Cara Menulis Daftar Pustaka

No Comments

Penulisan Daftar Pustaka – Anda pasti pernah dengar istilah plagiat, hal ini bisa terjadi karena penulis tidak mencantumkan sumber asli dari penelitiannya. Dalam dunia sekolah pun, Anda bisa saja terjebak dalam keadaan ini jika tidak menuliskan sumber referensi dari tulisan yang Anda buat dengan baik dan benar.

Walaupun terdengar mudah, nyatanya masih banyak yang kesulitan cara menulis pustaka dari jurnal, internet dan buku yang benar pada akhir tulisannya. Tanda baca dan urutan selama penulisannya menjadi hal yang sering orang lupakan untuk mencantumkan berbagai referensi sumber dari tulisannya.

Supaya Anda tidak plagiat dan dapat menuliskannya secara tepat, berikut ini panduan cara menulis daftar pustaka dari jurnal, buku dan internet yang benar.

Pengertian Singkat Daftar Pustaka

Cara Menulis Daftar Pustaka
sumber : freepik

Daftar pustaka adalah suatu susunan tulisan pada akhir sebuah artikel ilmiah yang isinya berupa nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit, dan tahun terbit. Daftar pustaka ini digunakan sebagai sumber atau rujukan seorang penulis dalam karyanya.

Fungsi dan Manfaat Daftar Pustaka

Fungsi utama dari daftar pustaka ini adalah untuk menunjukkan bahwa suatu tulisan ilmiah tidak hanya berdasarkan pemikiran orisinil penulisnya saja, tapi juga mendapat rujukan yang banyak dari berbagai pemikiran orang-orang lainnya.

Sedangkan untuk Manfaatnya yaitu untuk menavigasi tulisan atau karya ilmiah pada rujukan-rujukan lain yang terkait dengan pembahasan di dalam tulisan itu. Rujukan ini sama dengan referensi terkait semacam buku, kajian atau bentuk ilmu lainnya. Jadi si pembaca bisa mudah untuk mencari tahu lebih dalam atau lanjut soal topik atau permasalahan tertentu pada buku tersebut.

Daftar pustaka juga bisa Anda manfaatkan untuk mengetahui kota mana penerbitan buku Anda lakukan dan tentunya pada tahun berapa buku tersebut terpublikasi. Data rinci ini bisa Anda manfaatkan untuk melihat relevansi isi tulisan ilmiah. Jika isi buku yang sama sudah terpublikasi beberapa kali dan buku yang kutip merupakan buku terbitan teranyar.

Sebenarnya daftar pustaka juga bisa jadi pertimbangan pembaca dalam memercayai isi atau pembahasan dalam buku tersebut. Karena Semakin banyak isi dari daftar pustakanya dan bila diisi dengan rujukan-rujukan yang berkaitan erat satu sama lain, maka buku tersebut bisa jadi dipercaya sebagai karya ilmiah yang bagus.

ARTIKEL TERKAIT : “Cara Publikasi Jurnal Nasional”

Prinsip Menulis Daftar Pustaka

Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang biasanya orang gunakan ketika melakukan cara menulis daftar pustaka.

  1. Nama harus dibalik dan dipisah dengan tanda koma dan nama depan cukup ditulis dengan huruf pertama.
  2. Harus tanpa menggunakan gelar                           
  3. Kalau penulis lebih dari satu orang gunakan tanda koma untuk memisahkannya.
  4. Judul harus cetak miring tetapi judul artikel tidak.
  5. setiap awal kata menggunakan huruf kapital, kecuali kata tugas.
  6. Judul artikel harus huruf kecil, kecuali huruf awalnya.
  7. Berurut berdasarkan alfabet.
  8. Jarak (spasi) antara satu referensi (satu judul) dengan referensi (judul lain) sesuai dengan jarak skripsi (1,5-2).
  9. Sambungan referensi ketik dengan cara menjorok ke dalam 5-7 ketukan dan spasi rapat (tunggal 1).
  10. Jika dari seorang penulis, pakai beberapa rujukan, nama penulis cukup dicantumkan satu kali. Selanjutnya nama penulis diganti dengan garis (tanda pisah 3M).

Tips Cara Menulis Daftar Pustaka

  • Klasifikasikan sumber berdasarkan kategori. Misal dari referensi kategori jurnal, buku, situs web atau lainnya. Dengan ini Anda bisa lebih fokus mengerjakan daftar pustaka berdasarkan kategori karena masing-masing kategori punya format yang tidak jauh berbeda.
  • Langkah selanjutnya urutkan masing-masing sumber berdasarkan abjad. Ini memudahkan Anda saat mulai cara menulis daftar pustaka dari jurnal, buku dan internet. Di samping itu juga memudahkan Anda saat menyusun daftar pustaka secara keseluruhan.
  • Langkah terakhir adalah menuliskan daftar pustaka sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan disesuaikan dengan masing-masing sumber.

Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Jurnal, Buku dan Internet

1. Penulisan Daftar Pustaka dari Buku

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam cara menulis daftar pustaka dari sumber buku. Namun, hal paling utama adalah memperhatikan urutan dan tanda bacanya. Berikut adalah urutan sebuah referensi dari buku.

