EBSCO adalah salah satu database akademik internasional yang banyak digunakan oleh kampus dan institusi penelitian di seluruh dunia. Di dalamnya terdapat ribuan jurnal dari berbagai bidang ilmu, mulai dari sains, kesehatan, bisnis, hingga pendidikan.
Jurnal yang terindeks di EBSCO umumnya telah melalui proses seleksi editorial yang ketat, sehingga memiliki standar ilmiah yang cukup baik. Maka tak heran, banyak dosen dan peneliti Indonesia yang memanfaatkan jurnal EBSCO sebagai media publikasi karya ilmiah mereka.
Daftar Isi
ToggleSINTA (Science and Technology Index) adalah sistem indeksasi jurnal ilmiah nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. SINTA mengkategorikan jurnal dalam enam peringkat, mulai dari SINTA 1 (tertinggi) hingga SINTA 6 (terendah).
Jurnal yang terindeks SINTA telah melalui proses akreditasi oleh ARJUNA, dan masing-masing peringkat menunjukkan kualitas editorial, keterbacaan, dan dampak jurnal tersebut.
Pertanyaan ini sering muncul, terutama dari kalangan dosen yang mengejar angka kredit atau KUM. Jawabannya adalah, jurnal EBSCO umumnya setara dengan SINTA 3, berdasarkan nilai angka kredit yang diberikan oleh Ditjen Dikti.
Dalam sistem penilaian angka kredit, publikasi di jurnal internasional non-bereputasi namun terindeks di database seperti EBSCO, ProQuest, atau DOAJ, diberi nilai sekitar 20 poin. Nilai ini sama seperti jurnal nasional terakreditasi SINTA 3.
Namun, perlu dicatat bahwa kesetaraan ini bersifat implisit. EBSCO bukan bagian dari sistem akreditasi nasional, sehingga tidak secara langsung masuk ke dalam kategori SINTA 1–6. Penilaiannya tergantung dari kualitas jurnal, proses review, dan pengakuan instansi penerbit.
Berbeda dengan Scopus atau Web of Science (WoS) yang sering dianggap sebagai jurnal internasional bereputasi tinggi, EBSCO lebih bersifat sebagai database pengindeks. EBSCO tidak memberikan impact factor atau sitasi langsung seperti Scopus, sehingga posisi EBSCO berada di bawahnya.
Jika Anda mengejar publikasi bereputasi tinggi dengan nilai KUM maksimal (40 poin), maka jurnal terindeks Scopus atau WoS adalah pilihan yang lebih baik. Namun, jika ingin opsi publikasi internasional yang relatif mudah dan tetap mendapat pengakuan, jurnal EBSCO bisa menjadi alternatif menarik.

Kebutuhan publikasi di jurnal terakreditasi SINTA terus meningkat — untuk kepangkatan, BKD, hingga syarat kelulusan. Namun banyak penulis terhenti di pertanyaan yang sama: naskah saya sebenarnya masuk level SINTA berapa?
Salah menilai posisi naskah bisa berakibat panjang. Mengincar jurnal yang terlalu tinggi berujung penolakan berulang; memilih yang terlalu rendah membuat nilai naskah tidak optimal. Keduanya sama-sama menghabiskan waktu dan tenaga.
Publikasi Indonesia membantu Anda menilai kondisi naskah secara jujur sejak awal, merekomendasikan jurnal SINTA 2, 3, atau 4 yang paling sesuai, lalu mendampingi seluruh prosesnya — dari penyesuaian naskah hingga terbit — tanpa membiarkan Anda menebak-nebak di tengah jalan.
Yang Anda dapatkan:
✅ Rekomendasi jurnal SINTA 2, 3, atau 4 sesuai kondisi naskah
✅ LoA resmi dari pengelola jurnal
✅ Peer-review & pendampingan revisi minor
✅ Proofreading & cek Turnitin
✅ Link terbit, E-Certificate, dan Open Access
Kirimkan naskah Anda untuk dinilai terlebih dahulu — klik tombol WhatsApp di bawah, tim kami bantu petakan arahnya. 📲
Mengecek apakah jurnal tertentu terindeks di EBSCO sangat penting sebelum Anda mengirimkan naskah ilmiah. Berikut langkah-langkah praktis yang bisa Anda lakukan:
Dengan langkah-langkah ini, Anda bisa memastikan bahwa jurnal yang dituju benar-benar terindeks di EBSCO dan layak dijadikan media publikasi karya ilmiah.
Jadi, jurnal EBSCO setara dengan SINTA 3 secara umum, berdasarkan perhitungan nilai KUM yang diberikan Ditjen Dikti. Meski bukan bagian dari sistem akreditasi nasional, jurnal di EBSCO tetap diakui sebagai media publikasi ilmiah yang sah.
Jika Anda ingin publikasi internasional yang lebih mudah namun tetap mendapat poin KUM, EBSCO bisa menjadi pilihan. Namun untuk nilai kredit lebih tinggi, pertimbangkan jurnal Scopus atau WoS.
Butuh bantuan memilih jurnal, menulis artikel ilmiah, atau strategi publikasi akademik? Saya siap membantu Anda secara profesional dan strategis.
Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.