Cara Publikasi Jurnal Sinta 2

Publikasi Indonesia

Cara Publikasi Jurnal Sinta 2
Screenshot 503

Bagaimana cara publikasi di jurnal SINTA 2 agar lolos review dan bisa memenuhi syarat kenaikan jabatan akademik? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan dosen dan peneliti yang sedang mengejar Lektor, Lektor Kepala, atau Guru Besar.

Di Indonesia, publikasi ilmiah menjadi syarat wajib dalam sistem penilaian angka kredit dosen yang diatur oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui sistem indeksasi Science and Technology Index.

Artikel ini akan membahas secara lengkap langkah, strategi, standar penilaian, hingga tips percepatan agar kamu bisa lebih siap dan minim kesalahan dalam proses publikasi.

Apa Itu Jurnal SINTA 2 dan Kenapa Sangat Strategis?

Cara Publikasi Jurnal Sinta 2

SINTA adalah sistem pengindeksan dan pemeringkatan jurnal nasional yang menilai kinerja jurnal berdasarkan kualitas manajemen, substansi artikel, sitasi, dan konsistensi penerbitan.

Peringkat SINTA terdiri dari:

  • SINTA 1, tertinggi
  • SINTA 2
  • SINTA 3
  • SINTA 4
  • SINTA 5
  • SINTA 6

SINTA 2 berada di posisi kedua tertinggi, artinya jurnal ini memiliki standar editorial yang ketat dan proses peer review yang serius.

Menurut Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit Dosen dari Kemendikbudristek, publikasi di jurnal nasional terakreditasi peringkat tinggi memberikan angka kredit lebih besar dibanding jurnal non-terakreditasi. Inilah alasan mengapa banyak dosen menjadikan SINTA 2 sebagai target strategis.

Mengapa Publikasi SINTA 2 Penting untuk Kenaikan Jabatan?

Dalam sistem jabatan fungsional dosen:

  • Lektor membutuhkan publikasi nasional terakreditasi
  • Lektor Kepala membutuhkan publikasi yang lebih kuat, termasuk SINTA 2
  • Guru Besar memerlukan kombinasi nasional dan internasional bereputasi

Berdasarkan regulasi penilaian angka kredit dosen terbaru, publikasi di jurnal terakreditasi dapat menyumbang poin signifikan dalam unsur penelitian.

Artinya, tanpa publikasi yang tepat, proses kenaikan jabatan kamu bisa tertunda bertahun-tahun.

Langkah-Langkah Publikasi di Jurnal SINTA 2

Cara Publikasi Jurnal Sinta 2

Mengacu pada panduan yang dipaparkan oleh Ridwan Institute dan praktik umum jurnal nasional terakreditasi, berikut tahapan yang perlu kamu lalui.

1. Pahami Standar dan Scope Jurnal

Kesalahan paling umum adalah submit artikel yang tidak sesuai dengan fokus jurnal.

Sebelum menulis:

  • Pelajari scope jurnal
  • Baca minimal 5 artikel edisi terbaru
  • Analisis gaya metodologi yang sering diterima

Ini membantu kamu menyesuaikan struktur dan pendekatan penelitian.

2. Pastikan Artikel Memiliki Novelty

Reviewer SINTA 2 sangat sensitif terhadap kebaruan.

Novelty bukan berarti topik harus benar-benar baru, tetapi:

  • Ada gap penelitian yang jelas
  • Ada pembaruan metode
  • Ada kontribusi teoretis atau praktis

Menurut prinsip publikasi ilmiah yang sering dikutip dalam literatur akademik, artikel yang hanya mengulang penelitian lama tanpa kontribusi baru memiliki risiko tinggi ditolak.

3. Gunakan Struktur Ilmiah yang Kuat

Mayoritas jurnal SINTA 2 menggunakan format IMRAD:

  • Introduction
  • Methods
  • Results
  • Discussion

Hal yang sering menyebabkan reject:

  • Rumusan masalah tidak tajam
  • Metode tidak dijelaskan detail
  • Pembahasan tidak mengaitkan teori

Pastikan bagian pembahasan tidak hanya mendeskripsikan hasil, tetapi juga menginterpretasikan dan membandingkan dengan penelitian sebelumnya.

4. Perhatikan Standar Referensi

Jurnal SINTA 2 biasanya mensyaratkan:

  • Minimal 15 sampai 25 referensi
  • Mayoritas dari jurnal 5 sampai 10 tahun terakhir
  • Menggunakan reference manager seperti Mendeley atau Zotero

Referensi yang kuat menunjukkan kamu memahami peta riset terbaru.

5. Cek Plagiarisme dan Similarity Index

Standar umum jurnal terakreditasi:

  • Similarity maksimal 20 persen
  • Beberapa jurnal mensyaratkan di bawah 15 persen

Gunakan Turnitin atau tools serupa sebelum submit.

Etika publikasi sangat penting. Pelanggaran etika bisa menyebabkan blacklist dari jurnal.

6. Proses Submit melalui OJS

Sebagian besar jurnal menggunakan Open Journal Systems.

