{"id":67115,"date":"2026-05-21T10:24:04","date_gmt":"2026-05-21T03:24:04","guid":{"rendered":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/?p=67115"},"modified":"2026-05-21T10:24:07","modified_gmt":"2026-05-21T03:24:07","slug":"cara-menembus-jurnal-scopus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/","title":{"rendered":"9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif dan Anti-Reject"},"content":{"rendered":"<p>Cara menembus jurnal Scopus sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan jika Anda memahami standar struktur artikel internasional, menjaga keaslian tulisan ilmiah dengan skor plagiarisme di bawah 15%, mengutip minimal 20 referensi bereputasi, serta melakukan kolaborasi antarpenulis. Dengan menerapkan teknik penulisan yang fokus pada <em>novelty<\/em> (kebaruan ilmiah) serta menghindari jurnal predator, naskah Anda akan memiliki peluang lolos <em>peer-review<\/em> yang jauh lebih tinggi dan siap terindeks di database Elsevier.<\/p>\n<p><!-- Peringatan --><\/p>\n<div style=\"background: #fff3cd; border-left: 5px solid #ffc107; padding: 15px; margin: 20px 0; border-radius: 8px;\">\n<p style=\"margin: 0; font-weight: bold;\">\u26a0\ufe0f Peringatan Penting:<\/p>\n<p style=\"margin: 5px 0 0;\">Scopus secara berkala mengevaluasi jurnal yang terindeks. Jurnal yang pernah masuk daftar bisa saja dihentikan (<em>discontinued<\/em>). Sebelum submit, selalu verifikasi status jurnal melalui <a style=\"color: #2c7da0;\" href=\"https:\/\/www.scopus.com\/sources\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Scopus Sources<\/a> atau <a style=\"color: #2c7da0;\" href=\"https:\/\/www.scimagojr.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Scimago JR<\/a>.<\/p>\n<\/div>\n<p><!-- 1. MENGAPA SCOPUS KRUSIAL --><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_85 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/#1_Mengapa_Publikasi_di_Scopus_Begitu_Krusial\" >1. Mengapa Publikasi di Scopus Begitu Krusial?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/#2_9_Cara_Menembus_Jurnal_Scopus_yang_Terbukti_Efektif\" >2. 9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/#3_Strategi_Menghindari_Jurnal_Predator\" >3. Strategi Menghindari Jurnal Predator<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/#4_Kesimpulan\" >4. Kesimpulan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/#%E2%9D%93_Frequently_Asked_Questions_FAQ\" >\u2753 Frequently Asked Questions (FAQ)<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 id=\"mengapa-scopus\" style=\"color: #0d3b4c; border-bottom: 2px solid #2c7da0; padding-bottom: 5px; margin-top: 40px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mengapa_Publikasi_di_Scopus_Begitu_Krusial\"><\/span>1. Mengapa Publikasi di Scopus Begitu Krusial?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>Scopus<\/strong> adalah pusat data (<em>database<\/em>) jurnal ilmiah yang dikelola oleh <strong>Elsevier<\/strong>, perusahaan penerbitan akademis global terkemuka yang berbasis di Amsterdam. Sejak tahun 1880, Elsevier telah mengawal perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Kini, Scopus telah mengindeks lebih dari <strong>22.000 judul artikel ilmiah<\/strong> dari ribuan penerbit global. Masuk ke dalam ekosistem ini menandakan bahwa penelitian Anda memiliki dampak nyata secara internasional, diakui oleh para pakar sebidang (<em>peer-reviewers<\/em>), dan mendongkrak reputasi akademik institusi Anda.<\/p>\n<p>Bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana Indonesia, publikasi di jurnal Scopus menjadi syarat penting untuk kenaikan pangkat (Lektor Kepala\/Guru Besar), kelulusan S3, serta akreditasi prodi. Ketahui <a style=\"color: #2c7da0; font-weight: 500;\" href=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/publikasi-jurnal-internasional-berapa-angka-kredit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berapa angka kredit publikasi jurnal internasional<\/a> untuk memotivasi langkah Anda.<\/p>\n<p><!-- 2. 9+ CARA MENEMBUS SCOPUS --><\/p>\n<h2 id=\"9-cara\" style=\"color: #0d3b4c; border-bottom: 2px solid #2c7da0; margin-top: 40px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_9_Cara_Menembus_Jurnal_Scopus_yang_Terbukti_Efektif\"><\/span>2. 9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mengirimkan naskah tanpa persiapan matang sama dengan menjemput <em>desk rejection<\/em>. Agar artikel Anda langsung memikat perhatian <em>editor in chief<\/em>, terapkan langkah-langkah strategis berikut ini.<\/p>\n<h3>2.1 Gunakan Minimal 20 Referensi Berkualitas Tinggi<\/h3>\n<p>Jumlah dan kualitas sitasi mencerminkan penguasaan peta topik. Usahakan naskah Anda mengutip minimal <strong>20 referensi<\/strong>, dengan 80% berasal dari artikel jurnal primer yang juga terindeks Scopus atau Web of Science (WoS) dalam 5 tahun terakhir. Jangan hanya mengandalkan buku teks atau prosiding lokal.