, langkah selanjutnya adalah membuat jurnal-jurnal tersebut layak untuk dijadikan referensi. Untuk melakukan ini tidak mudah. Buku harian Anda harus berisi 8 elemen. Ini deskripsinya:

1. Informasi Dapat Dipertanggungjawabkan

Cara membuat jurnal layak referensi, pertama lihat informasi yang bisa dipublikasikan secara statistik dan teratur. Bahasa isi dan judul jurnal harus singkat, bermakna, dan akurat, serta cara penyampaiannya harus mudah dipahami dan mudah dibaca orang.

Pemilihan bahasa juga harus mudah dipahami namun tetap menggunakan bahasa baku. Penulisan konten juga menekankan bidang pengetahuan tertentu yang dikendalikan oleh peneliti.

Selain itu, setidaknya jurnal tersebut memiliki International Standard Serial Number (ISSN). ISSN tercetak umumnya memiliki kode p-ISSN, sedangkan kode e-journal adalah e-ISSN. Jika jurnalnya elektronik, Anda dapat mendaftar e-ISSN melalui portal khusus.

2. Kelembagaan Penerbit

Lembaga yang menerbitkan jurnal juga harus jelas. Secara tidak langsung, lembaga penerbit yang ditunjuk akan bertindak sebagai badan hukum.

Tugas mereka adalah memberikan jaminan kelangsungan dana dan perlindungan hukum. Bentuk lembaganya juga berbeda-beda, ada yang berbentuk organisasi profesi, lembaga litbang, universitas atau bentuk lembaga lainnya.

3. Manajemen Pengelolaan dan Sustansi penyuntingan

Kriteria evaluasi substansi dan pengelolaan jurnal minimal mengikuti ketentuan bestari partner, kualitas penyuntingan, keanggotaan, pemahaman petunjuk dan kualitas penulis. Ini termasuk kualitas pengeditan format dan manajemen publikasi.

Mitra wajib telah menyatakan dan memperoleh kualifikasi jurnal minimal dalam 3 tahun terakhir. Pada saat yang sama, kualitas pengeditan materi tergantung pada partisipasi mitra bebestari. Partisipasi ini diukur dari kualitas konten yang diposting, termasuk bahasa yang digunakan.

4. Substansi Tulisan

Esensi tulisan dapat dinilai dari ruang lingkup keilmuan, keinginan untuk menambah wawasan, orisinalitas karya, kontribusi penelitian kepada masyarakat, pengaruh keilmuan, bahan referensi terkini, sintesa analisis dan kesimpulan.

Lingkup keilmuan publikasi meliputi cabang keilmuan, pakar, super ahli, disiplin ilmu dan lampirannya. Penilaian wawasan lebih terukur secara geografis, meliputi wilayah dan negara asal. Semakin luas cakupannya, semakin tinggi skornya.

Publikasi Jurnal Cepat

5. Gaya Penulisan

Gaya penulisan jurnal dapat dilihat dari validitas judul, pencantuman nama penulis, kelembagaan penulis, dan penulisan abstrak.

Penilaian gaya penulisan dengan metode penulisan jurnal lainnya juga dapat dilihat dari sistematika penulisan bab. Jika tersusun rapi dan sistematis maka majalah tersebut dapat dikatakan baik.

6. Penulisan yang Rapi

Tampilan yang rapi memberikan tingkat keterbacaan yang lebih tinggi. Tampilan disini mengacu pada representasi format yang digunakan.

Sama seperti memperhatikan ukuran bidang tulisan, margin kiri dan kanan atas dan bawah adalah sama. Perhatikan juga jarak antar kalimat, jangan terlihat terlalu dekat.

7. Keberkalaan

Jika jurnal memenuhi beberapa kriteria evaluasi, termasuk evaluasi jadwal publikasi, nomor publikasi, dan jumlah halaman, jurnal dianggap telah lulus inspeksi rutin. Adapun standar lainnya, seperti pengindeksan setiap volume dan volume.

8. Penyebarluasan

Jika jurnal tersebut memenuhi 3 kriteria tersebut, maka jurnal tersebut dikatakan layak disebarluaskan. Yaitu, jumlah kunjungan pelanggan yang unik, integritas identitas artikel dan indeks, serta reputasi internasional yang baik.

Akhir Kata

Sekian penjelasan langkah langkah membuat jurnal ilmiah yang baik dan benar. Selamat mencoba dan terimakasih.

Masih bingung dalam pembuatan artikel jurnal ?

Butuh jasa pembuatan artikel untuk jurnal nasional atau internasional ? segera konsultasikan kepada admin ya ka.

Kami menyediakan jasa pembuatan artikel.

Klik Link dibawah ini :

Jasa Pembuatan Artikel Jurnal Nasional dan Internasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *