

Dapat laporan Turnitin tapi bingung harus baca dari mana? Banyak mahasiswa, dosen, dan peneliti langsung fokus pada angka similarity yang muncul di pojok kanan atas. Padahal, cara membaca hasil cek Turnitin yang benar tidak hanya melihat persentase similarity, melainkan juga memahami sumber kemiripan, jenis dokumen yang terdeteksi, serta bagian mana yang benar-benar perlu diperbaiki.
Singkatnya, ada tiga hal utama yang wajib diperiksa saat membaca laporan Turnitin:
Dengan memahami ketiga komponen tersebut, Anda dapat menentukan apakah similarity yang muncul masih wajar atau justru perlu revisi lebih lanjut.
Daftar Isi
ToggleLaporan hasil cek Turnitin adalah dokumen yang menunjukkan tingkat kemiripan teks naskahmu dengan sumber lain yang ada di database Turnitin. Sumber tersebut bisa berasal dari website, jurnal ilmiah, buku digital, prosiding, repository kampus, hingga dokumen mahasiswa yang pernah diunggah sebelumnya.
Hal paling penting yang perlu dipahami sejak awal: similarity tidak selalu sama dengan plagiarisme. Similarity hanya menunjukkan adanya bagian teks yang mirip dengan sumber lain bisa berupa kutipan yang sudah disitasi, daftar pustaka, nama institusi, istilah teknis, judul peraturan, atau kalimat yang memang umum dalam tulisan akademik.
Saat membuka laporan Turnitin, kamu akan menemukan beberapa komponen utama. Memahami setiap bagian ini adalah kunci membaca laporan dengan benar:
| Komponen | Arti | Cara Membacanya |
|---|---|---|
| Similarity Index | Total persentase kemiripan dokumen | Jangan langsung dinilai plagiasi — cek sumbernya dulu |
| Internet Sources | Kemiripan dari website atau halaman online | Periksa apakah teks berasal dari blog, artikel, atau situs resmi |
| Publications | Kemiripan dengan jurnal, prosiding, buku, atau publikasi ilmiah | Pastikan kutipan dan parafrase sudah benar dan disitasi |
| Student Papers | Kemiripan dengan tugas, skripsi, tesis, atau paper mahasiswa | Waspadai jika berasal dari repository akun kampus |
| Primary Sources | Daftar sumber yang paling banyak menyumbang similarity | Prioritaskan perbaikan dari sumber dengan persentase terbesar |
Turnitin menampilkan warna berbeda untuk memudahkan pembacaan laporan. Ini arti setiap warnanya:
0% – 15% → HIJAU (Aman)
Umumnya aman. Tetap cek kutipan dan daftar pustaka untuk memastikan tidak ada masalah tersembunyi.
16% – 30% → KUNING (Perlu Analisis)
Masih wajar untuk naskah akademik yang banyak mengutip. Analisis primary sources — cek apakah kemiripan berasal dari kutipan sah atau teks bermasalah.
31% – 50% → ORANYE (Perlu Revisi)
Perlu revisi pada bagian yang banyak mirip. Identifikasi primary sources dan mulai perbaikan dari yang menyumbang similarity terbesar.
Di atas 50% → MERAH (Harus Dianalisis Serius)
Harus dianalisis mendalam. Bisa karena plagiasi, template, atau dokumen masuk repository. Jangan panik dulu cek sumbernya terlebih dahulu.
Gunakan urutan ini agar tidak salah menilai laporan Turnitin:
Angka total memberi gambaran awal, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan apakah ada plagiasi atau tidak. Ini hanya titik awal analisis.
Cek sumber yang paling besar menyumbang similarity. Sumber teratas adalah prioritas revisi. Perhatikan apakah sumbernya “Submitted to…” (repository), website, atau jurnal ilmiah.
Lihat apakah teks yang mirip adalah kutipan langsung, definisi umum, metode standar, daftar pustaka, atau paragraf pembahasan yang perlu diperbaiki.
Kutipan langsung yang sudah disitasi dengan benar tidak selalu bermasalah, tetapi jumlahnya tetap perlu dibatasi sesuai panduan penulisan.
Fokus pada paragraf yang mirip secara substansial — bukan sekadar mengganti kata secara acak. Parafrase yang baik mengubah struktur kalimat dan alur penjelasan, bukan sekadar sinonim.
Ini panduan membaca kondisi laporan Turnitin yang paling sering ditemukan pada skripsi, tesis, disertasi, dan artikel jurnal:
| Kondisi Laporan | Kemungkinan Penyebab | Tindakan yang Disarankan |
|---|---|---|
| Similarity rendah (0–15%) tapi banyak kutipan langsung | Kutipan terlalu banyak meski persentase rendah | Kurangi kutipan langsung, ubah menjadi parafrase akademik |
| Similarity 25% dari banyak sumber kecil | Kemiripan tersebar dan tidak dominan | Cek paragraf highlight, perbaiki bagian yang substansial |
| Similarity 40% dari satu sumber dominan | Kemungkinan copy-paste atau self-plagiarism | Revisi sumber utama terlebih dahulu secara menyeluruh |
| Similarity 80–98% dengan “Submitted to…” | Dokumen tersimpan di repository ← ini bukan plagiasi! | Cek pengaturan repository, lakukan exclude source jika diperbolehkan |
| Similarity tinggi hanya pada daftar pustaka | Format referensi yang sama | Gunakan fitur exclude bibliography bila diperbolehkan institusi |
| Similarity naik drastis tanpa perubahan naskah | Sumber baru terindeks atau repository baru diaktifkan | Konsultasikan dengan operator Turnitin atau dosen pembimbing |
Ini adalah pertanyaan yang paling sering membuat mahasiswa panik. Jawabannya: dokumen kemungkinan besar masuk ke database repository Turnitin.