<\/p>\n<h3>2.2 Jaga Batas Maksimal Plagiasi (\u226415%)<\/h3>\n<p>Jurnal Q1 dan Q2 menerapkan toleransi <em>similarity index<\/em> sangat ketat, umumnya di bawah 15%. Gunakan <strong>Turnitin<\/strong> atau <strong>iThenticate<\/strong> sebelum submit. Lakukan parafrase pada kalimat yang terindikasi memiliki kesamaan tinggi. Pelajari <a style=\"color: #2c7da0; font-weight: 500;\" href=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-mengurangi-plagiarisme-di-turnitin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara mengurangi plagiarisme di Turnitin<\/a> untuk hasil optimal.<\/p>\n<h3>2.3 Berkolaborasi dengan Penulis Lain (Minimal 2 Penulis)<\/h3>\n<p>Karya ilmiah berskala internasional jarang tunggal. Sangat disarankan naskah ditulis oleh <strong>minimal 2 orang<\/strong> atau lebih. Jika memungkinkan, ajak kolaborator eksternal dari universitas luar negeri yang sudah memiliki rekam jejak publikasi (<em>H-index<\/em>) bagus di Scopus. Ini akan meningkatkan kredibilitas artikel di mata reviewer.<\/p>\n<h3>2.4 Hindari Jurnal Predator dan Cek Status Diskontinu<\/h3>\n<p>Jurnal predator menjanjikan proses instan dengan biaya mahal tanpa <em>peer-review<\/em> yang benar. Artikel Anda bisa <em>retracted<\/em> atau tidak diakui tim PAK. Selalu verifikasi melalui <a style=\"color: #2c7da0;\" href=\"https:\/\/www.scopus.com\/sources\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Scopus Sources<\/a>; pastikan jurnal masih aktif (coverage &#8220;to present&#8221;).<\/p>\n<h3>2.5 Perbanyak Jam Terbang dan Asah Gaya Menulis<\/h3>\n<p>Jangan langsung target Q1 jika baru memulai. Mulailah dari jurnal nasional SINTA atau jurnal Scopus Q4. Seiring waktu, Anda akan memahami dinamika merespons komentar reviewer. Sebagai latihan, coba publikasi di <a style=\"color: #2c7da0; font-weight: 500;\" href=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-publikasi-jurnal-sinta4\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jurnal SINTA 4<\/a> terlebih dahulu.<\/p>\n<h3>2.6 Gunakan Software Reference Manager (Mendeley\/Zotero)<\/h3>\n<p>Kesalahan sitasi dapat menyebabkan penolakan administratif. Manfaatkan <strong>Mendeley, Zotero, atau EndNote<\/strong>. Pastikan gaya sitasi sesuai <em>author guidelines<\/em> (APA, IEEE, Harvard, Vancouver). Jangan pernah menyusun daftar pustaka secara manual.<\/p>\n<h3>2.7 Pastikan State of the Art dan Novelty Tampak Jelas<\/h3>\n<p>Bagian <strong>Introduction<\/strong> adalah nyawa naskah. Tunjukkan <em>state of the art<\/em> \u2013 posisi penelitian Anda di antara penelitian terdahulu. Identifikasi <em>research gap<\/em> secara eksplisit, lalu tawarkan solusi sebagai <em>novelty<\/em>. Ini yang paling dicari <em>reviewer<\/em> internasional.<\/p>\n<h3>2.8 Gunakan Jasa Proofreading Profesional (Native Speaker)<\/h3>\n<p>Bahasa Inggris akademik memiliki struktur dan diksi spesifik. Terjemahan mentah dari mesin sering rancu. Investasikan untuk jasa <em>proofreading<\/em> <strong>native speaker<\/strong> agar naskah Anda bebas kesalahan tata bahasa dan mengalir natural.<\/p>\n<h3>2.9 Sesuaikan Format dengan Aim &amp; Scope serta Template Jurnal<\/h3>\n<p>Setiap publisher memiliki aturan format ketat. Sebelum submit, pastikan topik sesuai <strong>Aim &amp; Scope<\/strong>. <strong>Download template<\/strong> jurnal, lalu sesuaikan jenis huruf, margin, ukuran tabel, hingga penempatan abstrak. Kesalahan format adalah penyebab umum <em>desk rejection<\/em>.<\/p>\n<p><!-- Tabel ringkasan cara --><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; background: #fff; box-shadow: 0 1px 3px rgba(0,0,0,0.1);\">\n<thead style=\"background: #2c7da0; color: white;\">\n<tr>\n<th style=\"padding: 12px; text-align: left;\">Langkah<\/th>\n<th style=\"padding: 12px; text-align: left;\">Tindakan Utama<\/th>\n<th style=\"padding: 12px; text-align: left;\">Tools \/ Rujukan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr style=\"border-bottom: 1px solid #ddd;\">\n<td style=\"padding: 10px;\">1. Referensi<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Minimal 20, 80% dari Scopus\/WoS 5 tahun terakhir<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Scopus, WoS, Mendeley<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background: #f9f9f9;\">\n<td style=\"padding: 10px;\">2. Plagiarisme<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Similarity \u226415%<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Turnitin, iThenticate<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"border-bottom: 1px solid #ddd;\">\n<td style=\"padding: 10px;\">3. Kolaborasi<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Minimal 