Mengetahui cara cek jurnal predator adalah langkah krusial bagi setiap akademisi sebelum melakukan publikasi ilmiah agar reputasi tetap terjaga, Menemukan tempat publikasi yang tepat adalah investasi karir akademik yang besar. Namun, terjebak dalam jurnal predator bisa berakibat fatal mulai dari naskah yang tidak diakui hingga rusaknya reputasi Anda sebagai peneliti, Jurnal predator adalah penerbit yang memungut biaya publikasi tanpa memberikan layanan editorial atau peer-review yang memadai. Berikut adalah panduan teknis cara mengeceknya dengan cepat.
Apa Itu Jurnal Predator?
Nah, sebelum masuk kedalam inti pembahasan cara cek jurnal predator, sebaiknya kamu ketahui dan pahami terlebih dahulu mengenai apa itu jurnal predator.
Jurnal predator adalah jenis jurnal ilmiah yang tidak memenuhi standar kualitas penerbitan yang seharusnya.
Jurnal ini seringkali menawarkan penerbitan cepat dengan biaya yang mahal, namun proses review artikelnya tidak dilakukan secara ketat atau bahkan tidak ada sama sekali.
Langkah Praktis: Cara Cek Jurnal Predator dalam 3 Menit
Jangan asal submit! Gunakan urutan verifikasi berikut untuk memastikan keamanan naskah Anda:
1. Gunakan Beall’s List (Update 2026)
Beall’s List adalah database paling populer untuk melacak penerbit yang mencurigakan.
- Kunjungi situs beallslists.net.
- Gunakan fitur pencarian (Ctrl+F) dan masukkan nama penerbit atau judul jurnal Anda.
- Jika nama tersebut muncul, jurnal tersebut masuk dalam kategori “Potential, possible, or probable predatory publishers”.
2. Verifikasi Melalui SINTA (Untuk Jurnal Indonesia)
Untuk jurnal lokal, pastikan jurnal tersebut diakui oleh pemerintah.
- Akses sinta.kemdikbud.go.id.
- Masuk ke menu Sources > Journals.
- Cari nama jurnal. Jurnal yang kredibel di Indonesia minimal terakreditasi Sinta 1 hingga Sinta 6. Jika tidak terdaftar namun mengaku jurnal nasional resmi, Anda wajib waspada.
3. Cek Status Scopus (Untuk Jurnal Internasional)
Banyak jurnal predator mengaku terindeks Scopus padahal sudah didepak.
- Buka scopus.com/sources.
- Masukkan ISSN atau judul jurnal.
- Cek bagian Coverage. Jika tertulis “Discontinued”, berarti jurnal tersebut sudah tidak lagi dianggap kredibel oleh database Scopus.
Perbandingan Jurnal Kredibel vs Jurnal Predator
| Aspek | Jurnal Kredibel (Bereputasi) | Jurnal Predator |
| Peer Review | Proses ketat & transparan (Bulanan) | Sangat cepat (1-7 hari / Instan) |
| Biaya (APC) | Diumumkan transparan di awal | Biaya tersembunyi atau ditagih tiba-tiba |
| Dewan Editor | Pakar dengan profil akademik jelas | Nama fiktif atau tanpa track record |
| Alamat Email | Domain institusi (.ac.id, .edu) | Email gratisan (Gmail, Yahoo) |
Dampak Negatif yang Ditimbulkan Jurnal Predator
1. Mengancam Kualitas
Jurnal predator tidak melalui tahap peninjauan oleh rekan sejawat (peer review) dan tidak mengalami proses penyuntingan.
Oleh karena itu, tulisan dari penulis akan diterbitkan tanpa perbaikan atau perbaikan, yang dapat mengakibatkan kemungkinan terjadinya kesalahan.
Kondisi ini menyebabkan keraguan terhadap kualitas jurnal predator dan menjadikannya tidak diakui.