Ketika naskah diunggah ke akun Turnitin yang terhubung ke repository institusi, dokumen tersebut masuk ke database. Pengecekan berikutnya akan mendeteksi dokumenmu sebagai sumber yang sama sehingga similarity terlihat sangat tinggi, bahkan 90% ke atas.
⚠️ Tanda-Tanda Similarity Tinggi karena Repository:
✅ Solusinya:
Menurunkan similarity bukan berarti mengganti kata secara asal dengan sinonim. Perbaikan harus menjaga makna, struktur akademik, dan akurasi sitasi:
✅ Yang Harus Dilakukan
❌ Yang Harus Dihindari
| ❌ Cara yang Salah | ✅ Cara yang Benar |
|---|---|
| Menilai plagiasi hanya dari angka total | Cek primary sources terlebih dahulu |
| Menghapus semua kutipan dan referensi | Pisahkan kutipan sah dan teks bermasalah |
| Mengganti kata dengan sinonim tanpa paham makna | Parafrase ide dengan struktur kalimat baru |
| Mengabaikan sumber “Submitted to…” pada repository | Cek jenis akun — repository vs non-repository |
| Menganggap similarity rendah pasti aman | Tetap analisis konteks kutipan meski persentase kecil |
✨ Layanan Publikasi Indonesia
Untuk Skripsi, Tesis, Disertasi, Jurnal Nasional & Internasional
🔍 Yang Kamu Dapatkan:
Sudah tahu cara membacanya, tapi masih bingung bagian mana yang harus diperbaiki? Atau similarity-mu sudah di atas 30% dan deadline semakin dekat? Kirim laporan Turnitin-mu tim kami langsung bantu analisis dan beri arahan perbaikannya.
⚡ Respons cepat. Konsultasi awal gratis. Dokumen aman dan terjaga kerahasiaannya.
Cara membaca hasil cek Turnitin yang benar bukan hanya melihat angka similarity total. Kamu perlu memeriksa Similarity Index, Primary Sources, jenis sumber kemiripan, bagian teks yang ter-highlight, dan kemungkinan dokumen tersimpan di repository.
Kalau similarity tinggi, jangan langsung panik. Analisis dulu apakah kemiripan berasal dari kutipan sah, daftar pustaka, template, repository, atau memang ada bagian yang perlu diperbaiki. Dengan membaca laporan secara tepat, kamu bisa memperbaiki naskah secara lebih efektif dan menjaga integritas akademik tulisan.
Ingat satu hal: similarity rendah bukan jaminan aman, dan similarity tinggi tidak selalu berarti plagiasi. Yang penting adalah konteks dan sumbernya.
Similarity Index adalah persentase total kemiripan teks naskahmu dengan sumber lain di database Turnitin. Angka ini tidak otomatis berarti plagiasi perlu dilihat dari mana kemiripan itu berasal dan apakah sudah disitasi dengan benar.
Batas aman berbeda di setiap kampus dan jurnal. Secara umum banyak institusi menggunakan batas 20%–30%, tapi ada yang lebih ketat (15%) atau lebih longgar (35%). Selalu ikuti ketentuan resmi institusi atau jurnal yang kamu tuju.
Kemungkinan besar dokumenmu pernah diunggah ke akun Turnitin yang terhubung ke repository institusi, sehingga terdeteksi sebagai sumber yang sama saat dicek ulang. Ciri-cirinya: sumber terbesar bertuliskan “Submitted to [nama institusi]”. Solusinya bukan parafrase seluruh naskah, melainkan menggunakan akun non-repository atau melakukan exclude source.
Primary Sources adalah daftar sumber yang paling banyak menyumbang kemiripan pada dokumenmu, biasanya ditampilkan urut dari yang terbesar. Bagian ini adalah prioritas analisis mulailah perbaikan dari sumber dengan persentase tertinggi.
Tidak selalu. Similarity tinggi bisa disebabkan oleh kutipan langsung yang sudah disitasi, daftar pustaka, template jurnal, istilah teknis yang baku, dokumen yang tersimpan di repository, atau teks yang memang umum dalam penulisan akademik. Yang menentukan adalah konteks dan sumber kemiripannya.
Langkah yang benar: (1) identifikasi primary sources terbesar, (2) parafrase ide dengan struktur kalimat baru bukan sekadar ganti kata dengan sinonim, (3) perbaiki dan rapikan sitasi, (4) gunakan exclude bibliography jika diperbolehkan, (5) cek ulang setelah revisi. Hindari spinner otomatis karena hasilnya tidak akademik.
Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.