2 penulis, idealnya mitra luar negeri<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">ResearchGate, LinkedIn, konferensi<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background: #f9f9f9;\">\n<td style=\"padding: 10px;\">4. Hindari Predator<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Verifikasi di Scopus Sources &amp; Beall&#8217;s List<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\"><a style=\"color: #2c7da0;\" href=\"https:\/\/beallslist.net\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Beall&#8217;s List<\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"border-bottom: 1px solid #ddd;\">\n<td style=\"padding: 10px;\">5. Jam Terbang<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Mulai dari Q4 atau SINTA 4<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Publikasi Indonesia guides<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background: #f9f9f9;\">\n<td style=\"padding: 10px;\">6. Reference Manager<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Otomatisasi sitasi<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Mendeley, Zotero, EndNote<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"border-bottom: 1px solid #ddd;\">\n<td style=\"padding: 10px;\">7. Novelty &amp; Gap<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">State of the art + research gap eksplisit<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Pendahuluan yang kuat<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background: #f9f9f9;\">\n<td style=\"padding: 10px;\">8. Proofreading<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Bahasa Inggris akademik oleh native speaker<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Jasa proofreading profesional<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;\">9. Format &amp; Template<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Sesuai author guidelines<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;\">Template jurnal + cek aim\/scope<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><!-- 3. STRATEGI MENGHINDARI JURNAL PREDATOR --><\/p>\n<h2 id=\"strategi-predator\" style=\"color: #0d3b4c; border-bottom: 2px solid #2c7da0; margin-top: 40px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Strategi_Menghindari_Jurnal_Predator\"><\/span>3. Strategi Menghindari Jurnal Predator<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Agar riset Anda tidak sia-sia, deteksi dini validitas jurnal target wajib dilakukan. Berikut dua langkah mudah yang bisa Anda tempuh:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>\ud83d\udd0d Memeriksa di PAK Dikti (untuk dosen Indonesia):<\/strong> Portal resmi Pangkalan Angka Kredit Dikti secara berkala merilis daftar jurnal internasional <strong>blacklist<\/strong> atau tidak diakui untuk penilaian angka kredit. Pastikan jurnal target tidak masuk daftar hitam tersebut.<\/li>\n<li><strong>\ud83d\udcda Memeriksa Melalui Situs Beall&#8217;s List:<\/strong> <a style=\"color: #2c7da0;\" href=\"https:\/\/beallslist.net\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Beall&#8217;s List<\/a> adalah pangkalan data independen yang mendata penerbit dan jurnal predator. Cukup ketik nama penerbit atau jurnal di kolom pencarian untuk memastikan status keamanannya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Untuk pemahaman lebih dalam tentang ciri jurnal asli, baca artikel <a style=\"color: #2c7da0; font-weight: 500;\" href=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/ciri-ciri-jurnal-terindeks-scopus-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ciri-ciri jurnal terindeks Scopus<\/a>.<\/p>\n<p><!-- 4. KESIMPULAN --><\/p>\n<h2 id=\"kesimpulan\" style=\"color: #0d3b4c; border-bottom: 2px solid #2c7da0; margin-top: 40px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kesimpulan\"><\/span>4. Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menerapkan <strong>cara menembus jurnal Scopus<\/strong> membutuhkan ketelitian tinggi, mulai dari penyusunan metode penelitian yang valid hingga manajemen referensi yang rapi. Dengan menjaga tingkat plagiarisme tetap rendah (\u226415%), konsisten melakukan kolaborasi ilmiah, serta jeli dalam memilih tempat publikasi yang bebas dari jurnal predator, naskah riset Anda memiliki potensi besar untuk diterima dan berkontribusi pada perkembangan sains di kancah global.<\/p>\n<p><!-- 5. FAQ SCHEMA --><\/p>\n<h2 id=\"faq\" style=\"color: #0d3b4c; border-bottom: 2px solid #2c7da0; margin-top: 40px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%E2%9D%93_Frequently_Asked_Questions_FAQ\"><\/span>\u2753 Frequently Asked Questions (FAQ)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div style=\"background: #f8f9fa; padding: 20px; border-radius: 12px;\">\n<div style=\"margin-bottom: 15px;\">\n<p style=\"font-weight: bold;\"><strong>1. Apa bedanya jurnal Scopus dengan jurnal SINTA?