Oleh karena itu, para penulis harus menjauhinya untuk menjaga kualitas dari karya ilmiah yang telah mereka susun.
2. Rawan Plagiarisme
Tanpa proses redaksi dan verifikasi tambahan, jurnal predator akan lebih rentan terhadap praktik plagiarisme.
Dampaknya dapat mencakup penurunan mutu artikel dan juga merusak reputasi penulis.
Bahkan lebih serius lagi, ini bisa mengakibatkan penulis terlibat dalam masalah hukum jika ada pihak yang mengajukan tuntutan.
3. Terdapat Aksi Memeras Penulis
Jurnal predator dengan semua ciri-ciri juga memberikan kesempatan bagi para pelakunya untuk mengeksploitasi penulis.
Sebagian besar jurnal predator mengenakan biaya kepada penulis ketika mereka ingin mengirimkan karya ilmiah mereka.
Dalam situasi ini, ditambah lagi dengan biaya-biaya lainnya, penulis dapat menjadi target pemerasan.
Sementara itu, kualitas karya tulis yang mereka hasilkan mungkin tidak optimal, dan publikasinya mungkin tidak diakui oleh pihak manapun.
4. Memberi Reputasi Buruk bagi Penulis
Penulis biasanya tidak dengan sengaja menerbitkan jurnal predator, dan hal ini bisa terjadi karena kurangnya pengetahuan mereka tentang apa yang dimaksud dengan jurnal predator dan ciri-cirinya.
Ini menyebabkan mereka terperangkap dalam jurnal predator, yang pada gilirannya merusak reputasi mereka.
Perlu diketahui bahwa jurnal predator memiliki kualitas yang rendah dan rentan terhadap plagiarisme.
Sebagai hasilnya, ketika karya mereka dipublikasikan melalui jurnal tersebut, reputasi penulis pun terkait dengan kualitas yang buruk, karena dianggap menerbitkan karya ilmiah yang kurang bermutu.
10 Ciri Jurnal Predator yang Wajib Diwaspadai
- Email Undangan Masif (Spam): Mengirim email masal yang memuji artikel lama Anda secara berlebihan untuk mengajak submit lagi.
- Scope Terlalu Luas: Satu jurnal membahas Kedokteran, Hukum, dan Teknik dalam satu edisi sekaligus.
- Janji Terbit Kilat: Mengklaim review selesai hanya dalam 24 jam setelah bayar.
- Informasi ISSN Palsu: Mencantumkan ISSN yang setelah dicek ternyata milik jurnal lain.
- Website Tidak Profesional: Banyak tautan rusak (broken link), banyak iklan, dan banyak kesalahan tata bahasa (typo).
- Indeksasi Palsu: Memasang logo Scopus atau DOAJ hanya berupa gambar tanpa link verifikasi asli.
- Tidak Ada Kebijakan Retraksi: Tidak memiliki prosedur jelas jika terjadi kesalahan data ilmiah.
- Editor Sulit Dihubungi: Tidak ada alamat kantor fisik yang jelas atau hanya menggunakan alamat PO BOX.
- Tampilan Web Amatir: Menggunakan template gratisan yang tidak rapi dan tidak aman (No HTTPS).
- Dewan Editor Mencurigakan: Mencatut nama profesor terkenal tanpa izin mereka.
Kesimpulan
Nah, mungkin itu saja artikel yang bisa kami berikan terkait cek jurnal predator, semoga dengan adanya artikel cek jurnal predator bisa berguna dan bermanfaat bagi rekan-rekan semua.
Terimakasih!
FAQ
Sesuai dengan sebutannya, jurnal ini tentu bukanlah jurnal terpercaya dan ia memangsa para penulis. Jurnal predator tidak melakukan proses reviu maupun proses penyuntingan dengan baik dan benar.
Academic Exchange Quarterly.
Academic Research Review.
ACME Intellects.
Acta Kinesiologia.
Acta Medica International.


