Cara Menulis Daftar Pustaka Tanpa Nama Pengarang

Publikasi Indonesia

Cara Menulis Daftar Pustaka Tanpa Nama Pengarang
Cara Menulis Daftar Pustaka Tanpa Nama Pengarang 567

Cara menulis daftar pustaka tanpa nama pengarang sering menjadi pertanyaan bagi mahasiswa dan peneliti saat menemukan sumber dari internet yang tidak mencantumkan penulis.

Padahal, penulisan daftar pustaka tetap bisa dilakukan dengan benar menggunakan judul artikel sebagai pengganti nama pengarang, sesuai dengan gaya sitasi seperti APA, MLA, atau Chicago.

Baca Juga : Cara Submit Jurnal Sinta

Cara Menulis Daftar Pustaka Tanpa Nama Pengarang (Jawaban Cepat)

Cara Menulis Daftar Pustaka Tanpa Nama Pengarang

Jika tidak ada nama penulis:

  • Gunakan judul artikel/halaman di posisi pertama
  • Cantumkan tahun terbit (jika ada)
  • Tuliskan nama situs
  • Sertakan URL lengkap
  • Tambahkan tanggal akses (jika diwajibkan gaya sitasi)

1. Format APA Style (Tanpa Nama Pengarang)

Dalam APA Style, jika tidak ada nama penulis, maka judul artikel ditempatkan di awal.

Format:

Judul artikel. (Tahun). Nama Situs. URL

Jika Ada Tanggal Terbit:

Pengertian Energi Terbarukan. (2023). Kementerian ESDM. https://www.esdm.go.id/energi-terbarukan

Jika Tidak Ada Tanggal (Gunakan n.d.):

Panduan Penelitian Kualitatif. (n.d.). Universitas Indonesia. https://www.ui.ac.id/penelitian-kualitatif

📌 Catatan:
Jika artikel dibuat oleh organisasi resmi (misalnya WHO, Kemendikbud), maka nama organisasi bisa dijadikan penulis.

Contoh:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Akreditasi Jurnal. https://www.kemdikbud.go.id/

2. Format MLA Style (Tanpa Nama Pengarang)

Dalam MLA, jika tidak ada penulis, maka penulisan dimulai dari judul artikel.

Format:

“Judul Artikel.” Nama Situs, Nama Penerbit (jika ada), Tanggal Terbit, URL.

Contoh:

“Pengertian Energi Terbarukan.” Kementerian ESDM, 12 Mei 2023, https://www.esdm.go.id/energi-terbarukan.

Jika tidak ada tanggal:
“Panduan Penelitian Kualitatif.” Universitas Indonesia, https://www.ui.ac.id/penelitian-kualitatif.

3. Format Chicago Style (Tanpa Nama Pengarang)

Dalam Chicago Style, jika tidak ada nama penulis, maka judul artikel ditulis lebih dahulu.

Format:

“Judul Artikel.” Nama Situs. URL (diakses Tanggal Bulan Tahun).

Contoh:

“Pengertian Energi Terbarukan.” Kementerian ESDM. https://www.esdm.go.id/energi-terbarukan (diakses 20 Februari 2026).

Kesalahan Umum Saat Menulis Daftar Pustaka Tanpa Penulis

Cara Menulis Daftar Pustaka Tanpa Nama Pengarang

Banyak penulis melakukan kesalahan saat menulis daftar pustaka dari internet.

1. Tidak Mencantumkan URL Lengkap

URL harus ditulis secara penuh agar sumber dapat dilacak.

2. Tidak Menuliskan Tahun atau n.d.

Jika tidak ada tahun, gunakan (n.d.) sesuai standar APA.

3. Menggunakan Link Pendek

Hindari URL seperti bit.ly karena tidak kredibel.

4. Salah Mengidentifikasi Penulis

Organisasi sering dianggap bukan penulis, padahal bisa digunakan sebagai aut

Bagaimana Jika Tidak Ada Tahun dan Tidak Ada Penulis?

Jika sumber internet tidak mencantumkan:

  • Nama penulis
  • Tahun terbit

Maka dalam APA gunakan:
(n.d.) → no date

Contoh:
“Panduan Penulisan Skripsi.” (n.d.). Universitas X. https://www.universitasx.ac.id/panduan

Apakah Sumber Tanpa Penulis Boleh Digunakan?

Cara Menulis Daftar Pustaka Tanpa Nama Pengarang

Boleh, selama:

  • berasal dari institusi resmi (.ac.id, .go.id, .org)
  • memiliki informasi jelas
  • relevan dengan topik penelitian

Namun, untuk karya ilmiah formal, tetap disarankan menggunakan jurnal ilmiah sebagai referensi utama.

Kesimpulan

Cara menulis daftar pustaka tanpa nama pengarang dari internet dapat dilakukan dengan menggunakan judul artikel sebagai pengganti penulis.

Dengan mengikuti format yang sesuai seperti APA, MLA, atau Chicago, serta memastikan sumber kredibel, daftar pustaka tetap dapat disusun secara profesional dan valid secara akademik.


FAQ

1. Jika artikel tidak memiliki nama penulis, apakah tetap valid?

Ya, selama sumber berasal dari situs resmi atau institusi kredibel.

2. Apakah boleh hanya menuliskan URL saja?

Tidak. Anda tetap harus mencantumkan judul artikel dan nama situs sesuai format sitasi.

3. Bagaimana jika sumber berupa blog pribadi?

Boleh digunakan, tetapi periksa kredibilitas dan relevansinya. Untuk penelitian akademik, jurnal ilmiah lebih disarankan.

4. Apa perbedaan utama APA dan MLA?

APA lebih umum digunakan di bidang sosial dan pendidikan, sedangkan MLA sering digunakan di bidang humaniora.

Publikasi Indonesia Publikasi Indonesia

Publikasi Indonesia

Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.

Related Post