1. Nama

Nama penulis ditulis diawal. Ingat untuk selalu menuliskan nama belakang penulis terlebih dahulu, kemudian lanjut dengan tanda koma. Selanjutnya cantumkan nama depan dan tengah penulis. Jika buku tersebut merupakan karya dari dua penulis atau lebih, hanya penulis pertama yang urutan namanya dibalik. Penulis kedua dan seterusnya berada setelahnya dengan urutan yang sesuai nama aslinya. Jika pada buku tersebut nama penulis dicantumkan lengkap dengan gelar pendidikan atau gelar lain, gelar-gelar tersebut tidak perlu dituliskan.

2. Tahun Terbit

Setelah nama, cantumkan tahun terbit dari buku yang Andagunakan sebagai referensi. Jangan terkecoh pada angka tahun cetakan awal sebab bisa saja buku yang Anda pakai merupakan cetakan kedua, ketiga, ataupun terakhir.

3. Judul Buku

Tuliskan judul buku Anda secara lengkap. Jangan lupa, penulisan judul dengan italic (miring).

4. Kota dan Nama Penerbit

Bagian terakhir dalam penulisan daftar pustaka sebuah buku adalah mencantumkan kota penerbitan dan nama penerbit yang mencetak buku tersebut. Dahulukan penulisan nama kota, baru dengan nama penerbit yang dengan tanda titik dua (:).

Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah tanda batas dari tiap urutan. Pastikan Andamenggunakan tanda titik (.) untuk membatasi urutan nama, tahun terbit, judul buku, hingga kota dan nama penerbit.

2. Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel dalam Jurnal, Koran, atau Majalah

Tidak berbeda jauh dengan penulisan dari sumber berupa buku, Andapun perlu mencantumkan nama penulis, tahun terbit, judul artikel, hingga kota dan nama penerbit. Hanya saja, ada perbedaan penulisan untuk beberapa urutan tersebut, yakni sebagai berikut.

1. Nama

Pastikan nama yang Andatulis dalam daftar pustaka artikel tersebut adalah penulis artikelnya, bukan editor dari jurnal, koran, ataupun majalah yang menjadi sumber referensi.

2. Judul

Dahulukan penulisan judul artikel yang menjadi sumber referensi. Penulisan tidak dengan format italic, melainkan tegak lurus dengan pemberian tanda kutip (“) pembuka dan penutup. Setelah itu, lanjutkan dengan penulisan sumber jurnal ataupun majalah yang memuat artikel tersebut. Penulisan nama jurnal, majalah, atau koran baru cetak miring. Ikutkan di halaman berapa artikel tersebut dimuat yang ditulis dalam tanda kurung [(…)].

3. Penulisan Daftar Pustaka dari Internet

Selain artikel cetak, tidak jarang seseorang mengambil sumber tulisannya dari artikel-artikel di internet (dalam jaringan.daring/online). Untuk penulisan daftar pustaka dari internet seperti ini, urutannya adalah sebagai berikut:

1. Nama

Cara penulisan nama untuk artikel daring tidak berbeda dengan penulisan nama dari sumber buku maupun artikel cetak.

2. Tahun Penayangan

Tuliskan tahun penayangan dari artikel tersebut.

3. Judul

Judul artikel daring tidak ditulis secara italic, melainkan hanya diapit tanda kutip (“).

4. URL

Jangan lupa menyalin alamat URL dari artikel tersebut agar dapat diakses jika ada yang ingin membuktikan kesahihannya.

5. Waktu Pengambilan

Di bagian akhir, jangan lupa mencantumkan waktu pengambilan artikel daring itu secara lengkap, yakni tanggal dan jam saat Anda mengunduh ataupun menjadikannya referensi.

4. Penulisan Daftar Pustaka Menurut PUEBI

Bagaimana penulisan daftar pustaka menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)? Sebenarnya penggunaan istilah PUEBI baru digunakan beberapa tahun terakhir ini. Tepatnya pada tanggal 30 November 2015, Permendiknas 46/2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku karena digantikan oleh Permendikbud 50/2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Hal ini disebabkan karena meluasnya penggunaan bahasa akibat dari kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, dan seni. Perubahan-perubahan itu terutama terkait Pemakaian Huruf, Penulisan Kata, dan Pemakaian Tanda Baca. Informasi lengkap tentang puebi bisa diakses langsung disini.

BACA JUGA : “Tempat Publish Jurnal Ilmiah Nasional”

Akhir Kata

Sekarang Anda sudah mendapat informasi lengkap tentang cara membuat daftar pustaka dari jurnal, buku dan internet. Tak hanya itu, Anda juga telah mengetahui apa sebenarnya tujuan dari penulisan daftar pustaka ini. Apabila ada yang kurang paham atau ingin ditanyakan silahkan tulis pada kolom komentar ya. Terimakasih

Satu-Satunya Penerbit Jurnal Ilmiah Terakreditasi yang Terbit Setiap Bulan. Kami Mengelola 8 Jurnal Nasional Bereputasi, Terakreditasi dan Jurnal Internasional Bereputasi

More from our blog

No Comments

Leave a Comment