Menerbitkan artikel di jurnal terakreditasi SINTA 2 adalah pencapaian bergengsi bagi akademisi di Indonesia. Peringkat ini bukan sekadar angka, melainkan simbol kualitas riset yang diakui secara nasional oleh Kemendikbudristek.
Bagi dosen yang mengejar kenaikan jabatan fungsional (Jabfung) atau mahasiswa pascasarjana yang ingin lulus tepat waktu, memahami standar SINTA 2 adalah kunci utama. Namun, tantangan terbesarnya adalah waktu antrean yang panjang. Untuk itu, penting bagi Anda memahami strategi publish jurnal sinta cepat agar target akademik Anda tercapai sesuai jadwal.
Mengenal Apa Itu Jurnal Terakreditasi SINTA 2
Jurnal terakreditasi SINTA 2 adalah jurnal ilmiah nasional yang telah melalui proses evaluasi ketat melalui sistem ARJUNA dan meraih skor antara 70 hingga 85. Dalam hierarki SINTA (Science and Technology Index), peringkat ini masuk dalam kategori jurnal nasional bereputasi tinggi yang proses peer-review-nya sangat selektif.
Hierarki dan Bobot Nilai Jurnal SINTA
Berikut adalah perbandingan singkat bobot jurnal SINTA untuk keperluan angka kredit (KUM) dosen:
| Peringkat Jurnal | Skor Akreditasi | Estimasi Nilai KUM | Standar Kualitas |
| SINTA 1 | 85 – 100 | 25 Poin | Setara Internasional |
| SINTA 2 | 70 – 85 | 20 – 25 Poin | Nasional Bereputasi |
| SINTA 3 & 4 | 50 – 70 | 15 – 20 Poin | Menengah |
| SINTA 5 & 6 | 30 – 50 | 10 Poin | Dasar |
Pentingnya Publikasi di Jurnal Terakreditasi SINTA 2
Mengapa peringkat ini begitu diburu? Berdasarkan regulasi pendidikan tinggi terbaru tahun 2026, publikasi di level ini memberikan dampak signifikan:
- Syarat Kenaikan Jabfung: Menjadi syarat utama untuk naik ke jabatan Lektor Kepala hingga Guru Besar.
- Syarat Kelulusan S2 & S3: Mahasiswa program magister dan doktor seringkali diwajibkan minimal memiliki artikel di jurnal SINTA 2.
- Reputasi di SINTA Score: Meningkatkan SINTA Score individu dan institusi, yang berpengaruh pada perolehan hibah penelitian dari pemerintah.
Kriteria Utama Jurnal Terakreditasi SINTA 2
Agar sebuah jurnal bisa mempertahankan status SINTA 2, pengelola jurnal harus memenuhi standar profesional sebagai berikut:
- Manajemen Editorial Profesional: Menggunakan sistem OJS (Open Journal System) versi terbaru dan proses double-blind peer review.
- Kualitas Substansi Riset: Artikel harus memiliki kebaruan (novelty) dan metodologi yang kuat.
- Sitasi dan Impact: Jurnal tersebut memiliki tingkat sitasi yang stabil dan terindeks di basis data seperti Google Scholar dan Garuda.
- Keaslian Karya: Toleransi plagiasi (similarity) biasanya sangat rendah, yakni di bawah 15-20%.
Tips Agar Artikel Lolos di Jurnal Terakreditasi SINTA 2
Menembus jurnal SINTA 2 membutuhkan ketelitian ekstra. Berikut adalah strategi yang bisa Anda terapkan:
1. Perkuat Novelty (Kebaruan)
Editor jurnal SINTA 2 akan langsung menolak artikel yang hanya mereplikasi penelitian lama tanpa ada sudut pandang baru. Pastikan Anda menonjolkan apa bedanya riset Anda dengan penelitian sebelumnya.
2. Gunakan Referensi 5-10 Tahun Terakhir
Minimal 80% referensi Anda harus berasal dari jurnal ilmiah (bukan buku atau blog) dengan rentang waktu 5-10 tahun terakhir untuk menunjukkan bahwa literatur Anda up-to-date.
3. Patuhi Gaya Selingkung (Template)
Kesalahan format adalah alasan utama desk rejection. Pastikan sitasi menggunakan Reference Manager seperti Mendeley atau Zotero sesuai gaya (APA, IEEE, atau Harvard) yang diminta jurnal.
4. Cek Plagiasi Secara Mandiri
Sebelum submit, pastikan naskah Anda sudah lolos cek Turnitin. Jika Anda butuh bantuan dalam merapikan naskah atau proses submit, layanan pendampingan profesional dapat menjadi solusi praktis.
Cara Mengecek Status Jurnal Terakreditasi SINTA 2
Untuk memastikan status akreditasi terbaru, Anda harus selalu mengecek melalui portal resmi:
- Buka situs sinta.kemdikbud.go.id.
- Pilih menu Sources > Journals.
- Gunakan filter S2 pada kolom pencarian untuk melihat daftar jurnal sinta 2 lengkap.
- Pastikan masa berlaku akreditasinya belum kedaluwarsa.
Kesimpulan
Menerbitkan artikel di jurnal terakreditasi SINTA 2 memang menantang, namun manfaat yang didapatkan sebanding dengan usahanya. Mulai dari peningkatan karier akademik hingga pengakuan kualitas riset secara nasional. Dengan persiapan naskah yang matang dan pemahaman standar editorial yang baik, peluang Anda untuk mendapatkan LOA akan semakin besar.
Jika Anda mengalami kendala dalam proses submit atau ingin mempercepat publikasi untuk kebutuhan mendesak, hubungi tim Publikasi Indonesia untuk konsultasi pendampingan jurnal secara profesional dan transparan.
FAQ
1. Apakah SINTA 2 bisa digunakan untuk syarat Guru Besar?
Bisa, tergantung pada kebijakan spesifik masing-masing universitas dan kebutuhan KUM yang kurang, namun biasanya disarankan didampingi oleh jurnal internasional bereputasi (Scopus).
2. Berapa lama proses review di jurnal SINTA 2?
Rata-rata memakan waktu 3 hingga 6 bulan. Proses ini sangat bergantung pada kecepatan reviewer dalam memberikan masukan.
3. Apakah semua jurnal SINTA 2 berbayar?
Tidak semua. Namun, sebagian besar jurnal menerapkan biaya APC (Article Processing Charge) untuk mendukung keberlanjutan penerbitan akses terbuka (Open Access)