<\/strong><\/p>\n<div>\n<div>\n<p>Scopus adalah database pengindeks jurnal internasional bereputasi yang dikelola oleh Elsevier (skala global). SINTA (Science and Technology Index) adalah portal pengindeks jurnal nasional oleh Kemendikbudristek RI dengan tingkatan Sinta 1 hingga Sinta 6.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 15px;\">\n<p style=\"font-weight: bold;\"><strong>2. Berapa lama proses review artikel di jurnal Scopus?<\/strong><\/p>\n<div>\n<div>\n<p>Rata-rata 6 bulan hingga 1,5 tahun untuk jalur reguler. Beberapa jurnal menyediakan jalur <em>fast-track<\/em> berbayar yang lebih cepat (2-4 bulan), namun tetap melalui <em>peer-review<\/em> yang objektif.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 15px;\">\n<p style=\"font-weight: bold;\"><strong>3. Mengapa artikel saya langsung ditolak oleh editor (desk rejection)?<\/strong><\/p>\n<div>\n<div>\n<p>Penyebab utama: naskah tidak sesuai ruang lingkup jurnal (<em>aim and scope<\/em>), tingkat plagiarisme tinggi, tidak mengikuti template, atau kualitas bahasa Inggris sangat buruk.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 15px;\">\n<p style=\"font-weight: bold;\"><strong>4. Apakah publikasi di jurnal Scopus selalu berbayar?<\/strong><\/p>\n<div>\n<div>\n<p>Tidak semua. Jurnal <em>subscription-based<\/em> (model langganan) tidak memungut biaya dari penulis, tetapi pembaca harus berlangganan. Jurnal <em>open access<\/em> umumnya mengenakan <em>Article Processing Charge (APC)<\/em>.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 15px;\">\n<p style=\"font-weight: bold;\"><strong>5. Bagaimana cara mengetahui sebuah jurnal sudah tidak terindeks Scopus lagi?<\/strong><\/p>\n<div>\n<div>\n<p>Cek secara berkala daftar <strong>Scopus Discontinued Sources List<\/strong> di situs resmi Scopus. Jika nama jurnal muncul di daftar tersebut, berarti jurnal sudah tidak diakui lagi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<hr style=\"margin: 30px 0;\" \/>\n<p style=\"text-align: center; color: #5a6874; font-size: 13px;\">\u00a9 2026 Publikasi Indonesia. Panduan lengkap cara menembus jurnal Scopus untuk dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana.<\/p>\n<p><script type=\"application\/ld+json\"><br \/>\n{<br \/>\n  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",<br \/>\n  \"@type\": \"FAQPage\",<br \/>\n  \"mainEntity\": [<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Apa bedanya jurnal Scopus dengan jurnal SINTA?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"Scopus adalah database pengindeks jurnal internasional bereputasi yang dikelola oleh Elsevier (skala global). SINTA adalah portal pengindeks jurnal nasional oleh Kemendikbudristek RI dengan tingkatan Sinta 1 hingga Sinta 6.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    },<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Berapa lama proses review artikel di jurnal Scopus?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"Rata-rata 6 bulan hingga 1,5 tahun untuk jalur reguler. Beberapa jurnal menyediakan jalur fast-track berbayar yang lebih cepat (2-4 bulan), namun tetap melalui peer-review yang objektif.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    },<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Mengapa artikel saya langsung ditolak oleh editor (desk rejection)?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"Penyebab utama: naskah tidak sesuai ruang lingkup jurnal (aim and scope), tingkat plagiarisme tinggi, tidak mengikuti template, atau kualitas bahasa Inggris sangat buruk.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    },<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Apakah publikasi di jurnal Scopus selalu berbayar?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"Tidak semua. Jurnal subscription-based (model langganan) tidak memungut biaya dari penulis, tetapi pembaca harus berlangganan. Jurnal open access umumnya mengenakan Article Processing Charge (APC).\"<br \/>\n      }<br \/>\n    },<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Bagaimana cara mengetahui sebuah jurnal sudah tidak terindeks Scopus lagi?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"Cek secara berkala daftar Scopus Discontinued Sources List di situs resmi Scopus. Jika nama jurnal muncul di daftar tersebut, berarti jurnal sudah tidak diakui lagi.