Cara mengetahui jurnal internasional terindeks Scopus paling akurat adalah melalui fitur “Sources” di situs resmi Scopus.com atau melihat pemeringkatannya di Scimago Journal Rank (SJR). Cukup masukkan judul jurnal atau nomor ISSN pada kolom pencarian; jika jurnal muncul dengan status Active, maka jurnal tersebut resmi terindeks. Selain itu, Anda harus memastikan bahwa jurnal tersebut memiliki nilai SJR Score dan masuk dalam kategori Quartile (Q1-Q4) untuk memastikan kualitas dan kredibilitasnya di mata komunitas akademik internasional.
Apa Itu Scopus dan Mengapa Begitu Bergengsi?

Scopus adalah salah satu database sitasi dan abstrak literatur terbesar di dunia yang dikelola oleh Elsevier. Bagi akademisi di Indonesia, Scopus bukan sekadar database, melainkan standar mutu.
Scopus mencakup jutaan artikel dari bidang sains, teknologi, kedokteran, ilmu sosial, hingga seni dan humaniora. Mengapa dianggap bergengsi? Karena tidak semua jurnal bisa masuk ke dalam indeks ini. Sebuah jurnal harus melewati evaluasi ketat dari Content Selection and Advisory Board (CSAB) yang menilai konsistensi penerbitan, kualitas peer-review, hingga diversitas dewan editor dari berbagai negara.
Kami (Publikasi Indonesia) menyediakan berbagai jasa publikasi jurnal yang sesuai dengan kebutuhan penulis dan institusi.
Perbedaan Jurnal Scopus Q1, Q2, Q3, dan Q4
Dalam Scopus, jurnal dikelompokkan berdasarkan performa sitasinya yang disebut Quartile. Berikut perbedaannya:
| Kategori | Tingkat Persentil | Deskripsi Kualitas | Cocok Untuk |
| Q1 (Quartile 1) | Top 25% | Jurnal dengan pengaruh tertinggi di bidangnya. | Syarat Guru Besar / Hibah Internasional. |
| Q2 (Quartile 2) | 25% – 50% | Jurnal berkualitas tinggi dengan kompetisi ketat. | Syarat Lektor Kepala / Kelulusan S3. |
| Q3 (Quartile 3) | 50% – 75% | Jurnal menengah yang sudah terstandar global. | Peneliti Pemula / Syarat Kelulusan S2. |
| Q4 (Quartile 4) | Bottom 25% | Jurnal yang baru terindeks atau memiliki sitasi rendah. | Latihan Publikasi Internasional. |
Langkah Detail Cara Mengetahui Jurnal Terindeks Scopus
1. Melalui Situs Resmi Scopus.com
Ini adalah cara paling valid. Ikuti langkah berikut:
- Buka laman www.scopus.com/sources.
- Pada kolom “Search by”, pilih Title (Judul) atau ISSN.
- Masukkan nama jurnal yang ingin Anda cek.
- Klik Find Sources.
- Jika nama jurnal muncul, klik judulnya. Perhatikan bagian “Scopus coverage years”. Jika tertulis “to Present”, berarti jurnal masih aktif terindeks. Jika ada tahun berakhir (misal: coverage 2015-2023), berarti jurnal tersebut sudah di-discontinued (dikeluarkan).
2. Melalui Scimago Journal Rank (SJR)
SJR sering digunakan untuk melihat Quartile (Q) sebuah jurnal.
- Kunjungi www.scimagojr.com.
- Masukkan judul jurnal di kolom pencarian.
- Scroll ke bawah hingga menemukan tabel berwarna (Hijau untuk Q1, Kuning Q2, Jingga Q3, Merah Q4).
- SJR juga menunjukkan asal negara penerbit dan tingkat kolaborasi internasional jurnal tersebut.
Karakteristik Jurnal Scopus Berkualitas
Agar tidak salah pilih, pastikan jurnal yang Anda tuju memiliki ciri-ciri berikut:
- Bahasa Inggris Akademik: Menggunakan terminologi ilmiah yang tepat.
- Proses Peer-Review Transparan: Ada catatan waktu kapan artikel diterima (received), direvisi (revised), dan diterbitkan (accepted).
- Keanggotaan COPE: Biasanya jurnal bereputasi menjadi anggota Committee on Publication Ethics.
- Memiliki DOI Aktif: Setiap artikel memiliki link unik yang terdaftar di CrossRef.
Pelajari juga cara submit jurnal di OJS 3
Manfaat Memiliki Publikasi Terindeks Scopus
Mempublikasikan artikel di Scopus memiliki dampak jangka panjang bagi karier Anda:
- Kenaikan Jabatan Fungsional: Menjadi syarat mutlak bagi Lektor Kepala dan Guru Besar (Profesor).
- Rekognisi Global: Nama Anda akan muncul di profil Scopus Author, memudahkan peneliti dunia untuk mengajak kolaborasi.
- Meningkatkan H-Index: Semakin banyak sitasi dari jurnal Scopus, semakin tinggi kredibilitas riset Anda.
- Akses Hibah Riset: Banyak pemberi dana (donor) hanya menyetujui proposal dari peneliti yang memiliki rekam jejak di jurnal bereputasi.
Tantangan dan Solusi Publikasi Scopus
Banyak penulis gagal menembus Scopus karena dua hal: Bahasa dan Metodologi.
- Masalah Bahasa: Gunakan jasa Professional Proofreading untuk memastikan tidak ada kesalahan gramatikal.
- Masalah Metodologi: Pastikan ada Novelty (kebaruan) dalam penelitian Anda. Jangan hanya menduplikasi penelitian orang lain.
Kesimpulan
Mengetahui cara mengetahui jurnal internasional terindeks Scopus adalah langkah awal yang krusial bagi setiap peneliti. Jangan sampai tenaga dan waktu yang Anda habiskan untuk riset terbuang sia-sia karena mempublikasikannya di jurnal yang tidak diakui atau sudah dikeluarkan dari database Scopus. Gunakanlah selalu sumber resmi seperti Scopus.com dan SJR untuk memvalidasi kredibilitas jurnal tujuan Anda.
FAQ
KEMENTERIAN Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menyatakan publikasi jurnal ilmiah internasional tidak harus terindeks Scopus, namun bisa juga terindeks lainnya.
Ciri Ciri Jurnal Terindeks Scopus keenam ini memiliki fitur yang harus di tulis oleh penulis dari berbagai negara.
Untuk menemukan jurnal terindeks Scopus, buka bagian filter dan klik menu pengindeksan.