Tahapannya:

  1. Registrasi akun
  2. Upload naskah utama
  3. Upload file tambahan
  4. Isi metadata lengkap
  5. Konfirmasi submission

Kesalahan kecil seperti metadata tidak lengkap bisa memperlambat proses.

7. Menghadapi Peer Review

Tahap ini paling krusial.

Biasanya ada tiga kemungkinan:

  • Minor revision
  • Major revision
  • Reject

Jika mendapat revisi:

  • Jawab semua komentar reviewer satu per satu
  • Gunakan dokumen response to reviewer
  • Bersikap profesional

Banyak artikel gagal bukan karena kualitas buruk, tetapi karena respon revisi tidak sistematis.

Strategi Mempercepat Publikasi

Cara Publikasi Jurnal Sinta 2

Jika kamu sedang mengejar deadline kenaikan jabatan, berikut strategi realistis:

1. Pilih Jurnal dengan Waktu Review Transparan

Beberapa jurnal mencantumkan estimasi review 4 sampai 8 minggu. Hindari jurnal yang tidak transparan.

2. Hindari High Risk Journal

Beberapa jurnal SINTA 2 memiliki tingkat reject tinggi karena seleksi sangat ketat. Analisis tingkat penerimaan dengan melihat jumlah artikel terbit per edisi.

3. Kolaborasi dengan Peneliti Senior

Data menunjukkan artikel kolaboratif cenderung memiliki peluang diterima lebih tinggi karena kualitas metodologi lebih kuat.

Kesalahan Umum yang Harus Kamu Hindari

  1. Submit tanpa membaca template
  2. Referensi tidak update
  3. Tidak menjawab reviewer dengan lengkap
  4. Abstrak tidak mencerminkan isi artikel
  5. Metodologi tidak detail

Kesalahan teknis sederhana sering menjadi penyebab desk reject.

Estimasi Timeline Publikasi

Rata-rata proses:

  • Desk review: 1 sampai 2 minggu
  • Peer review: 4 sampai 8 minggu
  • Revisi: 2 sampai 4 minggu
  • Produksi dan terbit: 1 sampai 3 bulan

Artinya, total bisa 3 sampai 6 bulan. Karena itu, kamu perlu merencanakan publikasi jauh sebelum pengajuan jabatan.

Peran Lembaga Pendamping Publikasi

Banyak dosen memanfaatkan pendampingan profesional untuk:

  • Proofreading
  • Parafrase akademik
  • Cek metodologi
  • Simulasi review

Pendampingan bukan berarti instan diterima, tetapi membantu meminimalkan kesalahan teknis.

Mindset yang Harus Kamu Miliki

Publikasi bukan hanya tentang syarat administratif. Ini tentang kontribusi keilmuan.

Albert Einstein pernah menyampaikan prinsip penting dalam riset, bahwa ilmu berkembang karena keberanian untuk mempertanyakan dan menguji ulang pemahaman lama. Prinsip ini relevan dalam publikasi ilmiah.

Jika kamu fokus pada kontribusi dan kualitas, peluang diterima akan meningkat secara alami.

Kesimpulan

Publikasi di jurnal SINTA 2 adalah langkah strategis dalam perjalanan akademik kamu. Prosesnya memang tidak instan, tetapi dengan strategi yang tepat, perencanaan matang, dan kesiapan menghadapi review, peluang sukses sangat terbuka.

Mulailah dari sekarang:

  • Tentukan topik yang kuat
  • Perkuat metodologi
  • Gunakan referensi terbaru
  • Siapkan mental untuk revisi

Karier akademik bukan sprint, tetapi maraton. Publikasi SINTA 2 bisa menjadi pijakan penting menuju jenjang yang lebih tinggi.

Jika kamu serius ingin naik jabatan tanpa hambatan administratif, maka publikasi berkualitas adalah investasi terbaik yang bisa kamu lakukan hari ini.


FAQ

1. Apa itu jurnal SINTA 2?

Jurnal SINTA 2 adalah jurnal nasional terakreditasi peringkat kedua tertinggi dalam sistem SINTA. Jurnal ini memiliki standar seleksi ketat, proses peer review formal, serta manajemen editorial yang dinilai berkualitas oleh Kemendikbudristek.

2. Apakah publikasi di SINTA 2 wajib untuk kenaikan jabatan?

Untuk jabatan Lektor dan Lektor Kepala, publikasi di jurnal nasional terakreditasi sangat dianjurkan dan sering menjadi syarat utama dalam penilaian angka kredit. Untuk Guru Besar, biasanya dibutuhkan kombinasi publikasi nasional dan internasional bereputasi.

3. Berapa angka kredit yang didapat dari jurnal SINTA 2?

Besaran angka kredit mengikuti pedoman penilaian jabatan fungsional dosen terbaru. Secara umum, jurnal nasional terakreditasi memberikan angka kredit lebih tinggi dibanding jurnal non-akreditasi. Nilainya tergantung posisi penulis, apakah sebagai penulis pertama, korespondensi, atau anggota.

Publikasi Indonesia Publikasi Indonesia

Publikasi Indonesia

Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.

Related Post