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    }<br \/>\n  ]<br \/>\n}<br \/>\n<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara menembus jurnal Scopus sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan jika Anda memahami standar struktur artikel<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":82900,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[788],"class_list":["post-67115","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jurnal","tag-scopus","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif dan Anti-Reject<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Walaupun Sebagian dari kamu sedikit kesulitan saat Cara Menembus Jurnal Scopus, namun hal ini bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif dan Anti-Reject\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Walaupun Sebagian dari kamu sedikit kesulitan saat Cara Menembus Jurnal Scopus, namun hal ini bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Publikasi Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Publikasi-Indonesia-100086230050988\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-21T03:24:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-21T03:24:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Cara-Menembus-Jurnal-Scopus.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Publikasi Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@PenerbitJurnal\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@PenerbitJurnal\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Publikasi Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/cara-menembus-jurnal-scopus\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/cara-menembus-jurnal-scopus\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Publikasi Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c0ba521645f9a7621a7e873767165ef7\"},\"headline\":\"9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif dan Anti-Reject\",\"datePublished\":\"2026-05-21T03:24:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-21T03:24:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/cara-menembus-jurnal-scopus\\\/\"},\"wordCount\":1057,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/cara-menembus-jurnal-scopus\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/Cara-Menembus-Jurnal-Scopus.webp\",\"keywords\":[\"scopus\"],\"articleSection\":[\"Jurnal\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/cara-menembus-jurnal-scopus\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/cara-menembus-jurnal-scopus\\\/\",\"name\":\"9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif dan Anti-Reject\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/cara-menembus-jurnal-scopus\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/cara-menembus-jurnal-scopus\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/Cara-Menembus-Jurnal-Scopus.webp\",\"datePublished\":\"2026-05-21T03:24:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-21T03:24:07+00:00\",\"description\":\"Walaupun Sebagian dari kamu sedikit kesulitan saat Cara Menembus Jurnal Scopus, namun hal ini bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/cara-menembus-jurnal-scopus\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/cara-menembus-jurnal-scopus\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/cara-menembus-jurnal-scopus\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/Cara-Menembus-Jurnal-Scopus.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/Cara-Menembus-Jurnal-Scopus.webp\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"Cara Menembus Jurnal Scopus\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/cara-menembus-jurnal-scopus\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Halaman Utama Blog\",\"item\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif dan Anti-Reject\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Publikasi Indonesia\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Publikasi Indonesia\",\"alternateName\":\"PI\",\"url\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/cropped-cropped-PI-LOGO-March-2023-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/cropped-cropped-PI-LOGO-March-2023-1.png\",\"width\":2529,\"height\":509,\"caption\":\"Publikasi Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Publikasi-Indonesia-100086230050988\\\/?locale=id_ID\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/PenerbitJurnal\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/publikasiindonesia.id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c0ba521645f9a7621a7e873767165ef7\",\"name\":\"Publikasi Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/cache\\\/ls\\\/avatar\\\/1e897e76897668a508062daa3a634275.jpg?ver=1782368378\",\"url\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/cache\\\/ls\\\/avatar\\\/1e897e76897668a508062daa3a634275.jpg?ver=1782368378\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/cache\\\/ls\\\/avatar\\\/1e897e76897668a508062daa3a634275.jpg?ver=1782368378\",\"caption\":\"Publikasi