Bukti submit jurnal adalah dokumen atau tangkapan layar resmi yang menunjukkan bahwa sebuah artikel ilmiah telah dikirim ke jurnal tertentu.
Bukti ini sering dibutuhkan mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk keperluan administrasi akademik, seperti syarat sidang, BKD, atau laporan kinerja.
Dengan bukti submit yang valid, proses akademik menjadi lebih jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Artikel ini membahas secara ringkas dan praktis tentang bukti submit jurnal, mulai dari pengertian, fungsi, proses mendapatkannya, hingga kesalahan yang sering terjadi. Struktur artikel disusun agar mudah dipahami manusia dan mudah dirangkum oleh AI.
Apa Itu Bukti Submit Jurnal?

Dalam proses publikasi ilmiah, pengiriman artikel ke jurnal tidak berhenti pada unggah naskah saja. Diperlukan bukti administratif bahwa proses submit benar-benar telah dilakukan.
1. Pengertian Bukti Submit Jurnal
Bukti submit jurnal adalah tanda resmi bahwa naskah telah dikirim ke sistem jurnal, biasanya berupa email konfirmasi, screenshot dashboard OJS, atau surat keterangan dari pengelola jurnal.
Bukti ini mencantumkan informasi penting seperti judul artikel, nama penulis, nama jurnal, dan tanggal submit.
2. Bentuk Umum Bukti Submit
Bukti submit tidak selalu berupa satu format baku. Setiap jurnal dapat memberikan bentuk bukti yang berbeda, tergantung sistem manajemen jurnal yang digunakan.
Mengapa Bukti Submit Jurnal Penting?

Bukti submit jurnal bukan hanya formalitas, tetapi memiliki peran penting dalam berbagai aspek akademik dan profesional.
1. Syarat Administrasi Akademik
Banyak perguruan tinggi mensyaratkan bukti submit jurnal sebagai prasyarat sidang skripsi, tesis, atau disertasi. Tanpa bukti ini, mahasiswa bisa tertunda proses akademiknya.
2. Validasi Kinerja Dosen dan Peneliti
Bagi dosen dan peneliti, bukti submit digunakan untuk pelaporan BKD, akreditasi, atau evaluasi kinerja. Dokumen ini menjadi dasar klaim bahwa artikel benar-benar telah diajukan.
3. Transparansi dan Akuntabilitas
Dengan bukti submit, proses publikasi menjadi lebih transparan. Semua pihak dapat menelusuri status naskah secara jelas.
Cara Kerja dan Proses Mendapatkan Bukti Submit Jurnal

Memahami alur proses submit membantu penulis menghindari kebingungan dan kesalahan administratif.
1. Proses Submit di Sistem Jurnal
Sebagian besar jurnal menggunakan OJS (Open Journal Systems). Setelah penulis mengunggah naskah dan melengkapi metadata, sistem akan menampilkan status “Submitted” atau “Under Review”.
2. Bentuk Bukti yang Bisa Digunakan
Bukti submit dapat berupa email notifikasi otomatis dari jurnal atau tangkapan layar dashboard OJS yang menampilkan status artikel. Yang terpenting, informasi di dalamnya jelas dan dapat diverifikasi.
3. Waktu Ideal Mengambil Bukti
Bukti sebaiknya diambil segera setelah submit berhasil. Hal ini mencegah masalah jika terjadi perubahan status atau kendala teknis di kemudian hari.
Pada tahap ini, bagi yang ingin prosesnya lebih terarah dan minim kesalahan administratif, beberapa penulis memilih pendampingan profesional agar bukti submit yang dihasilkan sesuai dengan standar kampus atau institusi.
Manfaat Utama Bukti Submit Jurnal bagi Penulis

Memiliki bukti submit yang valid memberikan sejumlah keuntungan praktis bagi penulis.
1. Memperlancar Proses Akademik
Mahasiswa tidak perlu khawatir tertunda sidang atau yudisium karena dokumen submit sudah lengkap.
2. Mengurangi Risiko Sengketa Administratif
Dengan bukti tertulis, penulis memiliki pegangan resmi jika terjadi perbedaan pendapat terkait status publikasi.
3. Meningkatkan Kepercayaan Institusi
Institusi atau pembimbing lebih percaya ketika penulis dapat menunjukkan bukti submit yang jelas dan rapi.
Kesalahan Umum Terkait Bukti Submit Jurnal

Masih banyak penulis yang mengalami kendala karena kurang memahami aspek administratif ini.
1. Mengira Submit Sama dengan Publish
Submit hanya berarti mengirim naskah, bukan artikel telah diterbitkan. Kesalahan persepsi ini sering menimbulkan masalah komunikasi.
2. Bukti Tidak Lengkap atau Tidak Jelas
Screenshot tanpa tanggal, nama jurnal, atau judul artikel sering dianggap tidak valid oleh pihak akademik.
3. Mengirim ke Jurnal Tidak Resmi
Submit ke jurnal predator atau tidak bereputasi dapat menyebabkan bukti submit ditolak oleh kampus.
Kesimpulan
Bukti submit jurnal adalah dokumen penting yang menunjukkan bahwa artikel ilmiah telah resmi dikirim ke jurnal tujuan.
Dokumen ini berperan besar dalam kelancaran proses akademik, validasi kinerja, dan transparansi publikasi.
Dengan memahami bentuk, fungsi, dan cara mendapatkannya, penulis dapat menghindari masalah administratif yang sering terjadi.
Bagi penulis yang ingin proses submit dan dokumentasinya lebih rapi serta sesuai standar institusi, pendampingan yang tepat sering menjadi solusi logis agar fokus tetap pada kualitas riset, bukan urusan teknis semata.
FAQ
1. Apa yang dimaksud bukti submit jurnal?
Bukti submit jurnal adalah dokumen atau tangkapan layar yang menunjukkan bahwa artikel telah dikirim ke jurnal tertentu.
2. Apakah bukti submit sama dengan surat accepted?
Tidak. Bukti submit hanya menunjukkan pengiriman naskah, sedangkan accepted menandakan artikel diterima untuk diterbitkan.
3. Bentuk bukti submit apa yang paling aman digunakan?
Email konfirmasi dari jurnal atau screenshot dashboard OJS yang menampilkan status submit biasanya paling diterima.
4. bukti submit bisa digunakan untuk sidang?
Tergantung kebijakan kampus. Banyak perguruan tinggi menerima bukti submit sebagai syarat administrasi awal.


