Selamat datang di Publikasi Indonesia! Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi lengkap mengenai Daftar Jurnal Scopus Q2 Multidisiplin! Penasaran seperti apa pembahasannya? Simak artikel ini sekarang juga!
Salah satu indikator paling bergengsi adalah publikasi di jurnal yang terindeks Scopus, terutama pada level Q2 (Quartile 2). Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai daftar jurnal Scopus Q2 multidisiplin, sekaligus memberikan panduan bagaimana memilih dan mempublikasikan karya Anda dengan tepat.
Daftar Isi
ToggleJurnal Scopus Q2 merupakan jurnal ilmiah yang berada pada peringkat kuartil kedua dari empat kuartil yang digunakan oleh Scopus untuk mengelompokkan jurnal berdasarkan nilai CiteScore dan impact. Kuartil ini menunjukkan bahwa jurnal tersebut memiliki pengaruh yang cukup tinggi, namun belum mencapai posisi elit seperti Q1.
Sementara itu, istilah “multidisiplin” merujuk pada jurnal yang mencakup lebih dari satu bidang ilmu. Artinya, jurnal ini terbuka bagi peneliti dari berbagai latar belakang seperti sosial, sains, teknik, ekonomi, hingga lingkungan untuk saling berbagi dan menyumbangkan penelitian dalam satu wadah ilmiah.
Berikut adalah alasan mengapa banyak akademisi dan peneliti memilih untuk mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal Scopus Q2 multidisiplin:
Jurnal Scopus Q2 sudah melewati proses seleksi ketat dan memiliki standar tinggi dalam hal editorial dan peer-review. Mempublikasikan karya di jurnal ini akan memperkuat kredibilitas akademik penulis di tingkat internasional.
Karena bersifat multidisiplin, peneliti dari berbagai bidang dapat mengakses, membaca, dan mengutip artikel Anda. Ini membuka peluang kolaborasi dan visibilitas lebih tinggi.
Di Indonesia, jurnal Scopus Q2 termasuk dalam daftar publikasi yang memenuhi syarat untuk kenaikan jabatan fungsional dosen, sertifikasi, dan akreditasi kampus.
Dengan multidisiplin, Anda tidak terbatas hanya pada audiens bidang tertentu. Artikel Anda bisa menjangkau komunitas ilmiah lintas sektor.
Karena jangkauan dan keragaman bidangnya, potensi artikel Anda untuk disitasi lebih besar. Hal ini dapat meningkatkan H-index penulis maupun dampak institusional.
Berikut adalah beberapa jurnal Scopus Q2 multidisiplin yang bisa Anda pertimbangkan untuk publikasi:
| Nama Jurnal | Penerbit | ISSN | Fokus Bidang |
|---|---|---|---|
| Journal of Cleaner Production | Elsevier | 0959-6526 | Lingkungan, Energi, Ekonomi, Sosial |
| Sustainability | MDPI | 2071-1050 | Sosial, Ekonomi, Lingkungan, Pendidikan |
| Environmental Science and Pollution Research | Springer | 0944-1344 | Lingkungan, Teknologi, Kesehatan |
| International Journal of Environmental Research and Public Health | MDPI | 1661-7827 | Kesehatan, Sosial, Ekologi |
| Scientific Reports | Nature Portfolio | 2045-2322 | Sains, Teknologi, Matematika |
| Heliyon | Elsevier | 2405-8440 | Sains, Humaniora, Teknik, Sosial |
| PLoS ONE | PLOS | 1932-6203 | Sains, Medis, Sosial, Data |
Catatan: Perlu diperiksa kembali status Q2 pada ScimagoJR atau situs resmi Scopus karena peringkat bisa berubah setiap tahun.

Bagi banyak akademisi, Scopus terasa seperti gerbang yang terlalu tinggi. Ada yang sudah pernah submit lalu ditolak, ada juga yang belum berani mencoba sama sekali karena prosesnya terkesan panjang dan penuh ketidakpastian.
Padahal, penolakan sering terjadi bukan karena risetnya lemah — melainkan karena jurnal yang dituju tidak sesuai, format naskah belum memenuhi standar, atau respons terhadap reviewer yang kurang tepat. Hal-hal seperti ini sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal dengan persiapan yang benar.
Publikasi Indonesia mendampingi Anda tepat di titik-titik krusial itu: memetakan jurnal Scopus Q1–Q4 yang realistis untuk kondisi naskah Anda, menyiapkan naskah sesuai standar jurnal tujuan, dan mengawal korespondensi dengan editor hingga proses selesai — dengan progres yang selalu diinformasikan.
Yang Anda dapatkan:
✅ Pemetaan jurnal Scopus Q1–Q4 sesuai bidang & kualitas naskah
✅ LoA resmi dari pengelola jurnal
✅ Pendampingan submission & korespondensi dengan editor
✅ Peer-review, pendampingan revisi, & proofreading
✅ Cek Turnitin, E-Certificate, dan Open Access
Ingin tahu peluang naskah Anda di jurnal Scopus? Klik tombol WhatsApp di bawah dan diskusikan dengan tim kami. ✨
Meskipun daftar jurnal di atas sudah terverifikasi, Anda tetap perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum mengirimkan artikel:
Jika Anda siap untuk mempublikasikan karya ilmiah, ikuti langkah-langkah berikut agar prosesnya berjalan lancar:
Tentukan topik yang orisinal, relevan, dan berdasarkan data yang kuat. Lakukan review literatur mendalam dan pastikan metodologi Anda jelas.
Jika Anda menulis dalam bahasa Indonesia, gunakan jasa penerjemah akademik profesional untuk mengubahnya ke dalam bahasa Inggris ilmiah.
Ikuti format jurnal target secara ketat. Cek struktur IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion), gaya sitasi, dan panjang artikel.
Setelah submit, artikel Anda akan masuk tahap peer-review. Anda akan menerima feedback untuk revisi. Jawablah reviewer dengan sopan dan argumentatif.
Setelah revisi diterima, Anda akan mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) atau galley proof sebelum artikel dipublikasikan secara resmi.
Untuk menghindari penolakan dari jurnal Scopus Q2, hindari hal-hal berikut:
Mempublikasikan karya di jurnal Scopus Q2 multidisiplin bukan hanya soal pencapaian akademik, tetapi juga kontribusi nyata Anda terhadap ilmu pengetahuan global. Dengan strategi yang tepat dan naskah yang solid, Anda dapat menjadikan publikasi ini sebagai batu loncatan untuk karier, kredibilitas, serta jejaring profesional yang lebih luas.
Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.