Indonesia\"},\"description\":\"Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/publikasiindonesia.id\\\/blog\\\/author\\\/publikasi-indonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif dan Anti-Reject","description":"Walaupun Sebagian dari kamu sedikit kesulitan saat Cara Menembus Jurnal Scopus, namun hal ini bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif dan Anti-Reject","og_description":"Walaupun Sebagian dari kamu sedikit kesulitan saat Cara Menembus Jurnal Scopus, namun hal ini bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan.","og_url":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/","og_site_name":"Publikasi Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Publikasi-Indonesia-100086230050988\/?locale=id_ID","article_published_time":"2026-05-21T03:24:04+00:00","article_modified_time":"2026-05-21T03:24:07+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Cara-Menembus-Jurnal-Scopus.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Publikasi Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@PenerbitJurnal","twitter_site":"@PenerbitJurnal","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Publikasi Indonesia","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/"},"author":{"name":"Publikasi Indonesia","@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/#\/schema\/person\/c0ba521645f9a7621a7e873767165ef7"},"headline":"9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif dan Anti-Reject","datePublished":"2026-05-21T03:24:04+00:00","dateModified":"2026-05-21T03:24:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/"},"wordCount":1057,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Cara-Menembus-Jurnal-Scopus.webp","keywords":["scopus"],"articleSection":["Jurnal"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/","url":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/","name":"9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif dan Anti-Reject","isPartOf":{"@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Cara-Menembus-Jurnal-Scopus.webp","datePublished":"2026-05-21T03:24:04+00:00","dateModified":"2026-05-21T03:24:07+00:00","description":"Walaupun Sebagian dari kamu sedikit kesulitan saat Cara Menembus Jurnal Scopus, namun hal ini bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/#primaryimage","url":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Cara-Menembus-Jurnal-Scopus.webp","contentUrl":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Cara-Menembus-Jurnal-Scopus.webp","width":600,"height":400,"caption":"Cara Menembus Jurnal Scopus"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/cara-menembus-jurnal-scopus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Halaman Utama Blog","item":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"9+ Cara Menembus Jurnal Scopus yang Terbukti Efektif dan Anti-Reject"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/","name":"Publikasi Indonesia","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/#organization","name":"Publikasi Indonesia","alternateName":"PI","url":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/cropped-cropped-PI-LOGO-March-2023-1.png","contentUrl":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/cropped-cropped-PI-LOGO-March-2023-1.png","width":2529,"height":509,"caption":"Publikasi Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Publikasi-Indonesia-100086230050988\/?locale=id_ID","https:\/\/x.com\/PenerbitJurnal","https:\/\/www.instagram.com\/publikasiindonesia.id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/#\/schema\/person\/c0ba521645f9a7621a7e873767165ef7","name":"Publikasi Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-content\/cache\/ls\/avatar\/1e897e76897668a508062daa3a634275.jpg?ver=1782368378","url":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-content\/cache\/ls\/avatar\/1e897e76897668a508062daa3a634275.jpg?ver=1782368378","contentUrl":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-content\/cache\/ls\/avatar\/1e897e76897668a508062daa3a634275.jpg?ver=1782368378","caption":"Publikasi Indonesia"},"description":"Publikasi Indonesia merupakan lembaga publikasi ilmiah yang berfokus pada pendampingan penulis dalam proses publikasi artikel di jurnal nasional dan internasional terakreditasi.","url":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/author\/publikasi-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67115"}],"version-history":[{"count":20,"href":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67115\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":82901,"href":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67115\/revisions\/82901"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}